Energi Juang News,Medan– Suatu obyek wisata di Toba menyimpan misteri cerita tentang kutukan jelmaan seorang gadis bernama Seruni berubah menjadi batu, yang hingga kini menjadi pelajaran bagi masyarakat Toba khususnya yaitu Batu Gantung.
Dari sebuah sisi keputusasaan seorang gadis hingga kini sebagian masyarakat masih mempercayai adanya roh yang bersemayam dalam batu itu. Pada malam malam tertentu kadang masih sering warga sekitar mendengar suara rintihan yang berasal dari batu tersebut. Seperti yang diceritakan seorang pemancing yang mendengar suara tapi bukan suara manusia biasa, namun suara itu bercampur dengan amarah dan penyesalan mendalam.
Remaja dari marga tertentu pernah melakukan uji nyali ditempat itu, menganggap cerita rakyat hanya dongeng semata. Ramon nama remaja itu, malam hari bersama ketiga temannya nekat mendaki tebing terjal melakukan pembuktian.”Hai bro, kita keatas bukit itu, kita buktikan omongan orang. Katanya ada batu terkutuk..hehehe.”Ketiga temannya mengiyakan dengan campur penasaran.
Perjalanan yang awalnya landai mereka berbincang yang mengarah pada cerita adanya Batu Gantung yang mereka anggap dongeng belaka. Namun begitu mendekati bukit itu, suasana mendadak berubah drastis tak wajar. Angin bukit yang tadinya bergerak, tiba tiba berhenti bertiup menandakan kehadiran mereka tak diinginkan.
Dengan keberanian yang dianggap mereka cukup melanjutkan perjalanan itu. Samar samar mereka beberapa saat mendengar air danau Toba tersinari rembulan tampak bergerak berputar dan beriak. “Kalian lihat air didanau itu?” tanya Roman. “ya” jawab ketiga temannya bersamaan. Suasana ini menjadikan kegelisahan sendi di hati masing masing, namun tak berani mengungkapkan.
Tiba tiba mendadak Ramon menghentikan langka, seolah melihat pandangan aneh diantara kabut bukit itu. Ia dan temannya mengarahkan pandangan seolah ada suara lirih yang melarang mereka melanjutkan perjalanan, atau mereka akan bernasib sial. Suara itu lirih tapi terdengar tegas dan serius.
Mereka saling pandang, lalu tiba tiba tanah bukit yang mereka pijak bergetar seolah seperti longsor. Sebelum Roman dan temannya terjatuh, mereka sempat melihat sosok perempuan berbaju putih lusuh dengan wajah rusak dan tubuh penuh luka. Mereka menjadi tersadar siapa tadi yang memperingatkan mereka.
Namun sudah terlambat, mereka terperosok jauh turun kebawah dan tak sadarkan diri. Tubuh mereka dipenuhi luka sayatan dari pepohonan sekitar, dengan mata memandang kearah bukit.
Keesokan hari mereka ditemukan warga tepat posisinya dibawah bukit tempat Batu Gantung berada. Opung sesepuh setempat berusaha menyadarkan mereka dari kondisi terhipnotis ketakutan. Selama dua minggu setelah kejadian Roman dan ketiga temannya dihantui sosok wanita yang ditemuinya diatas bukit.
Dalam kondisi seperti koma namun wajah mereka dalam ketakutan, sehingga menyulitkan warga yang merawat. Setelah benar benar siuman warga akhirnya memulangkan mereka dan mewanti wanti datang kembali ke bukit itu, karena marga Roman ditolak hadir di bukit tempat Batu Gantung berada.
Redaksi Energi Juang News



