Sabtu, Juni 6, 2026
spot_img
BerandaOjo LaliSate Kambing Jadi Petunjuk, Mukidi dan Denok Diarak ke Polsek

Sate Kambing Jadi Petunjuk, Mukidi dan Denok Diarak ke Polsek

Energi Juang News, Malang- Sama sekali belum ada bukti bahwa Mukidi (58) main kuda-kudaan bersama Denok (44). Cuma karena cowoknya sering apel sampai malam, penduduk menduga mereka telah berbuat mesum. Apa lagi sebelum digerebek ditemukan bukti mereka nyate kambing dulu. Maka keduanya lalu diarak ke Polsek.

Isunya, sate kambing muda bisa menambah stamina dan gairah dalam urusan ranjang. Hal itu bisa terjadi karena daging kambing mengandung senyawa asam amino bernama L-arginin, yang bekerja melebarkan pembuluh darah pada tubuh. Pembuluh darah yang melebar tersebut akan melancarkan aliran darah dan secara tidak langsung akan meningkatkan libido pria. Peningkatkan aliran darah segar dari jantung ke sentolop juga bisa membantu memicu produksi hormon testosteron.

Mukidi warga Malang (Jatim), usianya sudah menjelang kepala enam, tapi urusan permesuman lumayan kekinian. Meski di rumah ada istri, dia masih mencoba cari tokoh alternatif, padahal 2029 masih jauh. Kebetulan ada tetangga pisah ranjang, langsung dimanfaatkan dalam rangka menggunting dalam lipatan. Siapa tahu sedang milik, sehingga rezeki takkan lari ke mana.

Sebetulnya sudah lama Mukidi kena virus suka bini tetangga sejak tahun 2019 lalu. Tapi karena kala itu rumah tangga Denok baik-baik saja, gairahnya hanya dipendam di lembah kalbunya paling dalam. Cuma setiap melihat Denok melintas belanja ke warung, sontak jakunnya langsung turun naik, sementara ukuran celananya mendadak sesak. Maka misalkan ada tes antigen soal beginian, Mukidi pasti langsung diisolasi.

Ndilalah nya, rumah tangga Denok mengalami gonjang-ganjing, sampai-sampai keduanya pisah ranjang. Suami tetap di rumah lama, tapi Denok ngontrak sendiri di kampung lain di daerah Wates. Bagi Mukidi, jelas ini kabar baik yang sangat ditunggu tunggu dan menguntungkan. Karenanya dia  mencari kesempatan untuk cari hal-hal yang sempit demi memanjakan sentolop. Maksudnya, diam-diam Mukidi mencari alamat kontrakan tersebut.

Baca juga :  Cinta Ilegal dibawah Sorot Lampu LED Karaoke

Meskipun luas Kabupaten Malang menurut data Wikipedia sampai 3.531 Km2, bagi Mukidi gampang saja menemukan alamat Denok. Yang membuat hatinya berbunga-bunga, ketika Denok membukakan pintu untuk tamunya, ternyata dia menyambut ramah dengan kata pertamanya, “Tahu saja Mas Mukidi aku tinggal di sini! Silakan masuk Mas…..”

Masuk ke mana, ke kamar? Piker mukidi…. Belum-belum Mukidi sudah piktor duluan. Paling membahagiakan, di rumah biasanya menyebut “Pak”, di Wates sini Denok menyebut Mukidi sebagai Mas. Jelas ini tanda-tanda positif yang perlu ditindak lanjuti. Tentu saja setan langsung tertawa, orang bertujuan hendak selingkuh kok pakai diksi “tindak lanjut” segala. “Meski nikmat, tapi tidak tepat Coy….!” kata setan.

Sejak itulah Mukidi menjadi rajin ke rumah kontrakan Denok,nyobain apem dan mangga yang ranum punya Denok. Datangnya pukul 21:00 dan pulang-pulang baru pukul 22:00. Makin lama makin tuman lama-lama warga curiga, pasti tamunya ini tak hanya kunjungan biasa. Masak bertamu pukul 21:00, lalu waktunya hanya satu jam pula. Untuk urusan begituan, satu jam sudah lebih dari cukup. Setelah mesin dipanasi, tinggal digas pol!

Warga sebetulnya sudah mengingatkan Denok, tapi tak digubris. Maka ketika pukul 20:00 beberapa hari lalu Mukidi sudah datang, penduduk bermaksud hendak menggerebeknya. Tiba-tiba keduanya pergi dengan sepeda motor. Penduduk terpaksa bersabar dulu, nanti jika tamu lelakinya balik lagi langsung mau digerebek.

Ternyata Mukidi-Denok mau makan sate kambing muda di dekat stasiun Kepanjen, yang katanya rasanya benar-benar kenyossss-kenyossss mirip kasur dirumah Denok. Dua jam berikutnya barulah mereka kembali, tapi di rumah kok sudah banyak orang. “Maaf, dari mana saja kalian?” tanya Pak RT sopan, tapi garang. Begitu dijawab nyate kambing di Kepanjen, langsung ada warga yang nyamber, “Terbukti kan, makan sate kambing dulu, biar josss!”

Baca juga :  Adu Nyali Antara Meriam Dan Ekor Tikus

Karena terus didesak warga untuk mengakui perbuatan mesum mereka, yang tentu bukan asal tuduh. Mereka punya bukti kuat soal isu perselingkuhan itu dari video pengintipan yang dilakukan warga desa itu.

Akhirnya Mukidi dan Denok mengakui perbuatan asusila  yang mereka lakukan. Tanpa pedulikan protes Mukidi, keduanya langsung diarak jalan kaki menuju Polsek Gondang Legi yang tak seberapa jauh. Benar mirip pawai tujuh belasan. Keduanya akan dikenakan pasal perzinaan, dengan membawa  bukti hitam putih bahwa keduanya sudah berbuat mesum.

Apa makan sate kambing berdua sudah merupakan fakta hukum ? atau sekedar tuduhan ? Tapii ada dua alat bukti  yang kuat.

Redaksi Energi Juang News

 

 

 

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments