Energi Juang News,Kuningan- Dalam urusan asmara cinta, orang mendadak jadi buta, tak pertimbangkan derajat dan semat (harta), yang penting nikmat. Bahkan saking buta dan tulinya, tai kucing pun jika sedang jatuh cinta serasa coklat.
Aneh betul Ny. Peny (40) dari Kuningan ini. Sudah punya suami Kades, kok malah punya PIL Pak Rt Bendot (35) yang sekaligus jadi Pak RT di rumah Kades. Ulah mesum mereka terkuak, ketika chatingan Peny-Bendot ini disadap oleh anak sulung Bu Kades. Akibatnya pasangan mesum itu diusir dari kampung.
Mungkin Bu Kades penderita katarak berat itu adalah Ny. Peny, istri Jupri (45) seorang Kades di Kabupaten Kuningan ini. Sebagai Bu Kades tentu ia jadi panutan ibu-ibu PKK se desa dan jadi teman selimut Pak Kades dimalam hari.
Bendot yang aktif dikegiatan desa terutama giat ibu ibu PKK, selain itu juga usia lebih muda dan perawakan lumayan membuat ibu ibu PKK pun terpesona. Maka tak mengherankan, Bu Kades Peny pun bisa bisanya ikut kasmaran berat pada Pak RT Bendot. Sebagai tambahan RT Bendot ini duda yang baru cerai dengan istrinya.
Melihat Pak Kades suaminya sibuk keluar kota ngurus dana desa, Bu Peny jarang dapat belaian teman selimutnya. Salahnya BuPeny sebagai Bu Kades.tak ambil peduli soal hasil reformasi yang melarang dwifungsi ABRI, apalagi dwifungsi RT. Bu Peny yang kesengsem jadi rajin melibatkan Bendot dalam acara PKK desa, sekaligus PDKT.
Karena memang sering dalam kondisi kesepian, dan setiap ketemu Bendot, Peny kok suka mancing-mancing , akhirnya ya diladeni juga sama Bendot. Setiap ada peluang kesempatan, Bu Peny-Pak Bendot sering chatingan WA sekedar sharing. Tapi lambat laun mereka terlibat chatting hal hal pribadi yang menjurus perselingkuhan.
Parahnya bila mau janjian kencan di kantor desa kontak-kontakan dulu lewat WA juga.
Uci (19) Putri sulung Bu Kades yang curiga atas kelakuan emaknya, diam-diam menyadap chatingan ibu dan RT Bendot tersebut.
Uci kesal dengan ulah kedua orang yang seharusnya dihormati itu,dan lebih parah Pak Kades juga tak percaya laporan Uci putrinya tentang ulah ibunya. Kekesalan Uci yang makin memuncak , maka hasil sadapan itu diprint dan dipublikasikan pada warga desa. Tentu saja warga marah, RT Bendot hampir saja digebuki penduduk. Untung Polsek setempat segera turun tangan menenangkan warga. Keduanya diamankan di Polsek, dan saat diperiksa mengakui segala perbuatannya. Sementara Pak RT ditahan, Bu Kades diusir dari kampung dan mengungsi ke Jakarta.
Hanya Pak RT kok ditaksir, akhirnya malah terusir, kan?
Redaksi Energi Juang News



