Energi Juang News,Surabaya- Kisah misteri ini berawal dari keberadaan patung Pilot di sebuah makam peninggalan Belanda di Surabaya ini sering membuat banyak penduduk sekitar menjadi diselimuti rasa takut.
Menurut cerita yang beredar dimasyarakat, patung pilot itu tidak selalu menghadap arah yang sama.
Siang hari, patung tersebut tampak seperti monumen biasa nampak seorang pilot dengan seragam penerbang, berdiri tegak di atas batu makam.
Namun beberapa pengunjung mengaku melihat sesuatu yang aneh ketika mereka kembali keesokan harinya.
“Pakde, kemarin saya foto patung itu,” kata Wiji seorang pemuda kepada penjaga makam suatu sore. “Tapi kok arah mukanya beda ya sekarang?”
Penjaga makam yang dipanggil Pakde Warso hanya tersenyum kecil.
“Lho, sampeyan baru tahu?” katanya pelan. “Banyak saksi mata yang melihat kalau malam Jumat, patung itu kadang pindah posisi.”
Wiji pun tertawa gugup.
“Ah masa sih, Pakde?”sahutnya.
Pakde Warso tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap patung itu dari kejauhan, lalu berkata dengan nada tenang.
“Kadang orang baru percaya kalau sudah lihat sendiri.”
“Waktu itu sekitar jam setengah enam,” cerita Pakde Warso kepada beberapa pengunjung yang penasaran. “Saya lagi keliling bersih-bersih makam.”
Udara masih dingin dan matahari baru saja muncul di balik pepohonan.
Ia berjalan melewati makam pilot tersebut. Seperti biasa, Pakde hanya melirik sekilas.
Namun sesuatu membuat langkah Pakde Warso berhenti.
“Mata patung itu… berkedip.”
Wiji yang mendengar cerita itu langsung menyela.
“Berkedip? Maksudnya benar-benar gerak, Pakde?”
Pakde Warso mengangguk pelan.
“Iya. Awalnya saya juga tidak percaya. Saya kira cuma bayangan atau mata saya yang salah lihat.”
Lalu Ia mendekat beberapa langkah.
Posisi patung itu diam.
Namun ketika ia hendak berbalik pergi, ia merasa ada keanehan terjadi.
“Seperti ada gerakan kecil di kelopak matanya.”
Pakde Warso terdiam beberapa detik ketika menceritakan bagian itu.
“Saya langsung merinding waktu itu.”
Bukan hanya Pakde Warso yang pernah mengalami kejadian aneh.
Seorang warga sekitar bernama Jumiran pendukuk juga sering melihat pengunjung datang dengan cerita serupa.
Ia menceritakan, ketika ia sedang duduk di warung dekat makam, seorang pengendara ojek berhenti dan bertanya.
“Mas, benar ya patung pilot di sana bisa gerak?”
Jumiran tertawa kecil.
“Kenapa? Sampeyan lihat juga?”
Pengendara itu tampak ragu-ragu.
“Tadi saya lewat… rasanya seperti patung itu menoleh.”
Jumiran meneguk kopinya sebelum menjawab.
“Sudah banyak yang bilang begitu.”
“Serius?”
“Iya. Ada yang bilang patungnya melirik. Ada juga yang bilang posisinya berubah.”
Pengendara itu langsung memandang ke arah gerbang makam yang mulai gelap.
“Wah… kalau begitu saya tidak lewat sana lagi malam-malam.”
Menurut cerita yang berkembang di kalangan warga, malam Jumat adalah waktu paling sering terjadi hal aneh di sekitar patung tersebut.
Beberapa orang bahkan sengaja datang untuk membuktikannya.
Suatu malam, dua mahasiswa pernah mencoba melakukan pengamatan.
Mereka datang membawa kamera dan duduk di bangku batu tidak jauh dari makam pilot.
Jam menunjukkan pukul 11 malam.
Angin malam membuat daun kamboja berdesir.
“Bro… kita tunggu sampai jam dua belas saja ya,” kata salah satu dari mereka.
“Kalau patungnya gerak, kita pasti dapat videonya.”
Namun sekitar setengah jam kemudian, salah satu dari mereka mulai gelisah.
“Eh… kamu merasa tidak?”
“Merasa apa?”
“Seperti… ada yang memperhatikan.”
Mereka menoleh ke arah patung itu.
Cahaya lampu jalan yang redup membuat bayangannya tampak panjang di tanah.
“Sudah, kita pulang saja,” kata temannya akhirnya.
“Kenapa?”
“Perasaan saya tidak enak.”
Mereka meninggalkan tempat itu tanpa mendapatkan bukti apa pun.
Namun salah satu dari mereka bersumpah, ketika berjalan keluar gerbang makam—
“Seperti ada sesuatu yang mengikuti pandangan dari belakang.”
Meski cerita-cerita menyeramkan terus beredar, beberapa peneliti sejarah memberikan penjelasan yang lebih rasional.
Patung pilot tersebut sebenarnya merupakan monumen untuk mengenang sebuah kecelakaan pesawat pada masa kolonial.
Pilot yang meninggal dimakamkan di kompleks tersebut, dan patung itu dibuat sebagai penghormatan.
Perubahan posisi yang sering diceritakan orang kemungkinan disebabkan oleh perbedaan sudut pandang pengunjung, terutama karena area makam dipenuhi pepohonan dan bayangan.
Sementara efek “berkedip” yang dilihat sebagian orang bisa terjadi karena pantulan cahaya matahari atau embun pagi pada permukaan patung.
Namun bagi sebagian warga, penjelasan ilmiah itu tidak selalu menghapus rasa misteri.
“Namanya juga tempat tua,” kata Pakde Warso suatu sore. “Kadang ada hal yang tidak bisa dijelaskan dengan gampang.”
Sampai sekarang, patung pilot itu masih berdiri di antara makam-makam tua yang sunyi.
Setiap hari, orang-orang datang—ada yang sekadar lewat, ada juga yang sengaja mencari sensasi cerita horor.
Sebagian pulang dengan tawa, menganggap semuanya hanya mitos.
Namun sebagian lain pulang dengan cerita yang membuat bulu kuduk berdiri.
Suatu malam, seorang pengunjung terakhir yang keluar dari kompleks makam sempat berhenti di gerbang.
Ia menoleh sekali lagi ke arah patung pilot yang berdiri di kejauhan.
Beberapa detik ia menatap.
Lalu ia bergumam pelan.
“Perasaan… tadi patung itu tidak menghadap ke sini.”
Angin malam berhembus melalui pepohonan kamboja.
Dan patung itu tetap berdiri diam—seolah menyimpan rahasia yang belum selesai diceritakan.
Redaksi Energi Juang News



