Rabu, Mei 27, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 749

Sheikh Hasina Tuduh AS Gulingkan Dirinya

Gerak News, Dhaka- Mantan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina menuduh AS berada di balik penggulingannya karena ia menolak menyerahkan Pulau Saint Martin, yang akan memberikan pengaruh kepada Washington di Teluk Benggala, menurut laporan harian India, The Economic TImes (TET).

Hasina “menuduh bahwa AS berupaya menggulingkannya dari kekuasaan karena penolakannya untuk menyerahkan” kendali Pulau Saint Martin, “yang akan memungkinkan AS untuk mempengaruhi Teluk Benggala,” demikian dilaporkan TET pada Minggu.

Mengutip pesan yang disampaikan melalui “rekan dekatnya,” laporan tersebut menyatakan bahwa Hasina (76), “bisa saja tetap berkuasa” dengan menyerahkan kedaulatan Pulau Saint Martin.

Secara lokal dikenal sebagai Narikel Zinzira, atau Pulau Kelapa, Pulau Saint Martin, sebuah daratan kecil seluas hanya tiga kilometer persegi, terletak di bagian timur laut Teluk Benggala, sekitar 9 kilometer di selatan ujung semenanjung Cox’s Bazar-Teknaf. Pulau ini menandai titik paling selatan Bangladesh.

Namun, laporan tersebut menambahkan: “Dia memilih untuk tidak mengkompromikan kedaulatan pulau tersebut, dengan menyoroti pentingnya posisi strategis pulau tersebut dan potensi pengaruh geopolitik yang diwakilinya di kawasan tersebut.”

Menjelang penggulingannya yang mengakhiri masa jabatannya selama 15 tahun, Hasina mengklaim pada Mei bahwa ada rencana “untuk menciptakan ‘negara Katholik seperti Timor Timur’ dengan mengambil bagian dari Bangladesh dan Myanmar.”

Tanpa menyebut negara mana pun secara spesifik, Hasina mengatakan dia “ditawari pemilihan kembali yang bebas masalah pada pemilu 7 Januari jika dia mengizinkan negara asing untuk membangun pangkalan udara di wilayah Bangladesh,” menurut Daily Star yang berbasis di Dhaka.

Hasina juga menyatakan “kesedihan” terkait kerusuhan politik di Bangladesh setelah pengunduran dirinya pada 5 Agustus, yang dimulai dengan protes tuntutan penghapusan sistem kuota kontroversial dalam pekerjaan publik.

Terkait dengan pernyataan tersebut, putra Hasina yang berdiam di AS, Sajeeb Wazed, mengatakan di X: “Pernyataan pengunduran diri terbaru yang dikaitkan dengan ibu saya yang dipublikasikan di sebuah surat kabar sepenuhnya salah dan dibuat-buat.”

“Saya baru saja mengonfirmasi kepada dia (Hasina) bahwa dia tidak membuat pernyataan apa pun sebelum atau setelah meninggalkan Dhaka,” kata Wazed, yang sebelumnya menjabat sebagai pengusaha TI dan penasihat ICT untuk perdana menteri Bangladesh.

Hasina melarikan diri dari Bangladesh pada 5 Agustus ke negara tetangga India di mana dia saat ini tinggal “untuk sementara waktu,” menurut pejabat India.

Menurut harian Prothom Alo, setidaknya 580 kematian dilaporkan sejak 16 Juli selama protes menentang pemerintah Hasina, dengan 326 di antaranya terjadi dalam tiga hari antara 4 dan 6 Agustus.

Segera setelah dia melarikan diri pada 5 Agustus, Kepala Angkatan Darat Bangladesh Jenderal Waker-uz-Zaman mengatakan bahwa Hasina telah mengundurkan diri. Zaman juga mengumumkan pembentukan pemerintahan transisi.

Sehari kemudian, Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin membubarkan parlemen, yang dipilih pada Januari ketika Hasina menjadi perdana menteri untuk keempat kalinya.

Pemenang Hadiah Nobel Muhammad Yunus dilantik sebagai “penasihat utama” pada 8 Agustus untuk memimpin pemerintahan transisi yang beranggotakan 17 orang di Bangladesh.

Partai oposisi utama Partai Nasionalis Bangladesh menuntut pemilu nasional dalam waktu tiga bulan untuk menyerahkan kekuasaan kepada perwakilan rakyat.

Redaksi Gerak News

Presiden Iran Tegaskan Negaranya Berhak Merespons Serangan Agresor

Gerak News, Teheran- Iran menyambut interaksi dengan semua negara, tetapi tidak akan tunduk pada tekanan, dan sesuai dengan aturan internasional berhak merespons serangan agresor, kata Presiden Iran Masoud Pezeshkian kepada Kanselir Jerman Olaf Scholz,  Senin (12/8).

“Meski menyambut baik pengembangan hubungan dengan semua negara dan menekankan perlunya menyelesaikan masalah melalui negosiasi, Iran tidak akan pernah tunduk pada tekanan, sanksi, paksaan dan agresi,” katanya di situs resmi presiden Iran.

“Lebih jauh lagi, sesuai dengan aturan internasional, Iran menganggap memiliki hak untuk merespons terhadap agresor.”

Pada akhir Juli, kepala biro politik gerakan Hamas Palestina Ismail Haniyeh dibunuh dalam serangan Israel di kediamannya di Teheran. Di ibu kota Iran itu, Haniyeh menghadiri pelantikan Pezeshkian.

Hamas menuding Israel dan Amerika Serikat bertanggung jawab atas kematian Haniyeh dan mengatakan bahwa serangan tersebut tidak akan dibiarkan begitu saja tanpa pembalasan.

Perwakilan Israel mengatakan pihaknya tidak akan mengomentari pembunuhan Haniyeh. Sementara, Wakil Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Robert Wood mengatakan AS tidak terlibat dalam kematian Haniyeh.

Pada 31 Juli, surat kabar New York Times dengan mengutip beberapa sumber menyebutkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei telah memerintahkan serangan langsung ke Israel sebagai tanggapan atas pembunuhan Haniyeh di Teheran.

Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani kemudian mengatakan dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB bahwa Teheran, sesuai dengan hukum internasional, berhak membela diri dengan merespons pembunuhan Haniyeh jika dianggap perlu.

Redaksi Gerak News

Paramitha Widya Dukung Turnamen Voli Baraya Tani

Gerak News, Brebes- Anggota DPR-RI asal Brebes, Paramitha Widya Kusuma menghadiri Turnamen Bola Voli Baraya Tani di Desa Sarireja, baru-baru ini.

Paramitha pun memberikan bantuan dana pada panitia penyelenggara, sebagai wujud dukungannya pada turnamen tersebut.

“Acara ini sangat baik, karena membuat anak-anak muda kita bisa berprestasi dan bisa memajukan desanya melalui olahraga bola voli,”ujar Paramitha.

Calon Bupati Brebes itu melanjutkan, olahraga bukan hanya tentang kemenangan di lapangan.

Menurut Paramitha, olahraga juga tentang membangun kebanggaan dan solidaritas di komunitas kita.

Jadikan setiap pertandingan sebagai kesempatan untuk mengangkat nama Kabupaten Brebes Ketingkat yang lebih tinggi lagi, Aamiin,” ujarnya.

Redaksi Gerak News

Ansy Lema, Pejuang Masyarakat Adat NTT

Gerak News, Kupang- Calon gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Yohanis Fransiskus Lema atau Ansy Lema merupakan tokoh yang konsisten memperjuangkan hak masyarakat adat di NTT.

Pembelaan itu ditunjukkan dalam tindakan nyata Ansy sebagai Anggota Komisi IV DPR-RI.

Pada pertengahan Januari 2021, contohnya, Ansy mendapat pengaduan dan masukan dari masyarakat adat Suku Dawan terkait rencana penurunan status Cagar Alam (CA) Mutis.

Setelah mengkaji dan mendalami aspirasi masyarakat adat Dawan, Ansy memutuskan untuk meneruskannya kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)  Siti Nurbaya.

Aspirasi masyarakat adat itu pun disampaikan secara langsung oleh Ansy dalam Rapat Kerja bersama Menteri LHK Siti Nurbaya,  pada suatu hari di tahun 2021.

Kepada Menteri, Ansy menyampaikan bahwa CA Mutis adalah pusat budaya Atoni Pah Meto, sumber kehidupan berbagai ekosistem, sumber air minum, dan sumber kehidupan generasi masa depan masyarakat Timor.

Karena itu, politisi PDI Perjuangan tersebut meminta pemerintah mendengarkan aspirasi masyarakat adat untuk tidak menurunkan status CA Mutis.

Walhasil, perjuangan Ansy berhasil. Pemerintah pun membatalkan penurunan status Cagar Alam Mutis.

Perjuangan Ansy untuk hak masyarakat adat juga tampak dari Revisi Undang Undang Nomor 5 Tahun 1990 mengenai Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem (KSDAHE).

Sejak 2021, Ansy menegaskan substansi dalam revisi UU KSDAHE harus memperkuat pengakuan dan perlindungan hak-hak masyarakat. 

Ansy menegaskan, Negara harus hadir melakukan perlindungan kepada hak masyarakat hukum adat.

Dengan demikian, mereka merasakan kemerdekaan dalam menjaga, melindungi dan mengelola sumber daya alam sekitarnya,” tegas alumni PMKRI itu.

Redaksi Gerak News

Megawati: Bergerak Bersama Hadapi Pilkada Serentak 2024!

Gerak News, Jakarta- Menghadapi Pilkada Serentak 2024, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meminta kader PDIP untuk selalu menjaga kedisiplinan, soliditas dan selalu bergerak bersama.

Megawati Soekarnoputri menyampaikan hal itu saat memberikan pengarahan tertutup dalam rapat koordinasi dengan Badan Saksi Pusat Nasional (BSPN) dan Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Selasa (13/8/2024).

Megawati meminta kader dan pengurus PDIP agar berdisiplin menjalankan arahan Partai.

Disiplin, solid, kolektif dan menjaga nama Partai,” kata Megawati.

Selain itu, Presiden Kelima RI itu meminta PDIP agar membangun ikatan (bonding) dengan turun ke akar rumput untuk menyerap aspirasi masyarakat.

“Disiplin setiap hari, setiap hari, setiap hari,” sebutnya.

“Saya selalu menyampaikan instruksi ini. Kerja, turun ke bawah. Bangun bonding dengan rakyat. Yakinkan rakyat,” tegas Megawati.

Megawati menekankan bahwa PDIP sangat serius menghadapi pilkada serentak 2024. “Bergerak bersama menghadapi Pilkada Serentak 2024,” ujar Megawati.

Tidak hanya memberi arahan, Megawati juga melakukan tanya jawab dengan peserta rapat dan menanyakan kesiapan mereka menghadapi pilkada yang akan digelar serentak pada 27 November 2024. Usai tanya jawab, Megawati menutup dengan sebuah pernyataan dan pertanyaan.

“Kalian harus selalu turun ke bawah, bonding dan memenangkan Pilkada. Sanggup?” tanya Megawati.

“Sanggup,” jawab peserta rapat secara kompak.

“Dengarkan apa yang menjadi aspirasi rakyat,” pungkas Megawati.

(Yayan Sopiani)

Gus Falah: Cadangan Gas PHE Penting Untuk Ketahanan Energi

Gerak News, Jakarta- Anggota Komisi VII DPR-RI Nasyirul Falah Amru atau Gus Falah menyatakan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) berperan penting dalam mempertahankan ketahanan energi nasional.

Hal itu, sambung Gus Falah, tampak dari prospek dan inventori yang dimiliki PHE berupa cadangan gas bumi sebesar 15,70 triliun kaki kubik (TCF) di kawasan Indonesia timur.

“Dengan cadangan gas sebesar itu, PHE berperan penting dalam menjamin ketersediaan atau sumber pasokan, itu vital bagi ketahanan energi,” ujar Gus Falah, Selasa 13 Agustus 2024.

Politisi PDI Perjuangan itu melanjutkan, sebagai salah satu pengelola migas nasional, PHE memang harus memastikan kebersinambungan pasokan gas agar ketahanan energi nasional terjaga.

Dia mengingatkan, produksi gas bumi PHE harus lebih banyak dimanfaatkan oleh pasar dalam negeri.

Namun, sambung Gus Falah, yang menjadi permasalahan adalah aksesibilitas guna menghubungkan cadangan gas itu dengan para pengguna.

Yang saya tahu, cadangan gas bumi PHE itu sulit digarap karena keterbatasan infrastruktur,” ungkap Gus Falah.

“Maka, sinergi dengan berbagai pihak harus dilakukan PHE, agar cadangan gas itu bisa dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” pungkasnya.

Redaksi Gerak News

Umat Hindu Bangladesh Protes Serangan Terhadap Minoritas

Gerak News, Dhaka- Ratusan ribu umat Hindu turun ke jalan di Bangladesh untuk memprotes serangan yang sedang berlangsung terhadap komunitas tersebut setelah Sheikh Hasina mengundurkan diri sebagai perdana menteri (PM) dan melarikan diri ke India.

Ibu kota Bangladesh, Dhaka, dan Chittagong, kota terbesar kedua di negara itu, menyaksikan ratusan ribu orang menghadiri unjuk rasa besar-besaran tersebut.

Anggota komunitas minoritas tersebut telah menghadapi lebih dari 205 insiden serangan di 52 distrik sejak jatuhnya pemerintahan yang dipimpin Hasina pada 5 Agustus.

Ratusan umat Hindu dilaporkan telah terluka dalam serangan terhadap rumah dan bisnis mereka.

Beberapa kuil Hindu juga telah dirusak dan setidaknya dua pemimpin Hindu yang berafiliasi dengan partai Liga Awami milik Hasina sejauh ini telah terbunuh dalam kekerasan tersebut.

Ribuan umat Hindu Bangladesh juga telah mencoba melarikan diri ke negara tetangga; India, untuk menghindari kekerasan.

Menuntut pengadilan khusus untuk mempercepat persidangan mereka yang menganiaya kaum minoritas, alokasi 10 persen kursi Parlemen untuk kaum minoritas, dan pemberlakuan undang-undang perlindungan minoritas di antara yang lainnya, demonstrasi demonstran Hindu memblokir lalu lintas selama lebih dari tiga jam di Shahbagh di bagian tengah Dhaka.

Ribuan demonstran Muslim, termasuk mahasiswa, juga bergabung dengan mereka untuk menyatakan solidaritas atas perjuangan kaum minoritas.

Di Chittagong, pertemuan besar diadakan di Lapangan Cheragi Pahar yang bersejarah.

Pemimpin sementara Bangladesh, Muhammad Yunus, pada hari Sabtu mengutuk serangan terhadap komunitas minoritas di negara yang dilanda kekerasan itu, menyebutnya sebagai “tindakan keji”.

Yunus, seorang peraih Nobel, juga mendesak para mahasiswa, yang berada di garis depan protes, untuk melindungi semua keluarga Hindu, Kristen, dan Buddha dari bahaya.

“Bukankah mereka rakyat negeri ini? Kalian telah mampu menyelamatkan negeri ini; tidak bisakah kalian menyelamatkan beberapa keluarga?”kata Yunus.

“Kalian harus berkata ‘tidak seorang pun dapat menyakiti mereka. Mereka adalah saudara-saudaraku’, kita berjuang bersama, dan kita akan tetap bersama,” papar pemimpin berusia 84 tahun itu, menggarisbawahi perlunya persatuan nasional.

Redaksi Gerak News

Selain Tambang, Muhammadiyah Ingin Garap Perkebunan Dan Kehutanan

Gerak News, Jakarta- Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengungkap bahwa Muhammadiyah ingin berperan dalam pemanfaatan sumber daya alam. Selain tambang, Muhammadiyah juga ingin menggarap bidang lain, termasuk perkebunan hingga kehutanan.

Hal itu diungkap Haedar Nashir di hadapan wartawan di sela-sela kunjungannya ke Desa Kemadu, Sulang, Rembang. Saat itu wartawan menanyakan mengenai rencana Muhammadiyah dalam pengelolaan tambang.

“Saya sampaikan, tambang, perkebunan, perikanan, kehutanan, pertanian itu kan bidang hidup yang harus digarap, bukan hanya oleh pemerintah tapi oleh masyarakat. Nah, Muhammadiyah sebagai bagian dari masyarakat, itu ingin berpartisipasi membangun usaha-usaha besar itu dengan semangat ingin ikut berperan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Haedar Nashir, Senin (12/8/2024).

Menurutnya, Muhammadiyah akan memberikan contoh bahwa pemanfaatan sumber daya alam bisa dilakukan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan hidup.

“Pada saat yang sama membikin bersama-sama alternatif tambang yang tidak merusak lingkungan, misalkan tambang yang pro lingkungan. Sebagaimana juga bidang lain,” kata dia.

Dia menyebut selama ini Muhammadiyah sudah memiliki banyak pengalaman di bidang pendidikan dan kesehatan. Dia yakin Muhammadiyah juga mampu mengelola sumber daya alam, termasuk tambang dengan lebih baik.

Alasannya, selama ini Muhammadiyah tidak pernah berorientasi pada keuntungan sehingga bisa lebih banyak memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Orientasinya kan Muhammadiyah selama ini bukan orientasi mencari keuntungan. Untuk apa sih kami membangun lembaga-lembaga pendidikan, sosial, kesehatan di tempat-tempat terjauh yang banyak memanfaatkan sumber daya, sumber dana kami sendiri kalau untuk mencari keuntungan. Dan kami tidak perlu bicara soal ini, rekan-rekan wartawan bisa cari bukti di lapangan,” tegas Haedar.

Terkait kunjungannya ke Rembang, Haedar Nashir mengaku tengah berusaha mengembangkan perkebunan tebu.

“Jadi kami akan fokus untuk pengembangan perkebunan tebu, dari sini siapa tahu bisa kita kembangkan,” terang Haedar.

Redaksi Gerak News

Film ‘Kuasa Gelap’, Tentang Pengusiran Setan Ala Katolik

Gerak News, Jakarta- Film horor baru berjudul “Kuasa Gelap” akan tayang di bioskop Indonesia.

Film ini didasarkan pada kisah nyata tentang ritual pengusiran setan (exorcist) dalam pandangan agama katolik.

“Film ini bukan hanya tentang kengerian, tetapi juga menggali sisi manusiawi dari kasus nyata eksorsisme.”

“Kami berharap penonton dapat merasakan kedalaman emosional dan realisme dalam film ini,” kata produser eksekutif dari Ideosource Entertainment Andi Boediman.

“Saya yakin film ini akan memberikan pengalaman horor yang baru dan mendebarkan bagi penonton,” lanjutnya.

Paragon Pictures bersama Ideosource Entertainment merilis cuplikan teaser film “Kuasa Gelap”.

Film ini menunjukkan proses pengusiran setan yang dilakukan oleh Romo Rendra, yang diperankan oleh Lukman Sardi, dan Romo Thomas, yang diperankan oleh Jerome Kurnia.

Penonton banyak menantikan perilisan film ini karena konsep dan tema yang berbeda dari film horor Indonesia lainnya.

Selain itu, para penggemar juga menantikan debut akting dari Freya JKT48 di film ini yang berperan sebagai Cilla.

Film yang diproduseri oleh Robert Ronny, Andi Boediman, Pandu Birantoro, dan Arvin Sutedja ini dijadwalkan akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 3 Oktober 2024.

Mengutip dari Wikipedia, pengusiran setan dalam Gereja Katolik adalah praktik pengusiran setan yang biasanya diadakan oleh Gereja Katolik.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk melawan kekuatan iblis atau roh-roh jahat dan mengusirnya dari tubuh seseorang atau suatu tempat.

Pengusiran setan didasarkan pada pelayanan Yesus yang termuat dalam beberapa pasal Alkitab.

Namun, tidak ada dasar Alkitabiah untuk ritus formal pengusiran setan selain penggunaan Mazmur dan perikop Injil yang dimasukkan dalam ritus pengusiran setan seiring perkembangannya. 

Redaksi Gerak News

Ratusan Banser ‘Serbu’ Mapolres Karawang Desak Pelaku Persekusi Kiai Ditangkap

Gerak News, Karawang- Ratusan anggota gabungan Banser Jawa Barat dan Badan Otonom NU, menyerbu Mapolres Karawang, Minggu (11/8/2024) untuk mempertanyakan penanganan penindakan polisi, yang berjanji akan menangkap para pelaku pengeroyokan kiai di Rengasdengklok.

Diketahui pada saat itu puluhan orang tidak dikenal datang mengadang kendaraan milik ulama tersebut, yang dikawal oleh sejumlah anggota Banser.

Selain merusak kendaraan, gerombolan OTK tersebut juga menganiaya dua orang anggota Banser dengan cara dikeroyok hingga babak belur.

Aksi insiden penyerangan ini pun mendapatkan kecaman dari berbagai kalangan, di antaranya dari Ketua PCNU Kabupaten Karawang, Laskar Sabililah, Ketua PBNU Jabar dan Ketua PWNU Ansor Jabar. 

Gabungan ormas NU ini datang ke Mapolres Karwang di antaranya, Banser dari Jawa Barat, serta dari Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumsi), Ormas Pagar Nusa, Persatuan Guru Nahdatul Ulama, dan Serikat Nelayan Nahdatul Ulama.

Menurut Deden Permana Ketua PCNU Kabupaten Karawang, jika kasus insiden pengeroyokan ini tidak ditangani dengan cepat dan serius, khawatir akan menjadi luas, dan makin memperkeruh suasana.

Pasalnya para anggota Banser dari daerah lain sudah banyak yang ingin bergabung ke Karawang untuk mencari pelakunya.

Diinformasikan bahwa polisi menjanjikan akan menangkap para pelakunya dalam 24 jam. Namun kenyataannya tidak. Rencananya Banser gabungan ini akan mendatangi kembali Polres Karawang dengan jumlah yang lebih besar lagi.

Redaksi Gerak News