
EnergiJuangNews,Cianjur-“Kalau bisa, nggak usah datang sajalah ma.” Begitu kebanyakan kata para suami. Tapi bagi Engkus (25, bukan nama sebenarnya), dihubungi teman-teman untuk ikut reuni SMA, senangnya bukan main. Sebab dia memang punya simpanan memori masa lalu dengan teman sesama SMA itu, yakni Mimin (25, bukan nama sebenarnya). “Seperti apa ya Mimin sekarang, punya suami belum? Kalau belum…….” begitu kata Engkus dalam hati.
Dia dulu memang naksir teman kelasnya itu. Dia lebih cantik ketimbang Popon istrinya sekarang, yang memang juga teman sekolah di SMA dulu. Cuma kala itu banyak pesaingnya, lagi pula Mimin anak orang kaya, sehingga Engkus merasa minder. Maka cari yang gampang saja, dan kemudian Engkus mengawini Popon yang bertampang pas-pasan. Jelek sedikit nggak papa, yang penting rasanya Bung!
Eh, 6 tahun setamat sekolah kok tahu-tahu ada undangan reuni. Tentu saja Engkus dan Popon menyambut dengan antusias, sebab dia akan ketemu teman-teman lama yang lucu-lucu kelakuannya. Ada Yusman yang diskors sebulan karena berani minum jatahnya teh Pak Guru. Ada Endang yang dimarhi Pak Darmaji, sebab di kantin sering “dahar lima ngaku siji” ketika makan gorengan.
Dan khusus bagi Engkus, yang menjadi titik perhatian si Mimin itu. Dan ternyata benar, sahabat istimewa itu datang juga. Wih, masih tetap cantik saja gumam Engkus. Dan ketika telah ngobrol bersama, ternyata terungkap dia belum menikah. Ternyata dia dulu tidak tahu bahwa Engkus menaksir dirinya. “Habis kamu dulu nggak ajukan formulir pendaftaran,” kata Mimin melucu.
Awalnya kehadiran Mimin teman lama di masa SMA bikin suasana bahagia mengenang masa lalu. Dari cerita Engkus lama-lama jadi ancaman buat Popon (26, bukan nama sebenarnya) istri sah Engkus, sebab dia siap menjadi bini kedua suaminya, Engkus.
Dan benar saja, sehabis reuni ternyata hubungan Mimin-Engkus makin sering, bahkan kemudian mengadakan pertemuan khusus. Mereka suka ketemuan di tempat ngopi selepas kerja. Karena ocehan Engkus yang lihai soal asmara, dan Mimin yang sudah sejak lama jarang merasakan belaian seorang lelaki .
Dan akhirnya mereka mereka skenario berlanjut tidur di hotel dengan tujuan yang hanya orang dewasa tahu. Di sinilah Engkus dan Mimin bagaikan botol ketemu tutupnys. Mimin yang dulu putih bersih mulus dan wangi, ternyata malam itu ia mendapatinya masih sama seperti dulu. Lekuk tubuh dan belaiannya membuat Engkus kewalahan.
Dan gadis yang pernah ditaksirnya dulu kini sudah pasrah ngaplah-aplah siap untuk dijamah dan dibuahi. Dan ternyata ibarat nasi, Mimin benar-benar berasnya pulen macam beras Cianjur. Malam itu perangkap perselingkuhan dengan acara ngos – ngosan yang memabukkan sudah terjadi beronde – ronde.
Sejak malam itu rasanya Engkus sudah menjadi praktisi poligami, sebab disetiap malam disuguhi dua apem yang bisa dinikmati bergantian. Karena Engkus yang kadang pulang kerja pagi lama-lama Popon jadi curiga. Di samping kini Engkus jarang memberika nafkah batin, diam diam Popon mengecek d HP suaminya dan banyak ditemukan WA dengan kata-kata mesra dan menjurus kata kata khusus orang dewasa.
Seperti disulut api bensin Pertamax Turbo, langsung saja Popon melabrak sahabat lamanya itu. Ditemui dirumahnya jawaban Mimin ndableg betul, “Sudah jodohnya kali, saya jadi bini kedua juga siap.” Karena ternyata Engkus juga puas dengan servis poros tengah Mimin yang terawat orisinel.
Poponpun berasumsi lain, “Enak saja! Situ siap, tapi Popon memilih adu kuat beban di tempat. Maka esok paginya bini Engkus tersebut mendaftarkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Cianjur. Lebih baik berpisah ketimbang makan hati. Dia terpaksa merelakan suaminya direbut sahabat sendiri, yang istilah sekarang disebut pelakor.
Mimin denger kabar setelah beberapa bulan perceraiannya, ternyata Engkus juga tak kuat meladeni kemauan dan tuntutan Mimin yang anak orang kaya. Seluruh harta benda ludes terjual tak tersisa, dan yang tersisa hanyalah penyesalan abadi. Karena Popon sekarang juga telah menikah dengan berondong lebih muda usia,dengan harta jauh lebih mapan.
Redaksi Energi Juang News
.



