Energi Juang News,Malang – Ternyata Karyo (38) predator seks berdarah dingin. Sudah menikahi emaknya, ngincer pula anak tirinya, Mimin (20). Makanya, Peno (26) yang jadi pacar anak tirinya menjadi ancaman. Dengan teganya mahasiswa calon dokter itu dieksekusi. Karyo Mimin dan Peno, dari cinta segitiga jadi masuk lobang segi empat!
Survei membuktikan, banyak janda punya anak gadis, ketika menikah lagi malah anak bawaan itu dimakan ayah tirinya. Maka para janda yang hendak menikah lagi, harus lebih selektif bila sudah punya anak gadis. Jangan sampai ketemu lelaki predator seks, bisa-bisa anak Anda malah didobel sekalian.
Ny. Murniati (40) warga Klojen, Malang (Jatim) seperti itulah peruntungannya. Menikah lagi dengan perjaka tua Karyo, justru salah pilih total. Dikiranya bujangan lapok ini lelaki santun dan seiman, ternyata malah hanya mengedepankan “si imin”. Bagaimana tidak? Meski Karyo sudah menikahi ibunya, diam-diam juga naksir anak gadisnya, Mimin.
Mimin memang gadis cukup cantik, sehingga wajar saja banyak yang naksir. Tapi di saat yang sama, ayah tirinya si Karyo pengin juga. Alasannya, menikahi Murniati kan hanya jadi “generasi penerus”, sedangkan bilamana mendapatkan Mimin kan bisa “mbelah duren” dalam arti sebenarnya. Karyo lupa, jika tak menikah dengan Murniati dia akan terus membujang sehingga tiap malam selalu kedinginan. Mestinya dia harus berterima kMimin pada Ny. Murniati, karena sudah mendapatkan “obat anget”.
Lantaran Karyo ada minat, setiap ada cowok mencoba mendekati Mimin, dia selalu pasang kuda-kuda. Ada pemuda datang langsung dijawab saja Mimin tak di rumah. Kalau ada tamu cowok, Karyo selalu bermuka masam. Ada saja caranya agar tamunya tidak betah, dari banting pintu sampai nendang kucing, ngeooooong!
Adalah Peno, mahasiswa PTN di Malang, dia juga naksir Mimin dan rupanya dialah yang mampu menaklukkan hati Mimin, sehingga dia berhasil jadi pacarnya. Sering anak tirinya itu diajak jalan-jalan. Sebetulnya Karyo melarang, tapi gadisnya mau sih. Dia sudah mencoba kampanye hitam tentang Peno. “Jangan pilih suami dokter, tak bisa bebas ngomong sama dia nanti. Bayangkan, di depan rumahnya pasti ada plang: jam bicara 17:00 s/d 20:00. Hari Minggu dan hari besar tutup,” kata Karyo sok pintar.
Tapi segala ancaman ayah tirinya tak digubris, sehingga Peno-Mimin semakin lengket. Jelas ini ancaman serius bagi Karyo. Maka dia berusaha melenyapkan pesaing beratnya tersebut. Caranya, dia pura-pura numpang mobil Peno, entah tujuan ke mana. Tapi di jalan Karyo malah menginterogasi calon mantunya itu.HP calon dokter itu juga diminta dan diperiksa isinya. Ternyata isinya banyak chat mesum.
“Baru pacaran sudah chating mesum melulu, jangan-jangan anakku…..!” kata Karyo terputus, karena Peno protes atas tuduhan tak berdasar itu. Keduanya pun lalu ribut di mobil yang diparkir di pinggir jalan. Tahu-tahu Peno dipithing, lalu mukanya ditekan bantal keras-keras sampai kesulitan bernapas dan pacar Mimin pun wasalam.
Dan sekarang Karyo hanya bisa menyesal, dan merasakan dinginnya tembok penjara bareng bareng tahanan lain.
Redaksi Energi Juang News



