Senin, Maret 16, 2026
spot_img
BerandaOjo LaliSudrun Hobi 'Gendakan',Bonus Perceraian

Sudrun Hobi ‘Gendakan’,Bonus Perceraian

Selalu ada karma di setiap perbuatan yang kita lakukan.Kalau enggak sekarang yaa nanti kalau sudah tua, atau ketika sudah meninggal dan bertemu Sang Khalik. Ya, itulah petuah para orang tua zaman dahulu dan sampai sekarang masih berlaku.

Ini tentang kisah rusaknya moral karena entah himpitan ekonomi hingga frustasi, atau hobi ‘Gendakan’ (Selingkuh).  Seperti pepatah : apa yang ditanam bakal memanen hasilnya, pepatah yang digunakan Bu Peni ke suaminya. Bu Peni yang kesehariannya berjualan nasi tumpang menyaksikan sendiri perubahan gelagat dan gaya pada diri Sudrun, suaminya. Hingga ia menyaksikan suaminya menerima karma dari perbuatannya. Bahkan, tidak harus menunggu umur menggerogoti lebih dulu, dan malah dapat penyakit menjijikkan.

Suaminya yang tak henti henti memanjakan sentolop membuat Bu Peni sudah tak peduli keadaan Sudrun. “Suamiku tuh tukang momong biduan. Sampai anak anakku tak diurus,” kata Bu Peni, perempuan asal Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.

Pernikahan Sudrun yang kerja serabutan dengan Bu Peni cuma bertahan lima tahun. Bersama mantan istrinya itu ia dikaruniai dua Sudrun junior laki-laki. Akibat kurangnya setoran nominal isi dompet, Sudrun bercerai karena alasan istrinya yang kurang menerima keadaan. Kebanyakan nuntut Sudrun tak bisa melayani suami dengan baik.

Setelah setahun melanglang buana Sudrun menikahi Minthul yang juga sudah oleng dari sananya,“Aku ketemu Sudrun di karaoke. Kebetulan aku dulu biduan.  Mau dinikahi karena aku capek kerja ditempat kotor dan Sudrun juga sudah bercerai,” lanjut Minthul.

Kebiasaan srobat- srobot yang Sudrun lakukan membuat biduk rumah tangganya tak bisa dijadikan contoh . Akibatnya, karena urusan berselancar dikasur harus terpenuhi, ia harus menikah dua kali. Kelakuan Sudrun yang mendarah daging, kebangetan dan dan susah dilupakan. Entah karena semangat 45 soal selancar membuat sering tersiar kabar Sudrun terlibat selingkuh dengan biduan yang berbobot bodinya. Minthul masih bisa memaafkan. Namun ada kabar lain Sudrun juga terlihat kencan dengan cewek muda di kafe dekat tempat kerjanya, dan pulang dalam keadaan mabuk.

“Trauma dengan istri banyak nuntut itulah yang jadi alasan kenapa Sudrun suka main ke tempat karaoke. Katanya sih cari hiburan karena sumpek dirumah.  Ketika ketemu aku ia berharap bisa mendapat istri sesuai keinginannya, makan seadanya tapi servis memuaskan,” beber Bu Minthul.

Singkat cerita mereka pun menikah. Bu Minthul yang sudah tidak bekerja di tempat karaoke, ia full di rumah melayani luar dalam Sudrun dengan segala kelakuannya. Hari-harinya pun terasa membosankan, karena sudah tidak boleh keluyuran untuk bekerja.

Merasa kesepian, Yu Minthul pun sering uring-uringan. “Kadang kalo jenuh aku marah marah,, dan suami malah memilih ditinggal kabur,” omel Bu Minthul.

Belakangan, Sudrun sering tidak pulang ke rumah selama satu bulan terakhir. Usut punya usut, ternyata ia kembali main ketempat karaoke. Parahnya ia juga mulai menggoda cewek-cewek di sana.Tak lagi ingat dirumah ada anak istri menunggu kepulangannya di rumah.

“Aku cuman geleng kepala. Tak kira oleh aku sudah tobat. Ternyata belum, emang yang bermasalahsepertinya orangnya enggak cukup dengan satu orang,” tandasnya.

Puncaknya, Sudrun divonis menderita penyakit Human Immuno Virus (HIV). Penyakit sing menyerang kekebalan tubuh itu diderita merga ia sering jajan di luar.

Selama ini, ketika diselingkuhi Bu Minthul  tak begitu mikirin. Asalkan duit bulanan lancar tak masalah. Akan tetapi, ketika mengetahui suaminya mengidap penyakit dia takut bukan main.

“Aku sudah periksa untung hasilnya negatif. Tapi aku was was juga ketularan, akhirnya aku minta cerai, nggak  peduli ia sakit, waktu sehat tak mikirin anak istri, apalagi anakku perempuan,” sungutnya.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments