Selasa, Maret 3, 2026
spot_img
BerandaBerita NasionalIsra Mikraj, Menag Ajak Umat Islam Tegakkan Salat

Isra Mikraj, Menag Ajak Umat Islam Tegakkan Salat

Gerak News, Jakarta- Umat ​​Islam memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, sebuah peristiwa monumental yang membawa pesan mendalam bagi umat manusia.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa salah satu hikmah terpenting dari Isra Mikraj adalah salat. Menag pun mengajak seluruh umat Islam untuk menegakkan shalat sebagai pilar utama dalam kehidupan beragama.

“Oleh-oleh Isra Mikraj adalah salat. Karenanya, pesan penting dari peringatan Isra Mikraj adalah menegakkan salat. Mari kita tegakkan salat,” ujar Menag Nasaruddin Umar di Jakarta, Minggu (26/1/2025).

Menag menjelaskan, Isra Mikraj merupakan perjalanan suci Rasulullah SAW yang menjadi titik balik kebangkitan dakwah Islam. Dalam sejarah perjalanan Rasulullah, terdapat tiga momentum penting, yakni Isra Mikraj, Hijrah, dan Haji Wada. Hijrah dari Mekkah ke Madinah menjadi tonggak perubahan sosial, Haji Wada menandai kemenangan dakwah, sementara Isra Mikraj adalah puncak perjalanan spiritual menuju kesempurnaan ruhani ( insan kamil ).

Menurut Menag, Rasulullah SAW dalam sabdanya menyebut salat sebagai mi’rajnya orang mukmin dan tiang agama. Salat tidak hanya sebagai ibadah wajib, namun juga fondasi dalam membangun kehidupan spiritual yang kokoh.

“Salat mengajarkan kedisiplinan, ketundukan, serta mempererat hubungan dengan Sang Pencipta. Di akhir salat, terdapat salam yang memberi pesan tentang pentingnya menebar kedamaian dan keselamatan kepada sesama,” papar Menag.

Lebih lanjut Menag menegaskan bahwa shalat mempunyai peran penting dalam membangun fondasi spiritual umat dan bangsa. Ketika shalat ditegakkan dengan baik, maka nilai-nilai keadilan, kedamaian, dan kesejahteraan akan tumbuh, memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.

“Salat yang dilakukan dengan khusyuk dan konsisten akan memperkuat nilai-nilai persatuan, toleransi, serta keharmonisan sosial,” tambahnya.

Menag juga menekankan bahwa kesehatan individu yang dihasilkan dari shalat harus berdampak pada kesehatan sosial. Dengan demikian, umat Islam diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat luas.

“Salat mengajarkan kita bahwa ibadah tidak hanya bersifat pribadi, tetapi juga berdampak pada kehidupan sosial. Keselehan individu harus bertransformasi menjadi kesalehan sosial dalam membangun masyarakat yang adil dan rendah hati,” jelas Menag.

Ia berharap, peringatan Isra Mikraj tahun ini menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk memperkuat iman, memperbaiki amal, dan berkontribusi dalam membangun masa depan bangsa yang lebih baik.

“Dengan menjadikan spiritualitas sebagai landasan dan shalat sebagai pilar, mari kita hadirkan peradaban yang penuh rahmat dan keberkahan,” pungkas Menag

Redaksi Gerak News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments