Energi Juang News, Gresik–Tidak ada suami yang rela, istri satu satunya yang boleh `dinikmati` orang lain. Di Bawean, Gresik, sebuah kisah burung walet berliur disarang orang lain, memaksa banyak orang untuk mengambil benda keras apapun untuk beri pelajaran pelaku yang sudah mencoreng wilayahnya, atau karena kecolongan.
Sehari hari bekerja di sarang walet bos Dodi, melibatkan Penot (nama samaran)dalam urusan bejibun yang menyita waktu dan konsentrasi. Dari banting karung goni hingga banting tulang memenuhi kebutuhan Sumi (nama samaran) dan Penot junior anaknya. Saat bekerja tak terlintas apa yang terjadi dirumahnya, bisnis sarang walet Bos Dodi menyita waktunya. Tapi apes buat Penot,saking sibuknya ia tak menyadari ternyata ‘sarang’ istrinya yang dirumah yang sedang ranum mewangi, peminatnya banyak dibanding sarang walet bos Dodi.
Ada lelaki yang berkeliaran diluar sana ternyata lebih agresif ingin menaruh air liur disarang Sumi istrinya. Dan lebih mengejutkan adalah, justru `Sarang walet` Sumi disinggahi burung walet Bondet (nama samaran) laki-laki yang tak lain adalah teman kerjanya Penot.
Memang sering kali Bondet bareng pulang kerja dengan Penot, terkadang hanya sekedar mampir. Tapi entah setan dari mana yang menghinggapi Bondet, setiap Bondet menyambangi rumah Penot, jakunnya selalu glek-glekan manakala bertemu Sumi istrinya. Bodi Sumi yang sintal dan dadanya yang padat menonjol rupanya menggamit rasa dan menebar pesona dalam diri Bondet, duda yang sudah lama bercerai.
Belum didapat konfirmasi lebih lanjut, bagaimana hal ihwalnya sampai Bondet berhasil menaklukkan hati istri temannya itu, sampai bersedia ‘burung walet’-nya bisa masuk di sarang Sumi. Padahal Sumi sudah memproduksi seorang anak dengan Penot suaminya. Namun seolah tak peduli gunjingan tetangga, Sumi tetap membuka pintu untuk sarang waletnya disinggahi Bondet. Adegan demi adegan Bondet praktekkan seperti ide film yang sering ia jadikan inspirasi.
Awalnya acara menyinggahi walet Sumi tak terdeteksi warga, tapi lama kelamaan tercium juga air liur Bondet tumpah sembarangan. Layaknya sinetron, suara berita perwaletan Bondet dan Sumi makin nyaring. Bahkan tukang sayur keliling memberi sinyal kuning ke Penot soal sarang Sumi yang `disinggahi` Bondet. Pertemanan mereka yang luar dalam membuat Penot masih menaruh sabar ke Bondet.
Suatu hari yang sudah direncanakan sebelumnya, Penot mendatangi tempat kerja temannya itu. Sesampainya di lokasi, Bondet ditanya tentang perselingkuhan dengan istrinya. Bondet awalnya tak mengakui, namun teman seruangan Bondet berbisik ke Penot kalau Bondet sering menceritakan perselingkuhan dengan Sumi.
Penot karuan saja emosi dan terbakar hatinya, dengan hati terbakar segera bertindak. Ia mengumpulkan tetangganya yang sudah geram lama, membuat perhitungan dengan Bendot. Saat mereka Penot mengintai rumahnya ia melihat Bendot. Penot dan warga tanpa basa-basi lagi menhajar Bendot, Penot mengeluarkan pisau dari dalam tas dan menusukkannya ke dada Bondet. Tiga tusukan membuat Bondet wassalam, mati kehabisan darah. Tanpa pikir panjang Penot menyerahkan diri ke Polres Gresik untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Gara-gara burung walet Bondet masuk tanpa ijin ke sarang Sumi, dua-duanya harus menanggung akibatnya. Yang satu masuk kubur, yang satunya masuk penjara.
Singkat cerita perselingkuhan itu diketahui Penot hingga dia pun memandang perlu memberikan perhitungan kepada laki-laki yang sudah sembarangan masuk sarang istrinya itu.
Redaksi Energi Juang News



