Minggu, April 26, 2026
spot_img
BerandaRemang SenjaRagasemangsang: Bayang-Bayang Beringin Alun-Alun Purwokerto

Ragasemangsang: Bayang-Bayang Beringin Alun-Alun Purwokerto

Energi Juang News,Purwokerto-

Malam di alun-alun tua itu tak pernah benar-benar sepi. Bahkan ketika lampu jalan berpendar redup dan suara kendaraan perlahan hilang, ada sesuatu yang tetap terjaga—sesuatu yang tidak kasat mata, tapi cukup kuat untuk membuat bulu kuduk siapa pun berdiri.

Warga sekitar menyebutnya “yang nyangsang.”

“Jangan lewat situ tengah malam,” bisik seorang bapak tua kepada saya saat duduk di warung kopi sederhana. “Kalau dengar suara napas berat dari atas pohon… jangan nengok.”

Saya sempat mengira itu hanya cerita pengantar tidur. Tapi semakin lama saya tinggal di Purwokerto, semakin banyak versi kisah yang saya dengar—semuanya mengarah pada satu sosok yang sama yaitu Ragasemangsang.

Di tengah alun-alun lama, dahulu berdiri sebuah pohon beringin besar yang akarnya menjalar seperti ular tua. Kini pohon itu sudah tidak ada, digantikan jalan raya. Namun, menurut warga, justru di situlah pusat keanehan bermula.

Pak Karto Suwito, seorang sesepuh yang dikenal sering menceritakan sejarah lokal, mengisahkan versi pertama.

“Zaman penjajahan dulu,” katanya sambil menyeruput kopi pahit, “ada perang di sini. Banyak pejuang yang bersembunyi, ada yang terluka parah.”

Ia berhenti sejenak, menatap ke arah jalan yang ramai kendaraan.

“Beberapa hari setelah itu, ditemukan jasad nyangkut di pohon beringin. Sudah kaku. Diduga pejuang yang gagal menyelamatkan diri.”

“Lalu?” tanya saya.

“Dikuburkan di situ juga. Di bawah pohon.”

Angin malam terasa lebih dingin saat cerita itu berakhir.

Namun, cerita Pak Karto bukan satu-satunya.

Kukuh Hasan Surya (28), warga Mersi, punya versi yang jauh lebih kelam.

“Mas, kalau saya dengar dari orang tua dulu, Ragasemangsang itu bukan pejuang,” katanya saat kami bertemu di pinggir jalan. “Dia penjahat.”

Baca juga :  Kisah Menyeramkan Jembatan Texas di UI

“Penjahat?”

“Iya, garong. Bromocorah. Sakti pula. Nggak ada yang bisa ngalahin.”

“Terus bisa mati gimana?”

Kukuh tersenyum tipis, seperti menikmati bagian paling menyeramkan dari kisah itu.

“Katanya cuma bisa mati kalau tubuhnya digantung… tanpa nyentuh tanah.”

Saya terdiam.

“Terus ada tokoh namanya Kyai Pekih. Dia yang berhasil ngalahin Ragasemangsang. Setelah itu, tubuhnya digantung di pohon beringin alun-alun sampai mati.”

“Dan… dimakamkan di situ?”

“Iya. Di bawah pohon itu. Sekarang jadi jalan.”

Kukuh menunjuk ke arah kendaraan yang lalu lalang.

“Kalau Kyai Pekih sendiri, makamnya masih ada. Di Jalan Pekih, sebelah barat alun-alun.”

Cerita itu terasa seperti campuran antara sejarah dan kutukan.

Sulit memastikan mana yang benar dari semua versi yang beredar. Apakah Ragasemangsang adalah pejuang yang gugur? Atau seorang garong sakti yang dikutuk? Atau hanya simbol dari masa lalu yang kelam?

Namun satu hal yang pasti—lokasi itu masih menyimpan energi yang tidak biasa.

Beberapa warga bahkan percaya bahwa tanah di bekas pohon beringin itu tidak pernah benar-benar “bersih.”

“Setiap mau pembangunan dulu, pasti ada gangguan,” kata seorang warga lain. “Alat berat rusak, pekerja sakit, atau tiba-tiba kecelakaan kecil.”

Malam semakin larut saat saya meninggalkan alun-alun. Jalanan terlihat normal—lampu, kendaraan, orang-orang yang lalu lalang. Tidak ada yang tampak aneh.

Tapi entah kenapa, saya merasa sedang diawasi.

Saat melewati titik yang disebut-sebut sebagai lokasi makam itu, saya sempat mendengar sesuatu. Suara tak tahu muasalnya dimana, diiringi desiran angin tiba tiba yang membuat merinding siapapun yang melewatinya.

Kisah misteri hantu Ragasemangsang bukan sekadar cerita seram, melainkan potongan sejarah, mitos, dan pengalaman nyata yang saling bertaut. Entah sebagai arwah pejuang, penjahat terkutuk, atau simbol tragedi masa lalu, sosok ini terus hidup dalam ingatan warga Purwokerto—dan mungkin, masih bergentayangan hingga hari ini.

Baca juga :  Kutukan Gaib Mondoroko: Teror Tak Terlihat di Singosari yang Masih Menakutkan

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments