Energi Juang News,Medan- Kehidupan sopir truk memang akrab dengan jalanan panjang, warung makan pinggir jalur lintas, dan waktu istirahat yang tak menentu. Namun di balik kerasnya hidup di balik kemudi, kadang ada pula cerita yang bikin geleng kepala seperti yang terjadi di Medan ini.
Poltak, 30, dikenal sebagai sopir truk yang doyan hidup bebas. Karena terlalu sering meninggalkan rumah berhari-hari, lelaki asal Medan itu disebut teman-temannya jadi “buas” di jalanan. Istilah di kalangan sopir bahkan sudah terkenal: setiap ngaso pasti mampir. Bukan cuma cari kopi dan nasi hangat, tapi juga cari hiburan lain.
Tabiat Poltak rupanya bukan sekadar omongan warung kopi. Dalam urusan perempuan, ia dikenal nekat. Lampu merah di jalan saja sering diterobos, apalagi soal batas pertemanan. Pacar teman sendiri pun berani digoda.
Awalnya, Poltak pernah ketahuan dekat dengan Mince, 20, pelayan rumah makan yang ternyata pacar salah satu rekannya sesama sopir. Saat itu masalah sempat reda karena temannya memilih memaafkan. Namun rupanya kejadian tersebut malah membuat Poltak ketagihan bermain api.
Setahun berlalu, sifatnya bukannya berubah malah makin menjadi-jadi. Kali ini sasaran Poltak bukan lagi pelayan rumah makan, melainkan Butet, 22, kekasih teman dekatnya sendiri bernama Simon, 28.
Kejadiannya bermula ketika Butet datang mencari Simon ke kos-kosan tempat para sopir biasa berkumpul. Namun Simon sedang tidak ada di tempat. Poltak yang kebetulan berada di sana kemudian meminta Butet menunggu di kamar kos.
Situasi yang awalnya terlihat biasa mendadak berubah. Tak lama setelah masuk kamar, Poltak mulai menggoda Butet. Perempuan itu sempat menolak, namun Poltak terus memaksa hingga akhirnya terjadi peristiwa yang membuat Butet merasa terhina.
Sayangnya saat itu Butet memilih diam karena malu. Ia tak melapor ke polisi dan mencoba melupakan kejadian tersebut. Poltak pun merasa aman karena tak ada proses hukum yang berjalan. Bahkan ia masih sering mondar-mandir di kos Simon tanpa rasa bersalah.
Yang bikin miris, setahun kemudian kejadian serupa kembali terulang. Saat Butet kembali datang mencari Simon, lagi-lagi ia bertemu Poltak. Bukannya menjaga jarak, Poltak malah kembali menggoda perempuan tersebut.
“Luka hatimu sudah sembuh kan, boleh nambah lagi dong!” ujar Poltak dengan nada bercanda yang justru membuat suasana makin panas.
Ucapan itu akhirnya sampai ke telinga Simon. Tak terima kekasihnya dipermalukan, emosi Simon langsung meledak. Ketika berpapasan dengan Poltak di area parkir truk, Simon tanpa banyak bicara langsung mengayunkan kunci roda ke arah tubuh Poltak.
Brak!
Poltak tersungkur di depan teman-temannya sendiri. Keributan pun pecah sebelum akhirnya dilerai sopir lain yang berada di lokasi. Akibat kejadian itu, Poltak dikabarkan kehilangan pekerjaannya dan kini kembali menganggur.
Cerita ini jadi bukti bahwa hidup di jalanan memang keras. Tapi kalau terlalu sering menerobos batas, yang datang bukan cuma masalah, melainkan juga bogem mentah dan kunci roda.
Redaksi Energi Juang News



