Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaRemang SenjaKetukan Gaib Tengah Malam: Kisah Horor Nyata dari Hotel Niagara Lawang

Ketukan Gaib Tengah Malam: Kisah Horor Nyata dari Hotel Niagara Lawang

Energi Juang News, Jakarta—Setelah merayakan Lebaran tahun 2022, Pak Sukri bersama keluarganya memutuskan untuk berlibur ke kota berhawa sejuk, Malang. Tak ingin menginap di tempat biasa, ia memilih sebuah bangunan tua bergaya kolonial yang sudah lama menarik perhatiannya: Hotel Niagara di Lawang. Ia tak menyangka bahwa keputusannya itu akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan… dan penuh teror.

Sejak awal, firasat aneh sudah muncul. Saat mobil mereka memasuki area parkir hotel, hanya ada dua kendaraan lain yang terparkir. Padahal saat itu musim libur Lebaran—seharusnya penuh dengan wisatawan. Halaman hotel terasa terlalu sunyi, dan bangunan megah yang berdiri angkuh itu menyimpan kesan misterius di setiap sudutnya. Namun, karena kelelahan setelah perjalanan panjang, Pak Sukri dan keluarganya memutuskan untuk tidak terlalu ambil pusing.

Malam pun tiba.

Lorong hotel yang panjang dan temaram menjadi semakin sepi. Lampu-lampu kuning tua berpendar samar, seolah enggan benar-benar menerangi. Suara angin yang menyelinap lewat jendela menambah kesan menyeramkan. Namun karena lelah, mereka semua segera tertidur di kamar.

Sekitar pukul dua dini hari, Pak Sukri terbangun karena mendengar suara ketukan pelan di pintu kamarnya.

Tok… tok… tok…

Awalnya Pak Sukri mengira mungkin ada tamu hotel yang salah mengetuk kamar. Namun saat Pak Sukri membuka pintu, lorong hotel tampak kosong. Tak ada satu pun tanda kehidupan. Hanya kesunyian dan hawa dingin yang menyambutnya. Pak Sukri mengintip ke kiri dan kanan… kosong. Tak ada suara langkah, tak ada bayangan manusia.

Sedikit bingung, ia menutup kembali pintu dan mencoba tidur. Namun belum sempat terpejam, suara ketukan itu kembali terdengar. Kali ini lebih cepat, membuat bulu kuduk Sukri berdiri. Terpikirkan sosok yang mengetuk pintu adalah hantu.

Baca juga :  Klampis Ireng, 'Kerajaan Eyang Ismoyo' Yang Penuh Kisah Mistik

Tok tok tok tok…

Dengan rasa kesal dan takut bercampur aduk, Pak Sukri kembali membuka pintu—kali ini lebih cepat. Tapi tetap, tak ada siapa-siapa di luar. Lorong tetap sunyi, dan udara semakin terasa dingin menusuk. Pak Sukri menyadari hari itu jatuh hari kamis malam jumat kliwon.

Karena penasaran dan sedikit jengkel, ia memutuskan untuk membuka sedikit pintu dan berdiri diam di baliknya. Ia menanti dalam hening, memandangi celah kecil antara pintu dan dinding, berharap bisa menangkap pelaku iseng itu. Sosok apa yang ada dibalik pintu yang membuat penasaran penghuni.

Beberapa menit berlalu, tak terjadi apa-apa. Namun rasa takut Pak Sukri tambah menjadi.

Namun tiba-tiba, suara ketukan kembali terdengar—tepat di depan pintu yang sedang sedikit terbuka.

TOK! TOK! TOK!

Seketika bulu kuduknya berdiri. Ketukan itu terdengar sangat jelas dan sangat dekat. Tapi anehnya, dari celah pintu itu, tak ada satu pun sosok manusia yang terlihat. Hanya udara dingin yang masuk menyelinap. Tak ada bayangan kaki, tak ada suara langkah menjauh. Membuat Pak Sukri berpikir ada yang tak beres dengan hotel yang ia tempati sekarang.

Ketukan itu muncul dari tempat kosong.

Dengan tubuh gemetar, Pak Sukri menutup pintu rapat-rapat dan menguncinya. Ia memandangi keluarganya yang masih tertidur pulas, mencoba meyakinkan diri bahwa semua itu hanyalah halusinasi akibat kelelahan. Tapi hingga pagi menjelang, Pak Sukri tak bisa memejamkan mata. Sambil berupaya meyakinkan diri untuk segera check out sebelum hal yang tak diinginkan terjadi.

Keesokan harinya, saat hendak check-out, Pak Sukri memberanikan diri bertanya kepada petugas hotel. Sang petugas hanya tersenyum tipis dan berkata,
“Pak, di sini memang sering ada ‘yang iseng’ malam-malam. Tapi Bapak tidak apa-apa, kan?”

Baca juga :  Ibu Sengaja Tak Lepas Tali Pocong Anaknya demi Balas Dendam

Menurut cerita yang beredar di warga sekitar. Tanah yang sekarang menjadi hotel itu katanya dulunya tanah kuburan tua yang sudah terbengkalai. Dan saat pembangunan hotel ini memakan banyak korban jiwa karena kecelakaan kerja, yang diyakini karena gangguan arwah yang bergentayangan ditempat tersebut.

Pak Sukri hanya diam. Namun dalam hati, dia bersumpah—tak akan pernah kembali menginap di Hotel Niagara lagi.

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadi
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments