Energi Juang News,Kediri- Orang paling sabar se Kediri mungkin hanyalah Paidi, 30. Memergoki istrinya selingkuh dengan lelaki, kepala masih dingin. Bukannya ditonjok atau dihajar habis, malah Penyok, 28, diminta menikahi Menik, 26, istrinya sekalian. Malah lelaki itu diajak Paidi ke rumah mertua untuk “timbang terima” bini.
Dalam dunia perwayangan, Prabu Puntadewa terkenal akan kesabaran dan keiklasannya. Jangankan harta, bininya pun jika diminta orang akan diberikan. Padahal suami yang normal pastilah marah, bahkan bisa membunuhnya.
Tapi Puntadewa tidak demikian. Jika minta istrinya benar-benar serius, akan diserahkan dengan ikhlas. Kalau perlu biasa ke KUA dan walimahan (resepsi) akan ditanggungnya pula!
Paidi warga kampung di Kediri, adalah Puntadewa di era digital. Orangnya sangat sabar, nggak tahu kalau ditagih pinjol. Istrinya yang cantik, meski digoda dan dilirak- lirik orang tak pernah cemburu dan marah. Prinsipnya, silakan pusing sendiri, wong aku yang punya saja biasa saja.
Dia tahu siapa tetangga yang suka menggoda Menik, tapi malah sang istri dipacokke (dipacarkan) dengan orang itu. “Kae galo, digoleki hyangmu (tuh dicari pacarmu),” kata Paidi sambil cengengesan tanpa ekspresi. Meski tahu itu sekedar guyon, tapi Menik kecewa juga karena suaminya tak punya “sense of belonging” atas istrinya.
Di sinilah Menik jadi penasaran, ingin menjajagi seperti apa suasana batin suami atas dirinya. Apalagi kata temannya sentolop dan servis lelaki lain punya sensasi tersendiri. Karena itulah ketika ada lelaki tetangga desa naksir dirinya, diberinya lampu hijau dalam penjajagan. Padahal itu tindakan yang sangat ceroboh, bisa membahayakan keutuhan keluarga.
Namanya lelaki kasmaran kelas kucing garong macam Penyok ini, jangankan diberi lampu hijau, lha wong diberi lampu merah saja nekad dengan alasan belok kiri boleh langsung. Hehehe.
Melihat kecantikan dan kemolekan Menik menggugah sentolop Penyok yang lama nganggur, karenanya tambah semangat mendekati Menik. Dan tujuan orang punya PIL-WIL pun tercapai sudah, karena lampu hijau Menik hingga mempersilakan naik ke ranjangnya dan aksi adu ketangkasan diatas ranjang pun terjadi.
Perempuan satu ini dulunya memang pemain hidung belang,makanya kala iseng-iseng jadi serius ya kelakuan Menik ini. Sebab ternyata servis Penyok luar biasa. Ibarat main bulutangkis, smash-nya tajam menukik, sampai Menik teriak kepayahan, digas terus pake sentolop Penyok.
Sejak itulah dia jadi bersikap, selamat tinggal Paidi. Kinerja Penyok sungguh luar biasa, kalau PNS layak dapat Tukin (tunjangan kinerja). Keseringan naik ranjang orang, lama-lama skandal Menik-Penyok ketahuan suami.
Uniknya pihak yang berkompeten malah tidak marah, padahal tetangga sudah geregetan mau nggasak Penyok. Apa kata Paidi ketika tahu bininya diobok-obok orang? “Daripada nanggung, nikahi saja istriku ini ya!” kata Paidi serius.
Sebab dengan mobil ketiganya langsung menuju ke rumah mertua di lain kampung untuk “timbang terima” Menik. Dengan santai dia menyerahkan Menik pada orangtuanya. “Nanti setelah saya cerai resmi, biar segera dikawin sama mas ini…..,” katanya datar.
Redaksi Energi Juang News



