Selasa, Juni 2, 2026
spot_img
BerandaRemang SenjaNyai Kontring, Misteri Arwah Tanpa Kepala di Pabrik Gula Koenir Tulungagung

Nyai Kontring, Misteri Arwah Tanpa Kepala di Pabrik Gula Koenir Tulungagung

Energi Juang News, Jakarta– Pabrik Gula Koenir, bangunan tua peninggalan zaman kolonial didaerah Ngunut Tulungagung Jawa Timur, berdiri angkuh meski telah lama tak berfungsi. Dahulu, tempat ini merupakan bekas Rumah Indis milik Nyai Kontring, seorang perempuan Belanda pemilik bisnis tebu terbesar di wilayah itu. Banyak warga sekitar menyebutnya sebagai tempat angker yang menyimpan rahasia kelam. Meski kini di sekelilingnya telah tumbuh pemukiman modern, cerita-cerita mistis tentang tempat ini tak pernah benar-benar hilang dari ingatan warga.

Sekitar tahun 1942 jaman pendudukan jepang ada kejadian pembantaian seluruh pekerja penghuni rumah besar itu, tanpa tersisa yang dilakukan tentara jepang saat itu. Mungkin karena kejadian itu melekat dalam ingatan saksi mata kala itu, yang membuat lokasi itu angker sampai sekarang.

Suatu malam, Sumarno, seorang warga yang kerap berjaga malam, mengisahkan pengalamannya saat sedang ronda bersama dua temannya. “Jam dua malam itu, kami duduk sambil ngopi dekat lapangan tenis samping pabrik,” ceritanya sambil menatap kosong ke lapangan tenis itu yang dikenali memiliki area negatif yang kuat. “Tiba-tiba ada suara langkah kaki cepat, berat, seperti sepatu bot besi menghentak tanah. Tapi pas kami senter ke arah suara, nggak ada siapa-siapa.” Saat mereka menghentikan langkahnya, terdengar suara samar wanita menyanyi dalam bahasa Belanda dari dalam bangunan tua yang kosong. Saat tersadar mereka sudah berada di pinggir tembok rumah karyawan pabrik itu yang konon tempat menumpuk korban meninggal pembantaian oleh tentara pendudukan jepang kala itu. Ketiganya pun merasa bulu kuduk mereka berdiri ketakutan.

Di waktu lainnya datang dari seorang pemuda bernama Riko warga sekitar yang mencoba membuat konten uji nyali bersama teman-temannya. Sosok arwah yang paling sering terlihat di Pabrik Gula Koenir adalah seorang wanita berpakaian gaya abad ke-19 yang mengenakan gaun putih panjang dan topi lebar. Wajahnya tak tampak karena… memang ia tak memiliki kepala. Itu pasti Nyai Kontring,” ujar Riko. “Orang tua saya bilang, waktu Jepang masuk tahun ’42, semua penghuni rumah itu dibantai. Katanya, kepalanya dipotong satu-satu. Jadi arwah mereka gentayangan, apalagi Nyai Kontring yang dianggap pemimpin rumah itu.

Baca juga :  Misteri Hantu Jalan Daendels: Jejak Arwah Rodi

Saat mereka berada di area tengah bangunan yang dulunya dipakai sebagai ruang pekerja pabrik tebu, Riko mendengar suara-suara seperti jeritan minta tolong.Suara menyayat hati serak berat dan dalam. “Kami pikir itu suara teman kami yang iseng, tapi waktu kami cek, semuanya kumpul di satu tempat. Jeritannya masih terdengar jelas, seperti seseorang sedang disiksa,” kata Riko dengan wajah pucat. Ia bersumpah tak akan pernah kembali ke tempat itu lagi.

Tak hanya itu, Pak Darto warga yang melintas atau melongok ke arah reruntuhan gedung tua itu sering ada penampakan sepasang arwah hantu laki-laki dan perempuan yang sering terlihat berjalan sambil membawa kepala mereka sendiri. Penampakan ini kerap muncul sekitar pukul tiga dini hari. disusul bau menyengat seperti darah yang mengering. Seketika Pak Darto pingsan karena melihat sosok itu muncul dari balik pohon besar di sudut area bekas pabrik.

Yang tak kalah mengerikan adalah suara keramaian seolah ratusan pekerja sedang bekerja mengolah tebu. hingga suara orang memanggil-manggil nama dalam bahasa yang tak ia pahami. Padahal malam itu sunyi, tanpa satu pun manusia yang lewat. “Kita sampai lari ke pos ronda, takut beneran itu dunia lain,” kata Jatmiko, warga yang pernah mencoba menjelajah lokasi malam hari.

Namun, dengan berkembangnya daerah sekitar, lokasi bekas Pabrik Gula Koenir mulai terang dan lebih ramai. Banyak rumah-rumah baru berdiri, toko-toko dibuka, dan aktivitas warga meningkat. Meski begitu, warga lama seperti Pak Samin tetap waspada. “Tempat itu tetap angker. Walau sekarang ramai, kadang saya masih dengar suara aneh dari balik tembok,” ujarnya pelan. Bahkan anak-anak kecil di sekitar area tersebut dilarang bermain mendekat ke arah bangunan tua itu, terlebih saat menjelang maghrib.

Baca juga :  Candi Misterius Peninggalan Mpu Sindok Munculkan Nuansa Menakutkan, Mengapa?

Cerita mistis tentang arwah tanpa kepala di Pabrik Gula Koenir menjadi legenda yang terus hidup di tengah masyarakat. Walaupun tak sedikit yang mencoba membantahnya dengan logika, pengalaman nyata dari para warga membuat kisah ini sulit untuk diabaikan. Banyak yang percaya bahwa arwah-arwah itu masih belum tenang karena kematian tragis yang mereka alami di masa lampau. Arwah Nyai Kontring dan para penghuni rumahnya seolah terjebak di antara dua dunia.

Pada akhirnya, cerita menyeramkan ini menjadi pengingat bagi warga untuk selalu menghormati tempat-tempat bersejarah dan tidak sembarangan mengusik ketenangan mereka yang telah tiada. Sebagaimana ucapan Pak Darto, “Kita serahkan diri kita kepada Tuhan, bahwa semua ini atas kehendak-Nya. Tapi manusia juga harus tahu batas. Kalau sudah gelap dan sunyi, lebih baik jangan coba-coba masuk ke tempat yang tak jelas.” Sosok-sosok menyeramkan di Pabrik Gula Koenir mungkin hanya sebagian kecil dari dunia yang tak kasat mata.

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments