Sabtu, Juli 4, 2026
spot_img
BerandaOjo LaliHeboh Tenda Sakinah di Lokasi Pengungsian Gempa, Warga Sempat Salah Paham

Heboh Tenda Sakinah di Lokasi Pengungsian Gempa, Warga Sempat Salah Paham

Energi Juang News,Sultra- Di tengah suasana duka akibat kehilangan rumah dan harta benda, berbagai fasilitas darurat memang disediakan agar para penyintas tetap bisa menjalani aktivitas sehari-hari. Mulai dari dapur umum, layanan kesehatan, hingga ruang khusus untuk kelompok rentan.

Nah, yang paling menyita perhatian justru sebuah tenda berukuran sekitar 4 x 4 meter dengan papan nama bertuliskan Tenda Sakinah. Sebagian warga sempat mengira tenda itu disediakan sebagai ruang privat bagi pasangan suami istri yang telah lama berpisah akibat bencana maupun tugas pekerjaan.

Tapi apa ya bisa, dalam suasana berduka kehilangan rumah tempat tinggalnya, masih memikirkan rumah untuk sentolop para suami? Toh orang tak tak gituan setahun pun takkan mati, kecuali punya penyakit gula!

Asah sentolop memang kebutuhan pokok manusia selain sembako. Semua orang menggemari, bahkan doyan! Hanya karena keyakinan agama, seseorang mampu meninggalkan kebutuhan satu itu, sehingga seumur hidup tidak menikah. Dalam cerita pewayang bisa disebut Raden Lesmana dari Ayodya dan Resi Bisma di Talkanda. Onderdil miliknya seumur-umur hanya untuk kencing doang,,ck ck..ck…bikin geleng kepala.

Di tempat pengungsian korban gempa Sulawesi ini, tenda itu dibangun dengan ukuran 4 x 4 meter. Di dalamnya tersedia sejumlah ranjang. Yang bisa menggunakan hanya suami istri. Ide ini muncul dari anggota BPBD, karena ada suami istri yang baru ketemu setelah 2 bulan tugas luar kota. Begitu mau melepas rindu, rumahnya hancur. Gagalah acara ngetap olie yang ditunggu tunggu.

Awalnya warga risih dengan fasilitas yang diberi nama Tenda Sakinah itu, tapi lama-lama para korban di penampungan bisa memaklumi. Cuma yang mereka keberatan, ada jadwal pemakaian. Misalnya pasangan si A dan si B jam sekian, pasangan C dan D jam sekian. Malulah, soal begituan kok diumumkan nama-namanya segala. Urusan sentolop jadi bikin malu. Kata yang protesss.

Baca juga :  Saat Panjul Nyerah Menghadapi ‘Istri Tahan Bantingan’

Salut untuk pihak yang punya keberanian menawarkan Tenda Sakinah. Tapi masalahnya, kenapa satu tenda dipasang beberapa ranjang. Memangnya orang bisa melakukannya secara massal, meski dalam kondisi gawat darurat syahwat? Tapi ternyata kata Kades Pasir Goong, Tenda Sakinah itu bukan untuk begituan, tapi buat ibu-ibu sedang menyusui anaknya.

Tapi kadang timbul pertanyaan kala ditanya tujuan menggunakan tenda Sakinah itu untuk menyusui anak. “Yang bener? Menyusui anak apa bapaknyaaa?”

Redaksi Energi Juang News

 

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments