Energi Juang News, Tangerang- Pengen nyicipin ‘apem’ yang ‘anget-anget empuk’ tapi gak punya modal, itu bukan hal yang sulit buat Sarkowi warga Tangerang ini. Pura-pura aja jadi dukun, pasti bakal ada pasien dari kalangan kaum hawa yang datang berkonsultasi. Setelah itu tinggal atur strategi yang jitu agar bagaimana si pasien wanita bisa diajak ‘ berpacu dalam birahi ‘
Sebagai dukun beraliran cabul, Sarkowi,57 dalam menjalankan profesinya justru tidak berpedoman pada protokol kesehatan sesuai yang dianjurkan pemerintah dalam memutus mata rantai virus corona, semisal menjaga jarak dan menghindari sentuhan fisik atau bahasa Sunda-nya phisycal distancing.
Jika dulu protokol kesehatan ala Covid harus cuci tangan dan mencegah sentuhan fisik, kini…protokol kesehatan ala Sarkowi adalah mandi kembang terlebih dulu, untuk selanjutnya melakukan yang asyik-asyik melalui sentuhan fisik, dan disuruh mainin sentolop Sarkowi yang gampang bangun.
Adalah Markonah,25, ibu muda yang kepengen usahanya sebagai pedagang bisa ‘ Laris Manis Tanjung Kimpul, Dagangan Habis Duit Kumpul’.
Setelah mencari informasi sana sini, didapatlah nama Sarkowi, dukun yang katanya super manjur. Berharap besar bahwa di tangan Sarkowi semua urusan lancar, Markonah pun manut atas prosesi dan prosedur pengobatan yang standar dan prosedur-nya telah sang dukun tetapkan.
Prosesi pertama yang harus dijalani Markonah adalah mandi air kembang dengan cara dimandikan oleh Sarkowi sendiri. Pada ritual mandi kembang itu, tubuh Markonah masih dibalut selembar kain. Nah ni die, begitu melihat lekuk tubuh Markonah yang tembus pandang karena kain yang basah mengundang selera memagut rasa, kerongkongan Sarkowi mulai cekot-cekot dan kepala sentolopnya cenut-cenut.
Akal bulus agar tujuannya berjalan mulus, dilanjutkan Sarkowi dengan ucapan, bahwa supaya air kembang lebih meresap ke dalam tubuh, kain yang membalut tubuh Markonah harus dilepas. Dengan berpikir sederhana, gak apa-apalah sekedar memberi ‘pemandangan’ indah kepada si dukun, Markonah pun melepas kain yang membalut tubuh sintalnya.
Dan ketika tubuh Markonah sudah polos tanpa sehelai benang pun, ‘perabotan’ Sarkowi mulai berontak, yang tadinya kecil jadi membengkak nagih.
Cukup dengan hanya maju satu langkah, Sarkowi sudah bisa memeluk Markonah dengan leluasa. Ketika Markonah memberontak berusaha melepas pelukan, Sarkowi cukup membisikkan satu kalimat ke telinga Markonah: ” Supaya misi ini berhasil, kita harus menyatukan jiwa raga kita.”
Sudah mandi basah dan benar-benar sudah terlanjur basah membuat Markonah pasrah saat Sarkowi menuntasksn dahaga asmaranya.
Lama menunggu apa yang diharapkan tak menjadi kenyataan, dagangan yang dijualnya tak juga laris manis, mulailah membuat Markonah curiga. Markonah yang sudah menyerahkan tubuhnya mentah-mentah, ternyata ditipu mentah-mentah pula oleh Sarkowi. Malu gak malu, kasus dukun cabul ini akhirnya dilaporkan ke Polresta Depok.
Hasil pemeriksaan polisi, ternyata ada lagi tiga wanita lainnya yang ikut menjadi korban dukun cabul Sarkowi. Kasat Reskrim Polresta Depok, Komisaris Agus Salim, Minggu(13/6) lalu mengatakan, kalau si dukun cabul warga Jalan Haji Nurdin, Cipayung ini tengah diperiksa intensif.
Sarkowi yang sempat ‘berdingin-dingin empuk ‘ mandi bareng Markonah kini harus merasakan dingginnya terali besi penjara. Waaaahh…
Redaksi Energi Juang News



