Kamis, April 16, 2026
spot_img
BerandaInternasionalAS–Iran Bertemu Pekan Ini, Trump Dorong Damai

AS–Iran Bertemu Pekan Ini, Trump Dorong Damai

Energi Juang News, Washington DC- Utusan khusus Amerika Serikat untuk kawasan Timur Tengah, Steve Witkoff, mengungkapkan adanya peluang pertemuan antara Washington dan Teheran dalam waktu dekat. Agenda tersebut muncul setelah kedua pihak menjalin komunikasi tidak langsung selama beberapa pekan terakhir di tengah konflik yang terus berlangsung.

Sinyal Negosiasi Makin Terbuka

Pernyataan Witkoff, seperti dilansir Anadolu Agency dan Reuters, Sabtu (28/3/2026), memperkuat laporan sebelumnya soal rencana pertemuan kedua negara. Ia menilai proses negosiasi sebenarnya sudah berjalan, meskipun sempat dibantah oleh sejumlah pihak dari Iran.

“Ada beberapa orang di Iran yang menyangkal adanya negosiasi, tetapi saya pikir semua orang di ruangan ini mengetahui bahwa kita sedang bernegosiasi. Itu jelas,” kata Witkoff saat berbicara dalam KTT Future Investment Initiative (FII), konferensi bisnis Arab Saudi yang digelar di Miami, Florida, AS, pada Jumat (27/3).

Ia juga menyebut adanya perkembangan positif di kawasan, termasuk sejumlah kapal yang mulai melintasi Selat Hormuz. Menurutnya, hal itu menjadi indikasi situasi perlahan membaik.

Proposal 15 Poin Jadi Kunci

Witkoff mengungkapkan bahwa pemerintah AS telah mengajukan proposal berisi 15 poin kepada Iran. Dokumen tersebut diharapkan menjadi dasar penyelesaian konflik yang sedang berlangsung.

“Kami memiliki rencana 15 poin yang telah diajukan kepada Iran sejak beberapa waktu lalu. Kami berharap Iran akan merespons, dan itu bisa menyelesaikan semuanya,” ucapnya.

Baca juga : Ancaman Iran di Selat Hormuz, Kapal Akan Dihajar

Ia kembali menegaskan harapannya agar pertemuan dapat terealisasi dalam waktu dekat.

“Kami memperkirakan akan ada pertemuan pekan ini. Kami tentu berharap demikian,” kata Witkoff.

“Definisi saya tentang negosiasi yang sebenarnya adalah di sini, dan kami tidak akan pergi sampai kami selesai, dan telah telah menawarkannya,” imbuhnya.

Baca juga :  Beberapa Kandidat Dubes RI untuk AS Sudah Dipersiapkan Pemerintah

Trump Ingin Damai, Tapi Tetap Tekan Iran

Dalam pernyataannya, Witkoff menyebut Presiden AS Donald Trump menginginkan tercapainya kesepakatan damai. Namun, pendekatan yang digunakan tetap mengedepankan tekanan.

“Saya pikir Presiden menginginkan kesepakatan damai. Tetapi dia juga percaya pada perdamaian melalui kekuatan. Tanpa tekanan, Anda tidak akan pernah bisa mengajak siapa pun ke meja perundingan,” sebut Witkoff.

Konflik Memanas, Korban Terus Bertambah

Situasi di Timur Tengah semakin memanas sejak serangan gabungan dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Rentetan serangan tersebut menewaskan sedikitnya 1.340 orang di berbagai wilayah Iran, termasuk pemimpin tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan rudal dan drone ke sejumlah target di Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.

Serangan balasan itu menyebabkan kerusakan dan korban luka. Sedikitnya 13 tentara AS dilaporkan tewas, sementara 290 lainnya mengalami luka-luka, termasuk 10 orang dengan kondisi serius.

Selat Hormuz Terdampak, Harga Minyak Naik

Konflik berkepanjangan turut memengaruhi Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi dunia. Sejak awal Maret, aktivitas pelayaran di wilayah tersebut mengalami pembatasan signifikan.

Kondisi ini memicu gangguan rantai pasok global. Biaya pengiriman meningkat dan harga minyak dunia ikut terdorong naik.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments