Senin, Mei 25, 2026
spot_img
Beranda blog

Horor Bioskop Atoom Citereup, Misteri Noni Belanda

Bioskop Citeurep
Bioskop Citeurep

Energi Juang News,Bogor- Di pinggir kawasan Citereup, berdiri sebuah gedung kusam dengan cat dinding yang mengelupas dan papan nama berkarat bertuliskan “Atoom”. Tak banyak orang muda mengetahui bahwa tempat itu pernah menjadi bioskop paling ramai pada era 1990-an. Kini, bangunan yang didirikan tahun 1978 tersebut hanya menjadi sarang kelelawar dan cerita-cerita gelap yang membuat warga enggan melintas sendirian saat malam tiba. Bahkan suara pintu besi yang bergoyang tertiup angin saja mampu membuat bulu kuduk berdiri.

Pak Hendra, seorang sejarahwan lokal yang tinggal tak jauh dari lokasi, masih mengingat masa kejayaan gedung itu. “Dulu tiap malam Minggu penuh. Orang antre sampai keluar pagar,” ujarnya sambil menyeruput kopi hitam di warung dekat jalan utama. Namun suasana berubah drastis setelah krisis moneter 1998 melanda Indonesia. Bioskop itu ditutup mendadak dan seluruh kursi, layar, serta ruang proyektor dibiarkan membusuk tanpa perawatan. “Sejak itu mulai banyak kejadian aneh,” kata Hendra lirih. Warga percaya ada sesuatu yang tertinggal di dalam bangunan tua tersebut.

Cerita paling terkenal adalah kemunculan seorang wanita berpakaian putih yang disebut warga sebagai Noni Belanda. Sosok itu sering terlihat berdiri di balkon lantai dua bioskop ketika malam sangat sunyi. Beberapa warga mengaku mendengar suara langkah sepatu hak tinggi dari dalam gedung meski tempat itu kosong bertahun-tahun. “Saya pernah lihat sendiri, Mukanya pucat… rambutnya panjang sampai dada,” kata Ujang, penjaga parkir yang pernah berjaga dekat lokasi. Ia bahkan bersumpah mendengar suara perempuan tertawa kecil dari ruang tiket yang telah dipenuhi lumut dan sarang laba-laba.

Tidak hanya itu, kisah sundel bolong juga menjadi legenda menakutkan di sekitar Bioskop Atoom Citereup. Konon, seorang pemuda pernah nekat masuk bersama teman-temannya untuk membuat konten eksplorasi malam. Awalnya mereka hanya mendengar suara kursi bioskop bergeser sendiri. Namun tiba-tiba lampu senter salah satu dari mereka mati mendadak. Dalam kegelapan, terdengar suara perempuan menangis dari arah layar utama. “Jangan nengok belakang!” teriak salah satu pemuda panik. Tetapi ketika mereka menoleh, sosok perempuan berambut panjang dengan gaun putih tampak berdiri di antara deretan kursi yang rusak.

Warga sekitar juga mempercayai adanya tragedi kematian seorang wanita di dalam bioskop itu pada masa jayanya. Menurut cerita turun-temurun, wanita tersebut mengalami pendarahan hebat ketika sedang menonton film malam hari. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong. Sejak kejadian itu, beberapa penonton mulai mengalami kejadian aneh seperti mendengar rintihan kesakitan di toilet wanita. “Kadang ada suara orang muntah dan nangis,” ujar Bu Euis, mantan penjual makanan ringan di depan bioskop. “Padahal waktu dicek, nggak ada siapa-siapa.”

Aura menyeramkan bangunan itu semakin kuat setelah muncul kabar mengenai seorang gadis yang menggugurkan kandungannya di dalam bioskop pada era 1990-an. Kisah tersebut membuat warga percaya bahwa tempat itu menyimpan energi negatif yang tidak pernah hilang. Bahkan para indigo dan youtuber yang datang untuk eksplorasi selalu mengatakan hal yang sama. “Di sini hawa panasnya beda… kayak ada yang ngawasin dari segala arah,” kata seorang kreator konten paranormal dalam videonya. Banyak dari mereka mengaku merinding ketika memasuki ruang proyektor yang dipenuhi bau anyir misterius.

Suatu malam, empat pemuda desa mencoba membuktikan bahwa semua cerita itu hanyalah mitos. Mereka masuk lewat pintu samping yang sudah rusak sambil membawa kamera dan senter. Pada awalnya suasana terlihat biasa saja. Debu beterbangan dan kursi bioskop banyak yang roboh. Namun ketika mereka mencapai lorong menuju balkon atas, suara film jadul tiba-tiba terdengar samar dari speaker rusak. “Eh… kalian nyalain suara ya?” tanya Dani dengan wajah pucat. Temannya langsung menggeleng. Beberapa detik kemudian layar bioskop yang sudah sobek bergerak sendiri seperti tertiup angin, padahal tidak ada celah udara sama sekali.

Ketakutan mereka berubah menjadi kepanikan ketika salah satu kamera merekam sosok perempuan duduk di kursi paling depan. Sosok itu tampak diam menatap layar kosong. Ketika salah satu pemuda memberanikan diri mendekat, tubuh perempuan itu perlahan berdiri dengan posisi kepala menunduk. “Astagfirullah… keluar! keluar!” teriak mereka sambil berlari menuju pintu utama. Dalam rekaman video yang sempat beredar di kampung, terdengar suara tawa perempuan mengiringi langkah kaki mereka. Anehnya, setelah keluar dari gedung, salah satu pemuda mendadak demam tinggi selama tujuh hari dan mengaku terus bermimpi didatangi wanita tanpa wajah.

Warga Citereup percaya bahwa Bioskop Atoom bukan sekadar bangunan kosong biasa. Banyak orang yang melintas malam hari mengaku mendengar suara kursi bioskop dilipat sendiri atau melihat bayangan putih berdiri di jendela lantai dua. Bahkan tukang ojek yang mangkal dekat lokasi memilih memutar jalan ketika tengah malam tiba. “Kalau lewat jam dua belas, suka ada perempuan manggil,” kata Mang Darto pelan. “Begitu ditoleh, jalannya kosong.” Cerita-cerita itu terus menyebar dari mulut ke mulut dan menjadikan Bioskop Atoom sebagai salah satu tempat paling angker di Citereup.

Kini bangunan tua itu masih berdiri dalam kesunyian, dipenuhi semak liar dan dinding retak yang nyaris roboh. Meski waktu telah berlalu puluhan tahun sejak ditutup pada 1998, aroma mistis Bioskop Atoom Citereup tetap terasa kuat bagi siapa saja yang mendekat. Banyak warga percaya bahwa tempat tersebut menyimpan arwah-arwah yang belum tenang. Karena itu, masyarakat selalu mengingatkan agar siapa pun yang datang menjaga ucapan dan perilaku selama berada di sana. Sebab menurut mereka, tidak semua penghuni Bioskop Atoom menyukai kehadiran manusia yang datang hanya untuk menantang kegelapan.

Redaksi Energi Juang News

Erwan Larang Razia Kendaraan Saat Konvoi Persib

Erwan Larang Razia Kendaraan Saat Konvoi Persib

Energi Juang News, Bandung— Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta seluruh masyarakat menjaga ketertiban selama perayaan gelar juara Persib Bandung pada Minggu (24/5/2026). Pemprov juga mengingatkan potensi kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan pusat Kota Bandung selama konvoi berlangsung.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menegaskan tidak boleh ada tindakan sweeping atau razia kendaraan terhadap warga dari luar daerah yang datang ke Bandung untuk merayakan kemenangan Persib.

Pemprov Minta Bobotoh Jaga Ketertiban

Erwan mengatakan, Jawa Barat harus menjadi tuan rumah yang baik bagi para pendukung Persib maupun tamu dari luar kota. Karena itu, ia meminta seluruh Bobotoh menjaga suasana tetap aman dan kondusif.

“Saya sudah sampaikan untuk tidak ada aksi sweeping kendaraan, karena kita sebagai tuan rumah yang baik harus menyambut tamu dari mana pun,” ujar Erwan dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/5/2026).

Ia berharap rangkaian konvoi juara Persib dapat berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat lain di Kota Bandung.

Warga Luar Kota Diimbau Hindari Pusat Bandung

Menurut Erwan, arus kendaraan di pusat Kota Bandung diperkirakan meningkat tajam sejak pagi hingga siang hari. Karena itu, warga dari luar daerah diminta sementara menghindari kawasan yang dilintasi rombongan konvoi.

“Mohon maaf, jangan ke daerah kota dulu karena macet,” katanya.

Ia menyarankan masyarakat memilih jalur alternatif atau beraktivitas di kawasan yang tidak masuk rute konvoi.

Rute dan Jadwal Konvoi Persib

Konvoi juara Persib dijadwalkan dimulai pukul 07.00 WIB dari Gedung Sate. Rombongan kemudian melintasi Jalan Banda, Jalan Riau, Jalan Merdeka, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Lembong, Jalan Veteran, Simpang Lima, hingga Jalan Asia Afrika.

Rangkaian perayaan akan berakhir di Gedung Merdeka. Konvoi diperkirakan berlangsung selama tiga hingga empat jam.

Redaksi Energi Juang News

Pertahanan Kokoh Antar Persib Cetak Hattrick Juara

Pertahanan Kokoh Antar Persib Cetak Hattrick Juara

Energi Juang News, Bandung- Persib Bandung kembali menorehkan sejarah di kompetisi sepak bola nasional. Tim berjuluk Maung Bandung sukses mengamankan gelar Super League 2025/2026 usai bersaing ketat hingga pekan terakhir musim ini.

Keberhasilan tersebut sekaligus membawa Persib mencatatkan hattrick juara di era Liga Indonesia. Pelatih Bojan Hodak menilai konsistensi permainan tim menjadi modal penting sepanjang musim.

Lini Belakang Jadi Penentu

Bojan Hodak menyebut kekuatan utama Persib musim ini terletak pada organisasi pertahanan. Menurut dia, lini belakang yang solid membuat tim mampu menjaga stabilitas performa hingga akhir kompetisi.

“Pertahanan memberikan kami gelar juara musim ini,” kata Bojan di Bandung, Sabtu (23/5).

Sepanjang musim, Persib hanya kebobolan 22 gol. Catatan itu menjadi yang terbaik dibanding seluruh kontestan liga musim ini.

Bojan mengatakan, prinsip sederhana untuk tidak mudah kebobolan menjadi fondasi permainan Persib. Strategi tersebut dinilai efektif menjaga peluang tim meraih poin di setiap pertandingan.

Tutupi Kekurangan di Lini Depan

Pelatih asal Kroasia itu mengakui Persib tidak selalu tampil tajam saat mendapat peluang. Namun, kokohnya lini pertahanan mampu menutupi kekurangan tersebut.

“Meski kami menciptakan peluang dan tidak selalu mencetak gol, pertahanan tetap menjadi bagian terbaik dari permainan kami,” ujarnya.

Bojan menambahkan, keseimbangan permainan menjadi faktor penting dalam perjalanan Persib menuju tangga juara musim ini.

Persib Juara Lewat Keunggulan Head to Head

Persib memastikan gelar juara setelah bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara pada laga terakhir di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (23/5).

Hasil itu cukup membawa Persib finis di puncak klasemen dengan koleksi 79 poin. Jumlah tersebut sama dengan raihan Borneo FC, tetapi Persib unggul head to head sehingga berhak mengangkat trofi Super League 2025/2026.

Redaksi Energi Juang News

Anjloknya Harga TBS Sawit, Cerminan Kekagetan Pasar Terhadap Kebijakan Ekspor Baru

Anjloknya Harga TBS Sawit, Cerminan Kekagetan Pasar Terhadap Kebijakan Ekspor Baru

Energi Juang News, Jakarta— Konsultan dan Perencana Keuangan Elvi Diana menilai anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani sesaat setelah pengumuman pembentukan BUMN ekspor komoditas strategis oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan cerminan kekagetan pasar terhadap arah baru kebijakan tata kelola ekspor nasional.

Menurut Elvi, pasar bereaksi cepat karena kebijakan ekspor satu pintu melalui BUMN dinilai mengubah mekanisme perdagangan yang selama ini berjalan berbasis persaingan antar pelaku usaha. Akibatnya, muncul kekhawatiran di kalangan industri dan eksportir mengenai potensi perubahan rantai distribusi, kepastian transaksi, hingga pembentukan harga di tingkat global.

“Pasar pada dasarnya sangat sensitif terhadap perubahan regulasi, terlebih yang menyangkut tata niaga ekspor komoditas strategis seperti sawit. Ketika pemerintah mengumumkan pembentukan BUMN ekspor sebagai pengekspor tunggal, pelaku pasar langsung membaca adanya potensi perubahan besar dalam mekanisme perdagangan. Respons spontan itulah yang kemudian tercermin dalam penurunan harga TBS sawit di tingkat petani,” ujar Elvi di Jakarta, Jumat.

Ia menyoroti adanya ketimpangan antara penurunan harga crude palm oil (CPO) dan anjloknya harga TBS petani. Berdasarkan data yang beredar di kalangan industri sawit, harga CPO hanya turun sekitar Rp450 hingga Rp600 per kilogram, sedangkan harga TBS petani menurut data Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) justru merosot hingga Rp800 sampai Rp1.000 per kilogram.

Menurut Elvi, selisih penurunan yang terlalu lebar tersebut menunjukkan adanya kepanikan pasar dan praktik penyesuaian harga yang dilakukan terlalu agresif oleh sebagian pelaku industri.

“Kalau penurunan harga TBS jauh lebih dalam dibanding penurunan CPO, berarti ada faktor psikologis pasar dan kekhawatiran rantai bisnis yang sedang bekerja. Ini bukan semata persoalan fundamental harga global, tetapi juga persoalan ekspektasi dan persepsi terhadap arah kebijakan pemerintah,” katanya.

Elvi menilai pemerintah sebenarnya memiliki niat baik untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai negara produsen sawit terbesar dunia melalui pengendalian tata kelola ekspor. Namun, ia mengingatkan bahwa kebijakan strategis semacam itu membutuhkan transisi yang jelas dan komunikasi yang matang agar tidak menimbulkan gejolak di pasar domestik.

Sebelumnya, Presiden Prabowo mengumumkan penerbitan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam yang mewajibkan ekspor komoditas tertentu dilakukan melalui BUMN yang ditunjuk pemerintah sebagai pengekspor tunggal. Kebijakan itu akan diterapkan pada komoditas minyak kelapa sawit, batu bara, dan ferro alloy.

Tak lama setelah pengumuman tersebut, sejumlah daerah sentra sawit melaporkan penurunan harga pembelian TBS oleh pabrik kelapa sawit (PKS). Beberapa PKS dilaporkan memangkas harga pembelian antara Rp200 hingga Rp500 per kilogram, sementara di sejumlah wilayah penurunan harga TBS petani bahkan mencapai Rp800 sampai Rp1.000 per kilogram.

Elvi mengingatkan agar pemerintah segera memberikan kepastian teknis mengenai implementasi kebijakan tersebut, termasuk mekanisme pembentukan harga, skema pembayaran ekspor, dan perlindungan terhadap harga TBS petani swadaya.

“Jangan sampai pasar membaca kebijakan ini sebagai bentuk sentralisasi yang menimbulkan ketidakpastian baru. Pemerintah harus memastikan tata niaga baru justru meningkatkan efisiensi dan memperkuat posisi tawar Indonesia, bukan malah menciptakan kepanikan yang akhirnya merugikan petani,” ujar Elvi.

Ia juga menilai stabilitas harga TBS sawit sangat penting karena berkaitan langsung dengan daya beli jutaan keluarga petani sawit di berbagai daerah. Karena itu, menurutnya, setiap perubahan kebijakan ekspor harus memperhatikan dampak psikologis maupun ekonomi terhadap rantai pasok domestik.

“Pasar komoditas bekerja berdasarkan kepercayaan. Ketika pelaku pasar merasa ada kepastian dan transparansi, harga akan kembali stabil. Tetapi jika muncul ketidakjelasan, maka yang pertama terkena dampak biasanya justru petani di lapangan,” katanya.

 

Redaksi Energi Juang News

Punya Istri Cantik Jarang Pulang, Babu pun Diterjang

Terjang Babu
Terjang Babu

Energi Juang News,Semarang-Skandal ini bisa terjadi lantaran sebab dan akibat, Istrinya sibuk lembur tak sempat melayani suami, akibatnya suami nerjang babu. Penceng yang punya istri cantik jarang pulang, babu pun diterjang.

Sebetulnya Mince (35) yang cukup cantik, memilih mengalah dalam arti minta cerai sajalah. Semua didasari pada ulah suaminya yang ketahuan mepet pembantu rumahnya yang berbeda derajat dengannya.

Jaman Orde Baru dulu, pejabat sering mengingatkan, janganlah mendikotomikan (mempertentangkan) antara sipil dan militer. Di era reformasi sekarang, Penceng,40, warga Semarang ini juga tak mau mendikotomikan antara majikan dan pembantu. Dia membuktikan dengan karya nyata.

Di rumah dia tak ada kamar untuk pembantu, tak ada kamar mandi untuk pembantu. Satu kamar mandi, satu toilet, dipakai bersama-sama. Tini,30, yang bekerja sebagai pembantu rumah juga menggunakan toilet dan kamar mandi yang dipakai majikan.

Skandal ini bisa terjadi lantaran sebab dan akibat. Mince yang kerja sampai lembur, sering tak sempat melayani suami dalam urusan ranjang. Alasannya capek dan ngantuk. Sekali dua kali Penceng bisa memaklumi, tapi kalau sudah menjadi sebuah rutinitas, ya sentolopnya yang protes. Sampai kemudian dalam hati Penceng bilang, “Memangnya perempuan hanya kamu seorang?”

Situasi ini yang sangat riskan!Penceng juga membiarkan Tini pembantu itu tidur di kamarnya, atau Penceng sendiri yang tidur di kamar Tini. Tentu saja semua itu terjadi ketika istrinya, Mince, masih lembur di kantor.

Awalnya ketika hari-hari malam selalu kosong tanpa makna, Penceng memang mulai melirik pembantunya, yang kini istilahnya diganti asisten rumahtangga. Kalau wajah sih biasa saja, sangat standar, tapi bodinya meck……, kaleng semua, bebas dempul, sekel nan cemekel. Oleh karena itu ketika istri sedang di kantor Penceng mulai lobi-lobi politik, kadang mulai main towel pantat saat Tini mencuci.

“Jangan begitu Pak, saya kan hanya pembantu. Kasihan ibu….” kata Tini pembantu seksi tersebut. Tapi jawab Penceng benar-benar mblubut (tak tahu malu),  sambil cengengesan dia bilang, “Biar kamu pembantu, yang penting rasanya Tin!”

Menghadapi  majikan yang nekad, Tini pun juga butuh kehangatan mulai berani ke majikannya itu. “Memangnya sudah nyobain?” ujarnya memancing. Jawab Penceng makin nekad, “Ya kalau boleh dan mau!”

Lampu hijau telah menyala, karpet merah sudah digelar, mau apa lagi? Maka Tini pun langsung digelandang ke kamar, dan terjadilah hubungan terlarang itu.  Bujang dalam arti babu-babu diterjang benar-benar telah terjadi. Tini sudah membuka paha buat Penceng tuannya.

Dan sejak itu asal situasinya mantap terkendali Penceng yang ketagihan mengulangi perbuatan itu, dimanapun jadi, kadang di kamar pribadinya tapi kadang di kamar Tini sendiri.

Dan mereka pun semakin intim saja, antara majikan dan pembantu tak ada lagi jarak. Keakraban majikan dan pembantu itu rupanya terdeteksi oleh tetangga dan hal ini disampaikan kepada Mince selaku istri Penceng.

Awalnya dia tak percaya, tapi ketika Tini hendak pulang kampung kok Penceng maksa banget mau ngantar pakai mobil, barulah Mince percaya. Dan tambah percaya lagi ketika di mobil sempat-sempatnya Penceng nyosor diam diam si Tini. Dada Mince langsung berdesir hebat.

Ketika suami pulang, Mince langsung dengan tegas mengatakan, Tini tak usah kembali lagi, kecuali dirinya telah diceraikan. Dan hari itu juga dia mendaftarkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Semarang. “Kalau aku sudah sampeyan cerai, kalian mau kelonan sehari sepuluh kali, ya silakan saja!” kata Mince tegas.

Sepuluh kali? Apa nggak gempor tuh bro?

Redaksi Energi Juang News

 

Country Music Dari Balada Rakyat hingga Industri Raksasa Amerika

Country Music
Country Music

Energi Juang News,Jakarta- Musik selalu punya cara unik untuk bepergian. Kadang ia datang lewat kapal para imigran, hidup di bar kecil pinggir kota, lalu tiba-tiba berubah menjadi industri bernilai miliaran dolar. Itulah yang terjadi pada musik country di Amerika Serikat.

Hari ini, banyak orang mengenal country lewat konser megah, topi koboi, gitar akustik mahal, dan stadion penuh penonton bernyanyi bersama. Namun jauh sebelum Nashville menjadi pusat hiburan modern, suara country lahir dari kesunyian desa-desa terpencil, jalan berlumpur Appalachia, hingga komunitas pekerja yang hidup keras di Amerika abad ke-18 dan 19.

Akar awal genre ini sebenarnya bukan berasal dari satu budaya saja. Musik rakyat Inggris, Skotlandia, dan Irlandia menjadi fondasi penting. Para emigran membawa balada dan permainan fiddle melintasi Atlantik menuju Amerika. Lagu-lagu seperti “The House Carpenter” atau irama tradisional seperti “The Devil’s Dream” bertahan turun-temurun di wilayah pedalaman.

Menariknya, musik itu tidak hidup sendirian. Ketika masyarakat Amerika mulai berkembang, tradisi musik Eropa tersebut bertemu dengan pengaruh Afrika dan budaya imigran lain. Banjo, misalnya, ternyata memiliki akar Afrika. Instrumen ini kemudian dimainkan berdampingan dengan fiddle khas Eropa. Gitar yang berasal dari tradisi Spanyol juga ikut masuk ke dalam campuran tersebut.

Dari sinilah identitas musik Amerika perlahan terbentuk. Musik country pada akhirnya bukan sekadar suara pedesaan kulit putih seperti stereotip yang sering muncul. Ia adalah hasil percampuran budaya yang rumit. Ada unsur sinkopasi dari musik Afrika-Amerika, improvisasi khas blues, hingga pola nyanyian spiritual gereja yang kemudian menyatu dengan tradisi folk Eropa.

Di abad ke-19, pertunjukan minstrel show ikut memperluas penyebaran musik lintas budaya. Walau kini dianggap ofensif karena penggunaan blackface dan stereotip rasial, pertunjukan ini secara musikal mempertemukan warna hitam dan putih dalam satu panggung hiburan populer.

Dari sana lahir banyak lagu yang bertahan lama dalam budaya Amerika, termasuk karya Stephen Foster seperti “Oh Susanna!”.

Memasuki akhir abad ke-19, musik rakyat Amerika mulai bercampur dengan vaudeville, brass band, ragtime, hingga jazz yang sedang berkembang. Semua elemen itu seperti dimasukkan ke dalam satu panci besar budaya Amerika.

Hasilnya adalah sesuatu yang kelak disebut sebagai country music. Istilah “hillbilly” mulai populer sekitar tahun 1900. Awalnya istilah ini dipakai untuk menyebut masyarakat kulit putih pedesaan di wilayah selatan Amerika. Ketika industri rekaman mulai berkembang pada 1920-an, perusahaan rekaman melihat potensi besar dari pasar tersebut.

Mereka mulai merekam musisi lokal dan menjual musik itu sebagai “hillbilly music”. Lucunya, kategori itu sebenarnya sangat luas. Ada gaya liar ala Uncle Dave Macon, ada pula suara lembut Vernon Dalhart, sampai nuansa blues kuat milik Jimmie Rodgers. Rodgers bahkan pernah berkolaborasi dengan legenda jazz Louis Armstrong dalam “Blue Yodel Number 9” pada tahun 1930.

Kolaborasi itu menjadi bukti bahwa batas genre sebenarnya selalu cair. Radio kemudian mengubah semuanya lebih cepat lagi. Musik menyebar lintas negara bagian tanpa hambatan. Pendengar mulai mengenal banyak warna baru, termasuk kontribusi musisi Afrika-Amerika dalam dunia country seperti DeFord Bailey, Murph Gribble, hingga Charlie Pride yang menjadi salah satu ikon penting genre tersebut.

Di Louisiana, perkembangan musik country punya warna yang berbeda. Wilayah utara Louisiana yang lebih berbahasa Inggris menjadi pusat pertumbuhan country, terutama di kota Shreveport. Stasiun radio KWKH memainkan peran besar lewat program The Jimmie Davis Show dan kemudian Louisiana Hayride.

Program radio ini sangat berpengaruh karena menjadi tempat lahirnya nama-nama besar seperti Hank Williams Sr., Johnny Cash, hingga Elvis Presley.

Bayangkan saja, sebelum media sosial atau YouTube ada, radio seperti Louisiana Hayride sudah menjadi mesin pencetak bintang nasional.

Ketika istilah “hillbilly music” mulai dianggap kuno, industri musik menggantinya menjadi “country and western”. Kata “western” muncul karena populernya film dan penyanyi koboi seperti Gene Autry. Namun ketika tren koboi mulai meredup pada 1960-an, nama itu disederhanakan menjadi “country”.

Nama tersebut bertahan sampai hari ini. Meski identik dengan Tennessee atau Texas, Louisiana ternyata punya kontribusi besar dalam perkembangan genre ini. Musisi seperti Webb Pierce, Dobber Johnson, James Burton, hingga Tim McGraw lahir dari wilayah tersebut.

Selain itu, ada pula tradisi bluegrass dan close-harmony singing yang berkembang di beberapa daerah Louisiana meski gaya tersebut lebih identik dengan Appalachia.

Yang menarik justru terjadi di Louisiana bagian selatan. Di wilayah dengan budaya Cajun dan Creole yang kuat, musik country bercampur dengan zydeco, swamp pop, dan musik tradisional Prancis-Amerika. Hasilnya terdengar unik dan sangat khas.

Hackberry Ramblers menjadi salah satu pelopor penting karena menggabungkan lagu Cajun berbahasa Prancis dengan country berbahasa Inggris. Bahkan lagu terkenal Hank Williams, “Jambalaya”, memakai melodi dari lagu Cajun tradisional.

Pertukaran budaya seperti ini membuat country music terus berkembang tanpa kehilangan akar rakyatnya. Musisi seperti Jimmy C. Newman dan D.L. Menard bahkan bernyanyi dalam dua bahasa: Inggris dan Cajun French. Mereka membuktikan bahwa musik country tidak pernah benar-benar eksklusif.

Yvette Landry misalnya, tampil membawakan country klasik ala honky-tonk sambil tetap aktif memainkan musik Cajun dalam bahasa Prancis. Ia menjadi contoh modern bagaimana identitas lokal dan country bisa berjalan berdampingan.

Di sisi lain, industri country modern kini sudah berubah sangat besar. Konser seperti Bayou Country Superfest mampu menarik puluhan ribu penonton. Teknologi produksi semakin canggih, pasar semakin luas, dan genre ini terus berevolusi mengikuti zaman.

Namun di balik lampu stadion dan industri bernilai miliaran dolar itu, denyut lama musik country sebenarnya masih sama: cerita tentang manusia biasa.

Mungkin itu sebabnya country music tetap bertahan lintas generasi. Karena seberapa pun modernnya industri musik berkembang, manusia tetap suka mendengar kisah yang terasa dekat dengan hidup mereka sendiri.

Redaksi Energi Juang News

Gempa M 5,3 Guncang Bengkulu Selatan

Gempa M 5,3 Guncang Bengkulu Selatan, Tak Berpotensi Tsunami

Energi Juang News, Bengkulu- Getaran gempa bumi terasa di sejumlah wilayah Bengkulu pada Sabtu (23/5/2026) malam. BMKG memastikan gempa tersebut tidak memicu tsunami dan hingga kini belum ada laporan kerusakan maupun korban.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.40 WIB. Warga di beberapa daerah mengaku merasakan getaran cukup kuat selama beberapa detik.

BMKG Sebut Gempa Dipicu Aktivitas Subduksi

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan gempa memiliki magnitudo 5,3. Titik gempa berada di koordinat 4,67 Lintang Selatan dan 102,58 Bujur Timur.

Pusat gempa terdeteksi di laut, sekitar 44 kilometer barat daya Bengkulu Selatan, dengan kedalaman 15 kilometer.

“Hasil pemodelan menunjukkan gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” ujar Wijayanto, Sabtu (23/5/2026).

Menurut BMKG, gempa tersebut tergolong gempa dangkal. Penyebabnya berasal dari aktivitas subduksi lempeng di wilayah tersebut.

Analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki pola pergerakan geser naik atau oblique thrust.

Getaran Terasa di Sejumlah Daerah

Gempa dirasakan di Bengkulu Selatan, Kaur, dan Seluma dengan skala intensitas III-IV MMI. Pada skala itu, getaran dapat dirasakan banyak orang di dalam rumah pada siang hari.

Sementara itu, wilayah Kepahiang, Rejang Lebong, hingga Musi Rawas merasakan getaran dengan intensitas III MMI. Kondisi tersebut umumnya terasa nyata di dalam rumah, seperti ada truk besar melintas.

Belum Ada Laporan Kerusakan

BMKG menyatakan hingga Sabtu malam belum menerima laporan kerusakan akibat gempa tersebut. Aktivitas gempa susulan atau aftershock juga belum terdeteksi.

Meski demikian, masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG untuk mengantisipasi kemungkinan perkembangan situasi.

Redaksi Energi Juang News

Kepulangan 9 WNI Relawan Flotilla Tinggal Menunggu Waktu

Kepulangan 9 WNI Relawan Flotilla Tinggal Menunggu Waktu

Energi Juang News, Jakarta- Sembilan warga negara Indonesia yang sempat ditahan aparat Israel dalam misi kemanusiaan internasional dipastikan segera kembali ke Indonesia. Mereka saat ini masih berada di Turki untuk menjalani sejumlah pemeriksaan sebelum dipulangkan ke Jakarta.

Koordinator Media Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Harfin Naqsyabandy, mengatakan para relawan dijadwalkan tiba di Tanah Air pada Minggu (24/5/2026) sore.

“Diperkirakan Minggu sore sampai Jakarta,” ujar Harfin kepada wartawan, Sabtu (23/5/2026).

Jadwal Pemulangan dari Istanbul ke Jakarta

Harfin menyebut seluruh relawan akan terbang menggunakan maskapai Emirates dari Istanbul pada Sabtu malam. Mereka dijadwalkan transit di Dubai sebelum melanjutkan penerbangan menuju Jakarta.

“Sudah terkonfirmasi berangkat Sabtu, 23 Mei, pukul 19.35 dari Istanbul ke Dubai. Lalu penerbangan Dubai-Jakarta berangkat Minggu dini hari dan tiba sekitar pukul 15.30 WIB,” katanya.

Informasi serupa juga diterima Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ankara. Minister Counsellor KBRI Ankara, Yudhi Ardian, mengatakan pihaknya masih menunggu kepastian akhir terkait proses kepulangan tersebut.

“Kami menerima informasi yang sama dan masih menunggu konfirmasi lanjutan. Semoga prosesnya bisa cepat selesai,” ujar Yudhi.

Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Turki

Sebelum dipulangkan ke Indonesia, sembilan WNI menjalani pemeriksaan kesehatan serta proses pengambilan keterangan oleh otoritas Turki dan pihak Global Sumud Flotilla (GSF).

Menurut Yudhi, seluruh prosedur masih berlangsung karena para relawan menjadi bagian dari rombongan besar misi kemanusiaan internasional tersebut.

“Sekarang masih ada proses pengambilan testimoni, pemeriksaan kesehatan, dan visum,” kata dia.

KBRI Ankara juga terus memantau kondisi para WNI selama berada di Turki. Berdasarkan pemantauan awal, seluruh relawan disebut dalam kondisi baik.

“Sejauh ini mereka diterima dan ditangani dengan baik. Dari pengamatan sementara juga terlihat sehat, meski kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih detail,” ujarnya.

Kronologi Penangkapan Relawan GSF

Insiden penangkapan terjadi ketika pasukan Israel mencegat sejumlah kapal bantuan kemanusiaan milik Global Sumud Flotilla pada Senin (18/5/2026). Pencegatan dilakukan bertahap terhadap beberapa armada yang membawa relawan internasional.

Dalam operasi tersebut, sembilan WNI turut diamankan bersama relawan lain dari berbagai negara. Seluruh relawan kemudian dibebaskan pada Kamis (21/5) waktu setempat dan diterbangkan ke Turki menggunakan pesawat yang disiapkan otoritas setempat.

Sejumlah relawan Indonesia mengaku mengalami perlakuan tidak manusiawi selama penahanan. Beberapa di antaranya melaporkan adanya kekerasan fisik, termasuk pemukulan dan penyetruman.

Berikut daftar sembilan WNI yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla:

  1. Herman Budianto Sudarsono (GPCI-Dompet Dhuafa)
  2. Ronggo Wirasanu (GPCI-Dompet Dhuafa)
  3. Andi Angga Prasadewa (GPCI-Rumah Zakat)
  4. Asad Aras Muhammad (Spirit of Aqsa)
  5. Hendro Prasetyo (SMART 171)
  6. Bambang Noroyono (Republika)
  7. Thoudy Badai Rifan Billah (Republika)
  8. Andre Prasetyo Nugroho (Tempo)
  9. Rahendro Herubowo (Tim Media GPCI dan iNews)

Redaksi Energi Juang News

Warga Medan Serbu Toko Genset Saat Listrik Padam

Warga Medan Serbu Toko Genset Saat Listrik Padam

Energi Juang News, Jakarta- Pemadaman listrik masih melanda sejumlah wilayah di Kota Medan, Sumatera Utara, hingga Sabtu (23/5/2026). Kondisi itu membuat aktivitas warga terganggu, terutama karena listrik padam selama berjam-jam sejak Jumat sore.

Situasi tersebut memicu lonjakan pembelian generator set atau genset di sejumlah toko penjual mesin listrik cadangan di Medan. Warga memilih membeli genset untuk mengantisipasi pemadaman yang belum sepenuhnya pulih.

Toko Genset Ramai Didatangi Pembeli

Sejumlah toko penjual genset di Jalan Pandu, Kota Medan, tampak dipadati warga. Mereka datang untuk membeli mesin genset sebagai cadangan pasokan listrik di rumah.

Salah satu warga Delitua, Dedy, mengaku sengaja membeli genset karena khawatir pemadaman bergilir masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Menurut dia, kondisi tanpa listrik sangat mengganggu aktivitas keluarga.

“Takut listrik lama pulih, jadi saya pilih berjaga-jaga. Listrik penting untuk penerangan rumah, menyalakan kulkas, sampai isi daya handphone,” kata Dedy kepada detikSumut, Sabtu (23/5/2026).

Harga Genset Tembus Rp 4 Jutaan

Dedy mengatakan genset menjadi kebutuhan mendesak bagi keluarganya, terutama karena ada orang tua lanjut usia di rumah. Ia juga menyebut harga genset mengalami kenaikan di tengah tingginya permintaan warga.

“Mau tidak mau harus beli karena memang dibutuhkan. Kasihan juga orang tua di rumah. Tadi harganya sekitar Rp 4 jutaan,” ujarnya.

Menurut Dedy, kawasan tempat tinggalnya di Delitua sempat gelap gulita saat listrik padam. Suhu rumah pun terasa lebih panas karena kipas angin dan pendingin ruangan tidak dapat digunakan.

Kondisi pemadaman listrik di Medan sendiri masih terjadi di sejumlah titik hingga Sabtu malam.

Redaksi Energi Juang News

Nandur Demit di Jalur Prameks: Teror Beringin Penunggu Sungai

Demit
Demit

Energi Juang News,Jogyakarta- Ketika kereta meluncur perlahan meninggalkan Stasiun Tugu Yogyakarta didalam Adrian, seorang mahasiswa teologi yang sejak tadi memandangi jendela dengan tatapan kosong. Wajahnya pucat, matanya cekung seperti kurang tidur berhari-hari.

Ketika kereta mulai melewati kawasan sawah menuju Maguwo, lelaki itu menoleh perlahan lalu bertanya dengan suara pelan, “Pak… panjenengan pernah dengar istilah nandur demit?” Pertanyaan itu terdengar biasa, tetapi entah mengapa bulu kudukku langsung meremang.

Ia kemudian membuka tas lusuhnya dan mengeluarkan map berisi foto-foto pohon beringin tua di daerah Baturetno. Dari situ ia mulai bercerita bahwa selama dua bulan terakhir, ia meneliti program penghijauan di sekitar aliran sungai yang mulai mengering.

Namun anehnya, setiap lokasi penanaman beringin selalu diikuti kejadian ganjil. Warga mendengar suara tangisan malam hari, ternak hilang tanpa bekas, dan beberapa orang mengaku melihat sosok hitam berdiri di dahan pohon. “Warga bilang itu bukan sekadar pohon,” katanya lirih.

“Mereka percaya ada yang ikut ditanam bersama akarnya.” Seorang ibu penjual peyek yang duduk di depan kami tiba-tiba ikut menyela pembicaraan. “Mas, jangan ngomong keras-keras soal itu,” bisiknya ketakutan. “Di Delanggu kemarin ada orang hilang gara-gara nebang akar beringin.” Mahasiswa itu tersenyum tipis.

“Saya justru datang ke sana setelah kejadian itu.” Kereta berguncang keras ketika melewati sambungan rel. Dari jendela tampak langit semakin gelap seperti akan hujan besar. Lelaki itu lalu memperlihatkan foto seorang pria tua dengan mata melotot dan mulut berbusa.

“Namanya Pak Wiryo,” katanya. “Meninggal tiga hari setelah bilang melihat perempuan rambut panjang turun dari pohon beringin dekat mata air.” Nafasku terasa berat mendengar ceritanya. Suara roda kereta kini terdengar seperti bisikan panjang yang berulang-ulang menyebut kata yang sama: demit… demit… demit.

Ketika kereta melewati wilayah Sleman menuju Klaten, Adrian mulai bercerita tentang malam paling mengerikan selama penelitiannya. Saat itu ia dan tiga warga sedang berjaga di dekat mata air yang mulai dipenuhi pohon beringin muda.

Mereka sengaja ronda karena beberapa hari sebelumnya seorang anak kecil hilang setelah bermain di sekitar sungai. Menurut saksi, sebelum menghilang bocah itu sempat bicara sendiri di bawah pohon sambil tertawa seperti sedang diajak bermain seseorang. “Malam itu sepi sekali,” kata Adrian pelan. “Bahkan suara jangkrik tidak ada.”

Sekitar pukul satu dini hari, mereka mendengar bunyi gamelan samar dari tengah hutan. Suaranya lirih, seperti berasal dari tempat sangat jauh. Pak Danu, salah satu warga yang ikut ronda, langsung pucat. “Jangan ditanggapi,” katanya gemetar. Namun suara gamelan itu semakin lama semakin dekat. Angin mendadak bertiup sangat dingin hingga lampu sentir mereka padam satu per satu.

Dari balik akar beringin, muncul sosok perempuan memakai kebaya lusuh berwarna putih kecoklatan. Rambutnya panjang menutupi wajah dan kakinya tidak menyentuh tanah. “Siapa di situ?” teriak Adrian waktu itu. Sosok itu diam. Tetapi suara tertawa kecil mulai terdengar dari segala arah. Tawa perempuan. Banyak sekali. Pak Danu langsung membaca doa sambil mundur ketakutan.

Tiba-tiba salah satu warga yang bernama Sugeng menjerit keras. Tubuhnya ditarik sesuatu ke arah akar pohon. Adrian mengaku melihat tangan hitam kurus keluar dari tanah dan mencengkeram kaki Sugeng. Mereka berusaha menarik tubuh lelaki itu, tetapi kekuatannya seperti ditahan dari bawah tanah. “Tolong… ojo tinggalke aku!” teriak Sugeng sebelum tubuhnya mendadak lemas.

Ketika berhasil diselamatkan, wajah Sugeng berubah pucat kebiruan dan matanya melotot seperti melihat sesuatu yang mengerikan. Sejak malam itu ia tidak pernah bisa bicara lagi. Warga percaya ia melihat wajah asli penunggu beringin tersebut. Seorang ibu di gerbong tiba-tiba menutup telinga anaknya yang sedari tadi mendengarkan cerita itu. “Astagfirullah… jangan diteruskan Mas,” katanya ketakutan. Tetapi Adrian hanya menatap hujan di luar jendela. “Masalahnya,” ucapnya lirih, “itu belum yang paling menyeramkan.”

Kereta kini mulai mendekati Klaten dan suasana mendadak terasa pengap. Anehnya, meski AC menyala, udara di gerbong terasa semakin dingin seperti ada sesuatu yang ikut duduk mendengarkan cerita kami.

Redaksi Energi Juang News