Energi Juang News, Jakarta– Kota Bat Yam, Israel, mengalami kerusakan parah setelah dihantam serangan rudal Iran yang menewaskan enam warga dan melukai puluhan lainnya. Menanggapi insiden tersebut, Presiden Zionis Israel, Isaac Herzog, mendesak para pemimpin negara G7 untuk segera bersatu dalam menghadapi ancaman dari Iran.
Herzog, yang langsung meninjau lokasi kehancuran di Bat Yam, menyebutkan bahwa Israel tidak dapat berdiri sendiri dalam menghadapi kekuatan militer dan ancaman nuklir Iran. Ia meminta G7, yang akan menggelar pertemuan puncak di Kanada, untuk bekerja sama bersama Israel demi menghentikan ambisi nuklir Iran.
Saya menyerukan kepada para pemimpin G7 yang akan berkumpul di Kanada: Kita harus bersatu untuk mencegah Iran mencapai kemampuan nuklir. Ini demi perdamaian dunia, bukan hanya untuk Israel,” ujar Herzog, dikutip dari Times of Israel.
Bat Yam menjadi salah satu kota yang paling terdampak dalam gelombang serangan rudal Iran. Banyak gedung hancur, dan kerusakan masif terjadi di berbagai titik kota tersebut. Serangan ini menjadi bukti bahwa Israel kesulitan menghadapi Iran sendirian.
Herzog menegaskan, “Kami tidak hanya melindungi Israel, tetapi juga melindungi Timur Tengah dan masa depan umat manusia.”
Israel Siap Menghadapi Konsekuensi
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, yang turut mengunjungi puing-puing bangunan di Bat Yam, menyatakan bahwa Israel sudah memperhitungkan segala risiko dalam upaya menekan program nuklir Teheran.
“Kami sudah lama memerangi Iran. Kami memahami konsekuensinya, tetapi kami tetap berdiri teguh. Insya Allah, Israel akan menang,” ucap Ben Gvir dalam video yang direkam di lokasi kejadian.
Enam orang tewas, termasuk seorang anak, dan beberapa korban masih dalam pencarian. Menteri Ben Gvir juga mengingatkan pentingnya masuk ke tempat perlindungan saat sirene berbunyi, karena langkah itu terbukti menyelamatkan nyawa.
“Perhatikan gedung ini, hanya area yang dilindungi yang bertahan. Masuk ke ruang perlindungan adalah kunci keselamatan,” tambahnya.
Sejak eskalasi militer dimulai pada Jumat lalu, sedikitnya 13 orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya terluka akibat serangan rudal Iran. Menurut Komando Front Dalam Negeri, sebagian korban tidak berada di dalam ruang perlindungan saat serangan berlangsung.
Netanyahu: Iran Akan Membayar Mahal
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dengan tegas menyampaikan bahwa Iran akan menghadapi balasan yang besar atas serangan ini. Dalam kunjungannya ke lokasi tragedi di Bat Yam, Netanyahu menegaskan bahwa Israel akan memberikan respon militer yang sangat kuat.
“Iran akan membayar harga mahal atas pembunuhan warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak. Kami akan mengejar mereka dengan kekuatan penuh,” kata Netanyahu dalam pernyataan resminya.
Ia memperingatkan bahwa serangan seperti ini menjadi pengingat betapa berbahayanya jika Iran benar-benar memiliki senjata nuklir.
“Bayangkan jika mereka memiliki 20.000 rudal, itu ancaman nyata bagi Israel dan dunia. Karena itu, kami harus memenangkan perang ini,” tegas Netanyahu.
Perdana Menteri juga meminta warga Israel untuk tetap mematuhi instruksi keselamatan selama serangan berlangsung.
“Lindungi nyawa Anda, lindungi diri Anda, dan dengan bantuan Tuhan, kita akan mencapai kemenangan,” pungkasnya.
Redaksi Energi Juang News



