Selasa, April 28, 2026
spot_img
BerandaOjo LaliSopir Truk Istirahat Malah Gas Terus

Sopir Truk Istirahat Malah Gas Terus

Energi Juang News,Surabaya- Sebagai sopir truk, Peno,35th memang terbiasa hidup berpindah-pindah. Hari ini di Mojokerto, besok bisa saja sudah ngopi di pinggir jalan Surabaya. Tapi rupanya, mobilitas tinggi itu tidak dibarengi dengan kontrol diri. Setiap berhenti di warung makan, niat awalnya memang mengisi perut. Tapi lama-lama, “menu tambahan bawah perut” jadi kebiasaan.

Istilah di kalangan sopir: “ngaso mampir”. Tapi versi Peno agak beda. Kalau sopir lain cukup makan nasi dan ayam goreng, dia seperti merasa wajib “cuci mulut” dengan urusan bawah perut dengan wanita lain. Istirahat yang harusnya mengendorkan otot, malah jadi ajang “mengeraskan otot yang kendur”.

Dengan latar belakang Peno, pria satu ini tak lagi pilih-pilih sasaran. Bukan hanya pelayan warung, bahkan kekasih teman sendiri pun ikut “disikat”. Poltak (28), sesama sopir, mungkin tak pernah menyangka kos-kosannya berubah fungsi dari tempat istirahat jadi markas maksiat.

Suatu ketika Mince,26 sudah janjian dan dandan cantik bak mutiara dari timur datang mencari Poltak pacarnya. Saat pintu terbuka yang nongolin wajah Peno, dengan expresi melongo mendapati sosok bidadari ada didepan pintu kamar kontrakannya. Karena Poltak yang dicari tak ada ditempat, Mince bermaksud balik arah.

Dasar Peno yang sudah terpesona dengan kemolekan Peni, ia berbohong kalau Poltak lagi pergi ke warung sembako beli makanan untuk tamunya. Mince dimints menunggu didalam kontrakan, dan setiap Mince nanya, ada saja jawaban Peno mengulur waktu. Setelah lama waktu berselang alih-alih memberi kabar, Entah bagaimana Mince  malah curhat perihal Poltak kekasihnya kepada Peno. Peno kegirangan dan meracuni Mince dengan kata kata menyakitkan perihal Poltak. Mulut Peno yang manis bagaikan permen, membuat Mince goyah pendirian.

Baca juga :  Menyembunyikan Rahasia dari Nenek

Melihat Mince yang sudah goyah pendiriannya, Peno mulai pasang aksi dan lama kelamaan pasang alat kotrasepsi. Hari itu Peno sukses menikmati pacar kawannya itu, tanpa ada saksi mata satupun.

Ironisnya, kejadian pertama yang seperti “lolos dari razia”, Peno membuat janji kedua,ketiga dan seterusnya dengan Mince,tanpa membuat Poltak curiga. Peno mungkin mengira dirinya kebal, seperti truk ODOL yang tetap melaju meski melanggar aturan. Padahal, hukum itu seperti polisi tidur biar pelan tapi pasti bikin kaget kalau diterjang.

Setahun berlalu, dan entah karena merasa aman atau memang sudah kebablasan, Peno mengulang perbuatannya. Tapi kali ini Peno tak tahu, Poltak yang curiga tentang hubungan Peno dan Mince. Poltakpun merencanakan aksi penggerebekan koneksi asusila antara pacar dan teman sekamarnya itu..

Rroda kehidupan memang berputar. Kalau terlalu sering ngebut tanpa rem, ya siap-siap saja terguling. Kali ini aksi itu telah direkam Poltak dan melibatkan tetangga kontrakannya. Tetangga dilibatkan, polisi dipanggil, dan Peno pun harus turun dari “kabinnya” untuk pindah ke tempat yang jauh lebih sempit: sel tahanan.

Penopun terusir dari kontrakan, tidak ada lagi warung makan, tidak ada “ngaso mampir”, apalagi kebebasan. Yang ada hanya waktu panjang untuk merenungi nasib.

Kisah ini jadi pengingat, bahwa jadi sopir itu memang harus kuat fisik dan mental. Tapi kalau mentalnya dipakai untuk hal yang salah, ya ujungnya bukan sampai tujuan, tapi masuk jeruji.

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments