Kamis, Juli 23, 2026
spot_img
BerandaRemang SenjaKisah Mistis Makam Tionghoa Bong Guwo Kediri

Kisah Mistis Makam Tionghoa Bong Guwo Kediri

Energi Juang News,Kediri- Kompleks makam China atau Tionghoa di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri tak seluruhnya dihuni jenazah. Sejumlah warga nekat mendirikan bangunan rumah yang bersebelahan dengan makam.

Tumirah tak mengetahui alasan mertuanya membangun rumah di kompleks pemakaman Tionghoa. Sejak menikah dengan suaminya dan tinggal bersama, dia sudah menghuni salah satu kamar yang bersebelahan dengan makam.

Perempuan 59 tahun ini mengaku sudah bertahun-tahun tinggal di Bong Guwo, sebutan untuk kompleks makam Tionghoa. Bersama suaminya, dia menghuni rumah peninggalan mertuanya yang telah meninggal. “Bapak mertua saya dulu sempat menjadi juru kunci Bong Guwo, namanya Pak Panidi,” kata Tumirah

Menurut Tumirah, Panidi meninggal beberapa hari setelah melakukan pemindahan makam Tionghoa. Makam-makam yang ada di sana rata-rata sudah berusia ratusan tahun. Beberapa keluarganya kadang melakukan pemindahan makam dengan melibatkan warga sebagai pekerja.

 “Tidak tahu ada hubungnnya sama bongkar makam apa tidak, tapi dia meninggal beberapa hari setelah ikut membongkar salah satu makam,” cerita Tumirah.

Ketika awal menempati rumah di area makam, Tumirah sempat merasa takut. Apalagi dia mendapatkan gangguan makhluk halus baik berupa suara atau penampakan yang menakutkan.

Salah satu penampakan yang masih diingatnya adalah ketika hendak menutup pintu depan rumah. Saat menatap keluar, Tumirah mendapati sesosok perempuan dengan rambut panjang hingga ke lutut berdiri di depannya. Perempuan itu diam dan tak berkata apa-apa. Tumirah meyakininya sebagai kuntilanak penunggu pohon jambu mete di belakang rumah.

Pohon jambu mete itu berada di area makam, tak jauh dari rumahnya. Bahkan deretan makam China terlihat jelas dari jendela rumahnya.

Gangguan lain yang dialami Tumirah adalah suara berisik di belakang rumah. Seperti suara seseorang yang sedang memasak di dapur pada malam hari. Padahal di rumah itu tak ada orang lain selain dirinya dan suaminya yang tengah tertidur lelap. “Kalau suara-suara seperti itu sudah biasa, jadi kebal,” katanya.

Baca juga :  Tumbal Alas Jati Peteng: Misteri Nenek dan Lawang Setan

Selain kuntilanak, penampakan genderuwo juga kerap muncul di atas pohon mangga sekitar makam. Sejumlah warga yang melewati pohon itu menyaksikan penampakan genderuwo yang kadang menggangu mereka.

“Pohon mangga itu tiba-tiba seperti ada yang menggerakkan. Pas adik saya lihat ke atas, ada genderuwo. Semakin ke atas (area makam) memang lebih angker,” kata Tumirah.

Meski demikian Tumirah masih meyakini jika makam Jawa jauh lebih angker dibanding makam Tionghoa. Bahkan banyak masyarakat yang beranggapan jika makam Tionghoa dihuni hantu China seperti vampir. “Itu di filmnya saja,” katanya.

Ketua Perkumpulan Rukun Sinoman Dana Pangrukti Kediri, Edhi Laksmana mengatakan jika Bong Guwo sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Makam ini sudah ada sejak jaman Belanda. Namun Edhi menegaskan jika makam itu tidaklah angker.

Menurut Edhi jumlah makam yang ada di sana sekitar 58 dengan jumlah jenazah mencapai 89. Rencananya makam itu akan dipindah ke pemakaman China di Bukit Klotok. Lokasi Bong Guwo akan dijadikan perluasan pembangunan gedung SMA.

Angkernya Bong Guwo ini juga ditampik Heri Sutrisno, mandor pembongkaran makam. Heri yang sudah bolak balik membongkar dan memindahkan kuburan China sama sekali tak mendapat gangguan makhluk halus.

“Saya juga ikut membongkar dan memindahkan jenazah yang di TPA. Tidak pernah ada gangguan apa-apa. Mungkin karena niat kita kan bekerja, niatnya baik,” kata Heri.

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments