Senin, April 27, 2026
spot_img
BerandaRemang SenjaJejak Sunyi Bayu: Menyibak Misteri Makam Mbah Sambo Yang Terlupakan

Jejak Sunyi Bayu: Menyibak Misteri Makam Mbah Sambo Yang Terlupakan

Energi Juang News,Tuban- Malam itu angin dari arah utara membawa bau asin laut yang samar. Di sebuah warung kopi pinggir jalan di Gresik, saya bertemu Bayu—seorang penjelajah situs yang kisahnya belakangan ramai dibicarakan di kalangan pecinta horor lokal.

Penampilannya biasa saja. Kaos lusuh, tas ransel tua, dan kamera yang tampak sudah sering jatuh bangun di medan ekstrem. Tapi dari sorot matanya, ada sesuatu yang berbeda—seolah ia telah melihat hal-hal yang tidak semua orang mampu pahami.

“Saya nggak pakai riset ribet,” katanya membuka percakapan. “Pokoknya jalan aja. Random.”

“Random?”

“Iya. Yang penting sampai. Lihat sendiri. Rasain sendiri.”

Metode itu terdengar nekat. Tapi justru dari situlah, Bayu menemukan tempat-tempat yang bahkan warga sekitar pun hanya “pernah dengar,” tanpa benar-benar berani mendekat.

Bayu (24), seorang alumnus seni rupa, menjelajah wilayah Gresik, Lamongan, hingga Tuban tanpa arah pasti.

Ia pernah tersesat ke perbukitan sunyi, masuk ke goa yang nyaris runtuh, hingga berdiri di tengah tambak kosong yang hanya ditemani suara angin dan gemericik air.

Bayu juga cerita pernah suatu waktu, ia mengalami kejadian yang tidak wajar. Kejadian mistis. “Saya pernah mengalami kejadian mistis. Rasanya seperti kesetrum, kurang lebih 3 detik. Itu lantaran saya lupa tidak berdoa dulu, mengucapkan salam atau kirim fatihah sebagaimana kebiasaan saya ziarah kubur, di makam mbah Sambo” ungkap pria kelahiran 1975 ini.

Selain itu, Bayu yang mengaku tidak memiliki kemampuan merasakan kehadiran makhluk gaib atau istilahnya indigo, namun sebab kebiasaannya berziarah ini, ia jadi bisa membaca situasi makam itu seperti apakah tempat yang ia tuju, netral atau menolak.

“Saya tidak punya (kemampuan telepati), tapi akhirnya saya bisa merasakan, oh ini tempatnya ‘welcome’, ini tempatnya netral, dan ini tempat enggak mau diekspos,” jelas Alumnus Seni Rupa ini.

Baca juga :  Misteri Gedung Bersejarah di Kampus Bandung dan Melodi Kematian

“Padahal saya jelas-jelas merekam tempat itu. Tapi sesampai di rumah. Videonya bukan tidak bisa diputar melainkan kosong dari galeri saya. Yah ini cerita pengalaman saya,” ungkapnya.

Sebagai seorang yang telah lama mempelajari fenomena supranatural, saya melihat pola yang konsisten dalam pengalaman Bayu.

Tempat-tempat yang ia kunjungi bukan sekadar lokasi fisik, melainkan ruang yang menyimpan “residu energi”—baik dari sejarah, ritual, maupun peristiwa traumatis.

Ketika seseorang datang tanpa “etika spiritual” seperti salam atau doa, ia dianggap sebagai intrusi.

Dan dalam banyak kasus, respons dari “penghuni” tempat tersebut bisa sangat nyata.

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments