Energi Juang News,Bekasi- Perselingkuhan yang dilakukan pria dan wanita memiliki motif yang berbeda-beda. Pada pria, perselingkuhan bukan hanya didasari atas hasrat untuk berhubungan seksual dengan pasangan yang lebih menarik, justru awal mula penyebab pria berselingkuh bisa karena kurangnya kedekatan emosional dengan pasangan.
Hubungan emosional yang kurang erat atau terkesan dingin dengan pasangan lama-kelamaan bisa memicu masalah dalam hubungan, misalnya kurang menghargai keberadaan satu sama lain. Kurangnya rasa penghargaan inilah yang kemudian menjadi salah satu kunci utama pria membangun kedekatan emosional dengan orang lain yang bisa memberikannya penghargaan dan kehangatan.
Berbeda dengan pria, wanita yang berselingkuh sering bermula dari perasaan kurang dihargai, serta merasa kesepian dan sering diabaikan oleh pasangan. Pada dasarnya, wanita menginginkan sosok yang mengaguminya, sehingga dia merasa dihargai dan diperhatikan oleh pasangan. Namun, jika ia diabaikan oleh pasangannya, perselingkuhan menjadi cara bagi wanita untuk mendapat perhatian yang mereka inginkan dari pria lain.
Seperti kisah Codet(34) yang punya istri bernama Mimin(30), sering ditinggal bekerja mencari nafkah untuk makan sehari hari, bahkan sampai tidak pulang berbulan-bulan. Codet hanya mencari uang dan mencari uang saja kesibukaannya. Sampai melupakan kebutuhan batin untuk istrinya. Mimin merasa merana karena kebutuhan batiniahnya tidak dicukupi oleh suaminya.
Dari hari-hari yang dilaluinya dalam kesepian Mimin hadirlah godaa Bendot yang masih teman dari suaminya. Singkat kata terjadilah perselingkuhan diantara mereka. Dari cuman rayuan lewat WA, hingga paket komplit sentuhan fisik dilakoninya
Perselingkuhan itu disaksikan oleh Paidi teman mereka bertiga. Berkali-kali Paidi mengingatkan temannya Bendot untuk menghentikan perbuatan tercela itu namun tidak digubris olehnya. Maklum Bendot orangnya memang gila perempuan. Bahkan ayat-ayat suci yang disampaikan oleh Paidi pada Bendot dianggap angin lalu. Hingga ketika Paidi bertemu Codet disampaikanlah kabar perselingkuhan isterinya itu kepadanya.
Dengan kode kata “Tok” dan “Cer” Bendot dan Mimin saling memberi kode. Bila Bendot teriak Tok dan dijawab Cer oleh Mimin berarti aman dan Bendot bisa masuk rumah. Namun bila tidak ada jawaban berarti tidak aman atau suami Mimin ada di rumah.
Codet yang di beri tahu Paidi seluruh kode-kode itu langsung pulang dengan penuh amarah. Codet Menyusun strategi gila untuk membongkar perselingkuhan istrinya.
Sampai di rumah isterinya kaget kenapa kok pulang mendadak. Namun Codet berpura-pura bilang tidak enak badan dan isterinya disuruh tidur ditempat lain. Awalnya Mimin menolak disuruh tidur ditempat lain, namun karena Codet marah akhirnya mau juga pindah tempat tidur.
Dan Codet berbaring di tempat tidur dengan berselimut rapat diseluruh tubuh. Kemudian datanglah Bendot yang sudah persiapkan diri minum obat kuat cap Laba laba memberi kode Tok, dijawab oleh Codet dengan Cer. Merasa aman dengan jawaban tersebut Bendot kegirangan masuk rumah dan hendak ngasah sentolop pada sosok berselimut yang dikiranya Mimin. Dan betapa kagetnya setelah selimut dibuka ternyata yang berbaring adalah Codet suami Mimin. Baku hantam tak terelakkan,Codet melayangkan bogem mentah berulang kali ketubuh Bendot. “Bukannya banting tulang cari nafkah, malah banting bantingan sama istri saya…teman ga ada akhlak!!” maki Codet.
Kemarahan Codet pada Bendot akhirnya ditengahi Paidi dan di damaikan. Serapi apapun perbuatan jelek ditutup pada akhirnya akan terbongkar juga. Namun Codet yang tak terima diselingkuhi istrinya, tetap mengajukan talak tiga sekaligus.
Redaksi Energi Juang News



