Energi Juang News,Kediri-Berbicara tentang makhluk halus pasti identik dengan hal-hal yang menakutkan bagi manusia. Penampakan makluk astral yang terkadang menyerupai sosok manusia yang dikenal. Bahkan ada saksi mata yang melihatnya sebagai sosok asap tak berbentuk maupun bentuk makluk yang menyeramkan.
Tapi berbeda dengan kisah yang satu ini. Sosok Farida, merupakan makhluk halus baik hati yang sudah sangat legendaris di daerah Kediri.
Sosok ini menurut cerita Pak Samidi tetua setempat telah beberapa kali menampakkan diri yang diiringi cerita orang yang mengenal sebelumnya. Salah satunya Parji yang kesehariannya menjadi pegawai kampus tempat almarhum Farida dulu sempat duduk dibangku kuliah. Mahasiswi yang dikenalnya itu punya perilaku yang patut dipuji. Beberapa kali Pak Samidi yang kala itu menjadi tukang kebun kampusnya menerima hadiah dari Farida. Kadang berupa makanan dan satu waktu memberi sejumlah uang untuk diberikan ke istrinya dirumah.
Pengalaman saat mengunjungi makam almarhumah dibagikan kepada teman kerjanya, supaya menjadi pengingat bahwa kebaikan Farida semasa hidup jangan dijadikan sosok yang diagungkan. Farida tetap Farida manusia biasa yang telah meninggal tenang, meskipun cerita meninggalnya yang tragis kecelakaan membuat banyak orang bersimpati.
Saat itu sore hari menjelang magrib di hari jumat, Pak Samidi berniat berziarah ke makam Farida sekaligus ziarah ke makam saudaranya dilokasi yang sama.Kedatangannya langsung disambut suasana sejuk dan pengap langsung terasa aneh saat memasuki daerah permakaman Desa Badal Pandean. Auranya sangat berbeda dari kebanyakan makam yang pernah dikunjungi orang.
Diarea makam itu terdapat pohon beringin tua raksasa menambah suasana mistis terasa. Makam Farida yang dibawah pohon itu, membuat batu nisan dan tanah disekitarnya seperti terangkat oleh akar pohon itu.
Disekitar pohon itu terdapat banyak sesajen yang terletak disela sela akar beringin yang menjulur kebawah. Ada juga wewangian yang menyengat hidung, membuat suasana mistis sangat terasa.
Pak Samidi merasakan kehadiran sosok Perempuan dibelakangnya, karena kaget sontak menoleh. Diperhatikannya sosok perempuan dengan wajah yang sudah menghitam dengan pakaian putih panjang, menangis terisak isak yang menggema seolah dalam ruang yang besar.
Disela isaknya itu, terdengar suara serak dalam seolah berpesan kepada dirinya, “Jangan jadikan aku makluk pujaan kalian, karena aku juga ingi tenang di alamku sekarang. Aku sama seperti kalian, makluk Tuhan yang ingin disempurnakan kematiannya.” Setelah mendengar sosok itu bersuara, Pak Samidi jatuh pingsan dimakam itu. Dan keesokan harinya diketemukan warga sekitar makam saat makam hendak dibersihkan.
Menurut cerita orang itu,banyak yang salah mengalami fenomena astral sehingga menganggap pohon beringin ini banyak yang percaya sebagai pohon keramat, siapapun yang berdoa di sini konon doanya akan cepat terkabul. Padahal Hal itu yang jadi mengusik ketenangan arwah para penghuni pemakaman itu, apalagi untuk arwah Farida.
Namun warga mengelak bahwa niat berdoanya enggak boleh menyembah kepada “hantu Farida”, melainkan berdoa kepada Allah. Pohon dan hantu Farida hanya sebagai perantara agar doa mereka cepat terkabul.
Ada kisah fenomenal lain pernah terjadi di sini. Kisah yang paling sering terjadi adalah warga sering mendapat bahan bangunan dari pengirim misterius yang enggak diketahui asalnya. Kadang warga saat swadaya pengerasan jalan kampung, tiba tiba datang satu truk pasir diturunkan tanpa ada yang memesan. Dan kemudian supir truk pasir itu ditemukan warga dalam keadaan linglung.
Kisah fenomenal lainnya adalah ketika penduduk desa kedatangan tamu pria yang berprofesi sebagai dosen dari Jakarta. Ia datang bersama keluarganya hendak meminang salah satu mahasiswi yang memikat hatinya.
Tetapi alangkah terkejutnya mereka saat tahu jika mahasiswi yang ingin dipinangnya itu bernama Farida, yang dimana kita tahu bahwa Farida sudah lama meninggal karena kecelakaan dan menjadi makhluk halus penunggu makam yang dikeramatkan itu. Sejak tahu sosok Farida, pemuda itu langsung kembali keJakarta dan tak berani lagi menginjakkan kaki di daerah itu.
Julukan “Farida Hantu Dermawan” pun sempat menggema di seantero kampung karena banyaknya rentetan kisah yang terjadi. Ia menghantui warga yang masih nekat memuja pohon dan makam Farida, meskipun arwahnya telah memperingatkan.
Sekarang setelah rentetan kejadian mistis itu, warga kampung itu selalu menghormati dan mengenang perilaku dermawan sosok Farida.
Redaksi Energi Juang News



