EmergiJuangNews,Bayuwangi– Saat melakukan pendakian gunung Raung, di Bayuwangi Jawa Timur para pendaki tentu akan melewati pos Pondok Mayit dan Pondok Demit yang nuansanya sangat mistis.
Gunung Raung tak hanya dikenal karena kaldera raksasanya dan medan pendakian ekstrem yang menantang. Di balik megahnya salah satu gunung tertinggi di Jawa Timur ini, tersimpan dua spot yang paling banyak dibicarakan para pendaki, yaitu Pondok Mayit dan Pondok Demit.
Keduanya bukan sekadar tempat istirahat, tapi dipercaya menyimpan kisah gaib yang membuat jalur pendakian Gunung Raung semakin mencekam. Dari pengalaman Wendi pendaki dari Jakarta, ia pernah melihat penampakan mayat misterius tergantung di pohon, dengan kondisi yang sudah rusak namun masih terlihat jelas muka ketakutan yang sudah menghitam. Mulut mayat yanh menganga dengal keher yang tampak terlihat kerongkongan.
Posisi mayat yang aneh itu membuat Wendi penasaran dan mencoba mendekati, namun niatan itu diurungkan karena cuaca gerimis dan gelap malam itu. Keanehan keanehan lain bahkan lebih nyata dan samar seolah itu benar benar di alam nyata, padahal saat itu kita sedang dibawa ke alam arwah perghuni yang terlebih dulu ada. Sehingga suara pasar gaib yang muncul tiba-tiba di tengah hutan pun terkadang terlihat persis dialam nyata.
Beberapa cerita menyebut mayat tersebut adalah bangsawan Belanda yang dihukum gantung oleh para pejuang lokal pada masa penjajahan. Kejadian tersebut masih menjadi bagian dari catatan sejarah tak resmi yang dipercayai masyarakat sekitar Gunung Raung.
Dari nama Pondok Mayit saja itu sudah cukup untuk menghadirkan suasana mencekam. Sebutan itu seolah menyiratkan tempat yang identik dengan kematian, membuat siapa pun yang mendengarnya langsung merasakan hawa dingin merambat ke tubuh.Disinyalir banyak pengalaman pendaki yang menggambarkan bagaimana rasa merinding kerap datang, bahkan sebelum tiba di lokasi tersebut. Di sekitar kawasan ini, cerita-cerita mistis tak lagi sekadar bisikan. Pernah terjadi kejadian di mana Mirna salah satu pendaki mendadak berteriak di tengah malam, seakan kesurupan. Suaranya berubah menjadi berat dan menggelegar, jauh dari suara aslinya. Yang mendengar yakin suara itu tak mungkin dari mulut Mirna.
Karena situasi semakin mencekam, hingga akhirnya ada yang menenangkan dengan bacaan ayat-ayat suci, dan suasana kembali tenang. Kisah semacam ini memperkuat anggapan bahwa Pondok Mayit bukan sekadar nama, tapi bagian dari misteri nyata yang menyelimuti Gunung Raung. Sebagian masyarakat setempat mempercayai Pondok Demit sebagai “pasar” tempat makhluk halus melakukan transaksi di waktu-waktu tertentu. Hal ini sejalan dengan kisah para pendaki yang mengaku mendengar keramaian layaknya pasar malam, tawa perempuan, gamelan, suara tawar-menawar, hingga langkah kaki banyak orang, padahal di tengah hutan.
Beberapa pendaki yang bermalam di sekitar pos ini juga mengaku mengalami gangguan. Mulai dari mimpi buruk hingga perasaan diawasi sepanjang malam tanpa sebab yang jelas.
Aura ganjil dan memyeramkan yang menyelimuti Pondok Demit semakin memperkuat reputasinya sebagai salah satu pos paling menakutkan di jalur pendakian Gunung Raung.Nama Pondok Demit sendiri berasal dari kata demit yang dalam bahasa Jawa berarti makhluk halus atau jin. Nama ini tak muncul begitu saja, tapi dibentuk dari rangkaian kisah-kisah ganjil yang sudah berlangsung puluhan tahun.
Redaksi Energi Juang News



