Sabtu, Juli 25, 2026
spot_img
BerandaNot & MusikJustin Bieber Bikin Beda Halftime Show Piala Dunia 2026

Justin Bieber Bikin Beda Halftime Show Piala Dunia 2026

Energi Juang News,Jakarta- Di tengah stadion yang dipenuhi lebih dari 80.000 penonton, suasana final Piala Dunia 2026 sudah terasa seperti pesta raksasa. Lampu menyala, suara penonton bergemuruh, dan semua orang menunggu kejutan berikutnya. Namun, di antara kemegahan itu, satu penampilan justru memilih berjalan dengan cara yang lebih tenang.

Justin Bieber di Halftime Show Piala Dunia 2026 tampil hanya dengan gitar akustik. Tidak ada koreografi raksasa, tidak ada panggung yang dipenuhi penari, dan tidak ada ledakan visual yang berlebihan. Penyanyi asal Kanada itu justru mengambil jalan yang lebih intim saat membawakan “Everything Hallelujah”, lagu dari album Swag II yang dirilis pada 2025.

Sebelum Bieber muncul, penonton lebih dulu dibuat terkejut oleh kehadiran aktor Jason Sudeikis. Dengan karakter ikoniknya sebagai Coach Ted Lasso, Sudeikis memberikan pengantar singkat sebelum Bieber naik ke tengah lapangan MetLife Stadium, New Jersey.

Momen tersebut terasa cukup unik. Bayangkan, sebuah final Piala Dunia yang biasanya identik dengan suara keras dan energi luar biasa, tiba-tiba menghadirkan suasana seperti pertunjukan musik kecil. Bedanya, “ruang konser”-nya kali ini adalah lapangan stadion dan penontonnya lebih dari 80.000 orang.

Bieber, yang berusia 32 tahun, kemudian membawakan versi khusus “Everything Hallelujah”. Salah satu bagian liriknya bahkan diubah menjadi, “it’s the World Cup, hallelujah”. Sebuah perubahan kecil, tetapi cukup untuk membuat lagu tersebut terasa lebih cocok dengan momen final yang sedang berlangsung.

Lagu bergenre gospel-soul itu sendiri sebelumnya sudah memiliki perjalanan yang cukup menarik. “Everything Hallelujah” sempat menjadi tren di media sosial pada April 2026. Namun, ketika dibawa ke panggung final Piala Dunia, lagu tersebut mendapatkan konteks baru. Kali ini, bukan hanya soal viral di internet, tetapi juga tentang sebuah momen global yang disaksikan jutaan orang.

Baca juga :  Ketika Taylor Swift dan The Beatles, Dua Generasi Pop Bertemu

Tentu saja, pilihan Bieber tidak langsung diterima semua orang. Sebagian penonton menilai penampilannya terlalu tenang untuk ukuran panggung sebesar final Piala Dunia. Setelah sebelumnya Madonna membuka pertunjukan dengan “Music” dan BTS tampil penuh energi melalui “Dynamite”, penampilan akustik Bieber terasa seperti menginjak rem di tengah pesta yang sedang melaju kencang.

Namun, justru di situlah letak daya tariknya. Ada pula yang menganggap Bieber berhasil menghadirkan sesuatu yang berbeda. Di antara koreografi besar, visual spektakuler, dan suara musik yang mengguncang stadion, penampilan sederhana dengan gitar akustik bisa menjadi momen yang justru lebih mudah diingat.

Perdebatan mengenai penampilannya juga tidak bisa dilepaskan dari sejumlah momen panggung Bieber belakangan ini. Penampilannya di Coachella pada April 2026, misalnya, juga sempat menjadi bahan perbincangan publik. Karena itu, kehadiran Bieber di final Piala Dunia otomatis membawa perhatian yang lebih besar dari sekadar urusan musik.

Meski menuai pro dan kontra, Justin Bieber tetap menjadi salah satu dari empat co-headliner utama dalam pertunjukan jeda bersejarah tersebut. Bersama Madonna, BTS, dan Shakira, ia menjadi bagian dari format baru yang menjadikan panggung final Piala Dunia sebagai ruang pertemuan antara sepak bola dan budaya pop global.

Pada akhirnya, pertandingan di MetLife Stadium tetap menjadi klimaks utama malam itu. Spanyol berhasil mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 melalui gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu. Kemenangan tersebut menjadi gelar Piala Dunia kedua bagi Spanyol setelah sebelumnya menjadi juara di Afrika Selatan pada 2010.

Jika Madonna datang dengan kemegahan, BTS dengan energi, dan Shakira dengan daya ledaknya, Justin Bieber memilih datang dengan gitar. Mungkin bagi sebagian orang, itu terlalu sederhana. Tetapi dalam sebuah pertunjukan yang penuh suara keras, terkadang momen paling menarik justru datang ketika seseorang memilih untuk tidak ikut berteriak.

Baca juga :  MIDI di Balik Musik Digital Modern

Dan begitulah Bieber meninggalkan jejaknya di final Piala Dunia 2026: bukan dengan pertunjukan paling besar, melainkan dengan penampilan yang paling berbeda.

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments