
EnergiJuangNews,Sambas- Ada ada saja kelakuan seorang ibu angkat di Sambas ini. Bu Brah (38) bukan nama sebenarnya, tega teganya ia yang seorang perempuan mencabuli Peri(9) anak angkatnya. Tetangga yang mendengar tentu heran dan komen : Kok doyan ya?.
Keseharian Bu Brah yang setiap harinya berdua saja dengan Peri anak tirinya dirumah separo gubuknya, sementara suaminya pergi meladang seminggu sekali pulang. Suaminya yang pekerja keras dan polos tentu percaya saja meninggalkan anak hasil produksi dengan istri pertamanya ditinggal bersama ibu tirinya. Dalam benak suaminya tentu tak ada terbersit pikiran aneh aneh, Masak iya sih Doyan sama sentolop Peri yang dari segi ukuran dan jam terbang tak sebanding dengan punya nya.
Entah setan model apa yang bisa mempengaruhi Bu Brah, saat melihat ‘burung pipit’ Peri yang sering kali sehabis pipis memakai celana diluar kamar mandi. Saat itulah Bu Brah sering memperhatikan, dalam benaknya barangkali bisa bikin video dengan tema burung pipit hinggap di sink hole dengan hapenya.
Saat kesempatan yang datang berulang, disaat itulah Bu Brah juga berulang kesempatan pasang jebakan burung pipit. Namun apalah daya burung pipit Peri itu baru 9 tahun bernapas didunia ini, naluri saja masih anak anak tentu tak ngerti. Yang dia ngerti ibu tirinya suka sekali sama burung pipitnya.
Adegan yang tak pantas dan aneh menjijikkan itu pun direkam dengan sangat detil oleh Bu Brah, berharap video yang ia buat bisa viral. Tak diketahui motifnya, ia tanpa malu mempertontonkan hasil karya nya ke para tetangga, membuat tetangganya hanya bisa ngelus dada, bukan ngelus burung. Memangnya sudah tidak mampu apa memang itu penyakit Bu Brah sendiri, penasaran tetangga.
Tetangga yang merasa kasihan dengan Peri akhirnya melaporkan kasus ibu cabuli anak bersama Humanity Women Children Indonesia (HWCI) Kabupaten Sambas. Tak lama Polisi menerima laporan, Bu Brah langsung diamankan dan ditahan.
Pengakuannya dihadapan Polisi, Bu Brah telah mencabuli anak angkat laki-laki yang berusia 9 tahun. Dan soal Bu Brah menyebar video pencabulan itu untuk melancarkan aksi jual diri, masih diselidiki polisi. Dari pengakuan Bu Brah Polisi pun geleng kepala, sambil ngintip sentolopnya seolah tak berguna..
Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan pengakuan tersangka, aksi cabul itu memang terjadi. Di mana korban disetubuhi SK di kediamannya saat ditinggal berladang suaminya, di Kecamatan Paloh.
“Termasuk cepat kami tangani kasus ini. Setelah terima laporan, kami lakukan penyelidikan, langsung gelar perkara. Besoknya kita langsung tahan pelaku. Dalam waktu 2×24 jam kita ungkap kasus ini. Sudah sesuai SOP,” terangnya.
Karena kalau kasus ini terus berlanjut, kasihan juga jejaka kampung itu sentolopnya jadi pengangguran dobel. Dan belajar dari kasus ini tak hanya membuat pelaku menyesal, tapi suaminya juga merasa terpukul dan tidak percaya.
Dari pada pusing mikirin, si suami dan ayah Peri langsung mengajukan gugatan cerai talak tiga plus.
Redaksi Energi Juang News



