Energi Juang News,Jakarta- Ada satu cara sederhana untuk membuat pertandingan sepak bola terasa semakin besar: menyalakan musik dengan volume yang cukup untuk membuat tetangga ikut tahu bahwa malam itu ada laga penting. Apalagi jika yang bertanding adalah Argentina dan Spanyol dalam partai puncak yang penuh gengsi.
Sebelum peluit pertama dibunyikan, Lagu Final Piala Dunia 2026 bisa menjadi teman terbaik untuk membangun suasana. Dari irama Latin yang panas, cumbia yang membuat badan ingin bergoyang, hingga lagu-lagu klasik yang sudah menjadi bagian dari sejarah sepak bola dunia, semuanya memiliki satu tugas: membuat semangat semakin sulit direm.
Berikut 10 lagu yang cocok masuk ke playlist sebelum menyaksikan final Piala Dunia 2026.
1. Dai Dai – Shakira dan Burna Boy
Sebagai lagu resmi Piala Dunia 2026, “Dai Dai” menjadi pembuka yang sulit ditolak. Shakira membawa warna Latin yang sudah menjadi ciri khasnya, sementara Burna Boy menghadirkan sentuhan Afrobeats yang membuat lagu ini terdengar lebih modern dan global.
Perpaduan keduanya terasa seperti pesta yang tidak mengenal batas negara. Shakira sendiri memandang sepak bola sebagai sesuatu yang mampu mempertemukan berbagai budaya dan manusia dari latar belakang berbeda.
Jadi, jika pertandingan belum dimulai tetapi suasana hati sudah ingin berpesta, “Dai Dai” adalah pilihan yang tepat.
2. DNA (More Than A Game) – Andrea Bocelli, David Guetta, EJAE, dan Megan Thee Stallion
Bagaimana jika Andrea Bocelli, David Guetta, EJAE, dan Megan Thee Stallion berkumpul dalam satu lagu? Jawabannya adalah “DNA (More Than A Game)”.
Lagu ini menjadi kolaborasi lintas genre dan bahasa. Ada sentuhan musik klasik, EDM, rap, hingga vokal dalam bahasa Inggris, Italia, dan Korea.
Andrea Bocelli bahkan mengakui bahwa musik seperti ini berada cukup jauh dari dunia partitur yang biasa ia bawakan. Namun, justru di situlah daya tariknya. Lagu ini terasa seperti bukti bahwa sepak bola dan musik memiliki satu kesamaan: keduanya bisa membuat orang-orang yang berbeda ikut bernyanyi dalam satu irama.
3. La Copa de la Vida – Ricky Martin
Tidak ada daftar musik sepak bola yang benar-benar lengkap tanpa “La Copa de la Vida”.
Dirilis untuk Piala Dunia 1998 di Prancis, lagu Ricky Martin ini masih menjadi salah satu standar emas lagu bertema sepak bola. Campuran bahasa Inggris dan Spanyol berpadu dengan energi Eurodance yang membuat pendengarnya sulit duduk tenang.
Begitu bagian refrein terdengar, suasana ruang keluarga bisa berubah menjadi tribun stadion. Bahkan mereka yang tidak terlalu hafal sepak bola biasanya tetap tahu kapan harus ikut berteriak.
4. Despechá – Rosalía
Bagi pendukung Spanyol, “Despechá” bukan sekadar lagu. Lagu Rosalía ini sudah akrab dengan suasana kemenangan La Roja.
Dengan tempo cepat dan energi yang penuh percaya diri, “Despechá” sangat cocok menjadi soundtrack untuk tim Spanyol yang berhasil melaju ke final. Jika Spanyol mencetak gol, jangan heran jika lagu ini kembali terdengar dan membuat suasana stadion berubah menjadi pesta.
Musiknya terasa seperti gaya permainan Spanyol: cepat, berani, penuh teknik, dan sedikit membuat lawan pusing.
5. Mi Gran Noche – Raphael
Dari musik modern, kita beralih ke lagu klasik yang tak pernah benar-benar pergi.
“Mi Gran Noche” milik Raphael menjadi salah satu lagu yang tetap bertahan di tengah perubahan zaman. Lagu pop Latin era 1960-an ini masih memiliki tempat khusus di hati masyarakat Spanyol.
Irama yang ceria, paduan suara yang mudah diikuti, serta nuansa perayaan membuatnya cocok diputar di klub, bar, acara televisi, hingga pesta kemenangan.
Kalau Spanyol benar-benar mengangkat trofi, “Mi Gran Noche” mungkin akan terasa semakin relevan. Karena pada akhirnya, setiap juara memang ingin merayakan “malam besar”-nya.
6. La Roja Baila – Sergio Ramos, Niña Pastori, dan RedOne
Salah satu hal menarik dari “La Roja Baila” adalah kolaboratornya. Ada mantan pesepak bola Sergio Ramos, penyanyi flamenco-pop Niña Pastori, dan produser musik RedOne.
Lagu yang berarti “Si Merah Menari” ini dibuat untuk menggambarkan semangat tim nasional Spanyol. Meski awalnya dirilis untuk Kejuaraan Eropa 2016, lagu tersebut tetap memiliki tempat di hati para pendukung La Roja.
Liriknya sederhana dan mudah dinyanyikan. Dan dalam sepak bola, lagu seperti itu biasanya justru yang paling berbahaya—karena bisa terus terngiang-ngiang di kepala.
7. La Cumbia de los Trapos – Yerba Brava
Beralih ke kubu Argentina, ada “La Cumbia de los Trapos” dari Yerba Brava.
Lagu cumbia berenergi tinggi ini telah menjadi bagian penting dari budaya suporter Argentina. Judulnya merujuk pada bendera dan kain-kain yang biasa dikibarkan di tribun stadion.
Sejak kemenangan Argentina di Piala Dunia 2022, lagu ini semakin kuat menjadi bagian dari identitas sepak bola mereka. Melodinya mudah dikenali dan memiliki energi yang sangat cocok dengan suasana suporter Argentina yang terkenal penuh gairah.
8. Matador – Los Fabulosos Cadillacs
“Matador” adalah lagu yang biasanya langsung membuat suasana menjadi lebih panas.
Karya Los Fabulosos Cadillacs ini memadukan ska, samba, reggae, rock, serta elemen candombe Afro-Argentina. Bagian tiupnya memberikan energi besar yang membuat lagu ini terasa seperti rekaman pesta.
Menariknya, di balik irama yang ceria, lagu ini sebenarnya memiliki konteks sosial dan kritik politik yang kuat. Namun, dalam dunia sepak bola, “Matador” telah bertransformasi menjadi simbol kegembiraan, keberanian, dan semangat perlawanan.
Ketika Argentina mencetak gol, lagu ini seperti memiliki kemampuan untuk membuat stadion berubah menjadi lautan pesta.
9. Dumbai – Ca7riel dan Paco Amoroso
Bagi pendukung Argentina yang ingin playlist dengan warna lebih modern, “Dumbai” bisa menjadi pilihan menarik.
Duo Ca7riel dan Paco Amoroso menggabungkan pop Latin dengan ketukan trance, trap, dan ritme tropis. Hasilnya adalah musik yang terasa modern, eksperimental, tetapi tetap memiliki energi untuk menemani malam panjang.
Dibandingkan beberapa lagu mereka yang lebih agresif, “Dumbai” menghadirkan suasana yang sedikit lebih santai. Cocok untuk didengarkan sebelum pertandingan dimulai sambil menunggu teman-teman datang dan menentukan siapa yang paling yakin tim favoritnya akan menang.
10. Waka Waka (This Time for Africa) – Shakira dan Freshlyground
Menutup daftar ini, tentu saja, ada “Waka Waka”.
Lagu resmi Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan ini sering disebut sebagai salah satu lagu tema Piala Dunia terbaik sepanjang masa. Shakira berhasil menggabungkan energi pop global dengan pengaruh musik Afrika dan sentuhan soca.
Hasilnya adalah lagu yang tidak hanya populer ketika turnamen berlangsung, tetapi juga terus hidup bertahun-tahun setelahnya.
Ada lagu yang hanya menjadi soundtrack sebuah turnamen. Namun “Waka Waka” berhasil menjadi soundtrack sebuah generasi.
Final Piala Dunia bukan hanya soal 90 menit pertandingan. Ada perjalanan panjang menuju laga puncak, ada jutaan pendukung, ada tradisi, ada rivalitas, dan tentu saja ada musik yang menemani semuanya.
Dari “Dai Dai” milik Shakira dan Burna Boy hingga “Waka Waka” yang masih sulit dilupakan, 10 lagu ini menawarkan berbagai warna untuk menyambut pertandingan Argentina melawan Spanyol.
Jadi, sebelum peluit pertandingan berbunyi, siapkan playlist, naikkan volume secukupnya, dan biarkan musik membangun suasana.
Karena dalam final sebesar Piala Dunia, kadang-kadang pertandingan belum dimulai, tetapi jantung para pendukung sudah lebih dulu bermain 90 menit.
Redaksi Energi Juang News



