Energi Juang News, Jakarta- Sejumlah pihak menyampaikan keterangan berbeda terkait keberadaan Yasinta Moiwend atau Mama Yasinta dalam beberapa hari terakhir. Di tengah polemik tersebut, kuasa hukumnya menegaskan bahwa keberangkatan Yasinta ke Jakarta dilakukan atas keinginannya sendiri untuk menempuh jalur hukum.
Kuasa hukum Mama Yasinta, Tongku Solah Hamonangan Daulay, membantah tudingan bahwa kliennya dibawa secara diam-diam ke Jakarta untuk membuat laporan di Polda Metro Jaya. Menurut dia, Yasinta tetap berkomunikasi dengan anak-anak serta keluarganya selama proses tersebut berlangsung.
“Tidak benar. Mama tetap kontak dengan anak-anak mama dan saudaranya,” ujar Daulay saat dikonfirmasi pada Ahad, 31 Mei 2026.
Daulay juga menepis isu yang menyebut Yasinta diterbangkan menggunakan pesawat jet pribadi. Ia hanya menjelaskan bahwa kliennya berangkat menggunakan pesawat dan telah mencari pendamping hukum sejak awal Mei 2026.
Yasinta Disebut Mencari Pendamping Hukum Sejak Awal Mei
Menurut Daulay, Yasinta pertama kali berkonsultasi dengannya pada 15 Mei 2026 untuk membahas langkah hukum yang akan ditempuh. Setelah pertemuan tersebut, ia resmi menjadi kuasa hukum Mama Yasinta.
Daulay mengatakan, komunikasi awal terjadi melalui jaringan paguyuban Batak di Papua yang kemudian mempertemukan Yasinta dengan dirinya. Dukungan dari rekan-rekan sesama perantau, kata dia, turut membantu keberangkatan Yasinta ke Jakarta.
Meski demikian, Daulay tidak menjelaskan secara rinci lokasi keberadaan kliennya saat ini. Ia hanya menyebut Yasinta berada dalam perlindungan tim kuasa hukum.
Keluarga Mengaku Kehilangan Kontak
Di sisi lain, keluarga Mama Yasinta menyampaikan versi berbeda. Melalui sebuah video yang diterima Tempo, salah satu anak Yasinta mengaku keluarga kehilangan kontak dengan ibunya sejak Ahad, 24 Mei 2026.
Menurut keterangan keluarga, komunikasi terakhir terjadi pada Sabtu, 23 Mei 2026. Setelah itu, Yasinta tidak dapat dihubungi. Keluarga menduga telah terjadi komunikasi dan perencanaan tertentu yang membuat Yasinta keluar dari Kampung Wogekel, Distrik Ilwayab, Merauke, Papua Selatan, tanpa sepengetahuan mereka.
Anak Yasinta menyebut ibunya sempat bermalam di pos TNI di Kampung Wogekel sebelum diduga dibawa bersama aparat yang bertugas mengamankan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Kampung Wanam serta sejumlah pejabat distrik.
Keluarga juga menduga Yasinta sempat berangkat menggunakan kapal menuju Merauke. Namun, sehari kemudian mereka memperoleh informasi bahwa Yasinta akan melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat menuju Timika, Papua Tengah.
Hingga Jumat, 29 Mei 2026, keluarga mengaku belum mengetahui secara pasti keberadaan Yasinta.
Laporan Polisi Picu Kejutan di Pihak Keluarga
Perkembangan terbaru diketahui keluarga setelah sejumlah aparat dan pejabat distrik kembali ke Kampung Wanam dari Merauke menggunakan helikopter. Dalam kesempatan itu, keluarga disebut dapat berkomunikasi dengan Yasinta melalui telepon genggam milik salah seorang aparat.
Dalam percakapan tersebut, Yasinta meminta dokumen identitas berupa kartu tanda penduduk dan kartu keluarga. Ia juga menyampaikan adanya rencana pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto.
Di tengah polemik yang berkembang, Yasinta bersama kuasa hukumnya melaporkan Ketua LBH Merauke berinisial JTW ke Polda Metro Jaya terkait film Pesta Babi. Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/3843/V/2026/SPKT/Polda Metro Jaya tertanggal 29 Mei 2026. Yasinta melaporkan dugaan pelanggaran Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi.
Langkah hukum itu mengejutkan keluarga. Selama ini, Yasinta dikenal dekat dengan perjuangan masyarakat adat yang menolak proyek strategis nasional di Papua Selatan.
Keluarga menilai terdapat pihak tertentu yang berupaya membenturkan perjuangan masyarakat adat dengan kepentingan proyek strategis nasional. Mereka juga meminta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), serta Komisi Nasional Anti-Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) turut mengawal keberadaan Yasinta.
“Sampai sekarang kami tidak tahu kondisi mama. Apakah beliau baik-baik di Jakarta atau diintimidasi,” ujar salah satu anak Yasinta.
Redaksi Energi Juang News



