Energi Juang News, Sidoarjo-Namanya juga buruh bangunan, Sudrun, 20, mau kencan dengan WTS online tampilannya tetap lusuh bau semen Gresik. Celakanya, diremehkan tak punya uang oleh Konah, 22, rekanan kencannya, Sudrun tersinggung.
Belum juga kencan, kuli bangunan itu ngerujak Konah hingga dua hari dihotel.
Kata orang ngerti tuh jangan lihat orang dari penampilan luar, banyak orang tertipu sama penampilan necis tapi maling. Ketua Jampidsus yang ngumpetin harta emas dan duit milyaran, ternyata hasil nyolong. Paling kalo dibui hobinya makan tahu pong, yang sekali makan paling ribuan.
Maka biar ada orang berpenampilan lusuh, dipandang sebelah mata. Apalagi menghitung isi dompetnya bisa tersinggung, dan jangan dihantam kromo bahwa dia orang miskin.
Bisa saja dia orang kaya dan berpengaruh tapi keliatan miskin. Lihat saja Ir. Basuki Hadimulyono, meski HP-nya hanya Nokia-105 tapi dia Ketua Otorita IKN lo. Kalo duit dia sudah tak butuh, datang sendiri.
Nah, cewek online sebagaimana Konah dari Sidoarjo ini rupanya salah duga pada pelanggannya yang tampang kuli. Ketika datang Sudrun dengan pakaian lusuh ke kamar kosnya, dia menerimanya dengan ogah-ogahan. Malah Konah pikir ada pemulung nyasar masuk kamar kosnya.
Kesannya dia kecewa pada anak muda yang dikenalnya lewat aplikasi pertemanan itu. Datang hanya pakai baju T-shirt dan bau semen Gresik isi 40 Kg. Paling-paling kuli bangunan bagian ngaduk semen, atau menggayak pasir. Isi dompet malam isi besok pagi palingan kempes.
Tapi ternyata Sudrun orang yang tak suka ferivikasi isi dompet, tanpa pemanasan langsung mengajak pertandingan final dimulai. “Memangnya kamu punya uang?” kata Konah masih saja ogah-ogahan.
Karena nafsu Sudrun yang sudah memuncak,dan sentolop sudah berontak dalam celana, lemes seketika mendengar pertanyaan Konah. Memang sedikit kata-kata itu, tapi kata Asmuni Srimulat, itu sengak didengar. Merasa diremehkan, Sudrunpun jadi tersinggung.
Cewek open BO itu langsung saja dirujak pake sentolop sampai pagi. Begitu pagi bangun langsung dirujak lagi hingga Konah pingsan. Saat itulah tiga HP milik Konah dibawa kabur Sudrun yang kesal.
Begitu hari berikutnya Konah tersadar di kamar mandi rumah kosnya , langsung keluar minta pertolongan tetangga. Polisi pun datang olah TKP dan langsung mengejar Sudrun.
Sore hari Polisi berhasil menemukan jejak pelarian Sudrun. Dalam pemeriksaan setelah ditangkap dia mengaku dirinya memang kuli bangunan yang dibawa pemborong asal Lampung.
Dia mengaku tersinggung dianggap tak punya uang. “Uang sih ada, cuma pas-pasan saja, buat senang senang dan beli rokok.” Kata Sudrun polos.
Bener juga feeling Konah, Sudrun memang kuli bangunan kere!
Redaksi Energi Juang News



