Minggu, Maret 8, 2026
spot_img
BerandaRemang SenjaMisteri Arwah di Balkon Kamar Kos Magelang

Misteri Arwah di Balkon Kamar Kos Magelang

Energi Juang News, Magelang– Magelang dikenal dengan kesejukannya, suasana malam yang tenang, dan udara yang sering diselimuti kabut. Namun, di balik keindahan itu tersimpan kisah yang membuat bulu kuduk berdiri. Di salah satu rumah kos tua di pinggiran kota, seorang mahasiswa bernama Dody mengalami kejadian yang tak bisa dijelaskan oleh logika. Ia baru menapaki kehidupannya sebagai mahasiswa baru di kota tersebut.

Beberapa bulan pertama terasa berat baginya. Selain harus beradaptasi dengan lingkungan dan rutinitas baru, Dody juga harus terbiasa hidup jauh dari keluarga. Suatu malam, sekitar pukul setengah dua, ia tengah melakukan video call dengan teman SMA-nya. Posisi Dody saat itu duduk menghadap tembok kamar yang bercat pudar, dengan lampu neon redup menggantung di atas kepala.

Melalui layar ponselnya, teman Dody tiba-tiba bertanya, “Temanmu ada yang belum tidur, ya?” Pertanyaan itu membuatnya refleks menoleh ke arah belakang. Ia melihat Arya, teman sekamarnya, sedang terlelap di kasur. Dody kebingungan, lalu bertanya, “Maksudmu gimana? Arya tidur, kok.” Namun, temannya menjawab dengan suara bergetar, “Tadi ada bayangan putih lewat di belakangmu.” Dody menatap ke jendela dan saat itulah ia melihatnya.

Bayangan putih itu berjalan pelan di balkon, seperti seorang perempuan mengenakan kebaya lusuh. Rambutnya panjang, menutupi sebagian wajah. Angin malam berhembus, membawa aroma melati bercampur bau anyir seperti jenazah. Hidung Dody terasa panas, matanya berair menahan takut. “Ah, mungkin Dona, penghuni kamar sebelah,” pikirnya mencoba menenangkan diri, meski bulu tengkuknya berdiri.

Keesokan harinya, Dody memberanikan diri menanyakan hal itu pada Dona dan Entin, dua penghuni kamar di sebelah. Ia bertanya dengan ragu, “Tadi malam ada yang jalan ke balkon nggak?” Entin menatapnya heran dan menjawab, “Aku nggak pernah bangun tengah malam, tu.” Dona menimpali, “Aku juga nggak pernah kebangun, lagian ngapain ke balkon malam-malam?” Jawaban itu membuat Dody terdiam lama, tenggorokannya terasa kering.

Malam berikutnya, Dody mencoba tidur lebih awal. Namun, setiap kali memejamkan mata, bayangan perempuan di balkon itu kembali menghantui pikirannya. Jarum pendek jam dinding sudah menunjuk pukul setengah tiga. Angin dari celah jendela meniup tirai, menimbulkan suara gesekan lembut seperti langkah kaki. “Duh, tolonglah, aku cuma mau tidur,” gumamnya lirih sambil menutupi wajah dengan selimut.

Ketika ia hampir tertidur, sebuah bisikan halus namun dingin terdengar di telinganya. Suaranya berbahasa Jawa: “Nek wes ngerti, rasah melu-melu.” Kalimat itu berarti, “Kalau sudah tahu, jangan ikut campur.” Tubuh Dody menegang. Suara itu tidak seperti berasal dari dalam pikirannya, melainkan dari seseorang yang berdiri tepat di samping telinganya. Namun, saat menoleh, tak ada siapa pun di sana.

Pagi harinya, Dody bercerita kepada pemilik kos, seorang ibu paruh baya bernama Bu Rini. Wajahnya berubah serius. “Nak, kamar kamu itu dulunya ditempati seorang mahasiswi yang… meninggal jatuh dari balkon,” ucapnya pelan. Dody terdiam. “Katanya, sebelum meninggal, dia sering mencium aroma melati juga,” tambah Bu Rini. Dody menelan ludah, tak berani menatap mata sang pemilik kos.

Sejak hari itu, Dody mulai sering mendengar suara langkah kaki di atas plafon, padahal kamar itu berada di lantai paling atas. Beberapa kali, Dona juga mengaku mendengar suara perempuan menangis lirih di tengah malam. “Mas Dody, tadi malam aku denger suara nangis, kamu juga denger nggak?” tanya Dona suatu pagi. Dody hanya mengangguk, matanya memerah karena kurang tidur. “Iya, kayaknya dia nggak mau kita tahu.”

Kini, setiap kali angin malam bertiup membawa aroma melati, Dody memilih menyalakan lampu dan berdoa sebelum tidur. Meski sudah beberapa bulan berlalu, sosok perempuan berbaju putih di balkon itu masih kerap terlihat dalam pantulan kaca jendela. Magelang tetap dingin seperti biasanya, tapi bagi Dody, malam di kota itu tak pernah lagi terasa damai.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments