Energi Juang News, Jakarta- Pemerintah pusat menyatakan perbaikan layanan dasar bagi warga terdampak banjir besar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menunjukkan kemajuan pada Jumat (19/12/2025). Meski situasi berangsur membaik di kota dan sebagian besar kabupaten, sejumlah wilayah terpencil masih harus mengandalkan skema darurat untuk bisa menikmati listrik dan tetap terhubung dengan jaringan komunikasi.
Jaringan Listrik Berangsur Menyala
Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno menyampaikan bahwa pasokan listrik di sebagian besar kabupaten dan kota yang terdampak banjir mulai pulih setelah infrastruktur utama diperbaiki secara bertahap. “Terkait pelayanan dasar, kondisi jaringan listrik di sebagian besar kabupaten kota telah berangsur pulih meskipun masih terjadi gangguan di beberapa desa akibat kerusakan jaringan dan tiang listrik,” kata Menko PMK Pratikno dalam konferensi pers yang dilihat dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (19/12/2025).
Pemulihan ini dilakukan sambil mengejar perbaikan sistem distribusi, mulai dari jaringan tegangan tinggi hingga sambungan ke rumah-rumah warga yang sempat diputus demi alasan keselamatan saat banjir dan longsor terjadi. Di titik-titik yang masih sulit diakses, petugas tetap melakukan penormalan dengan prosedur ketat karena banyak jalur yang hanya bisa dilalui dengan peralatan dan dukungan logistik khusus.
Komunikasi Masih Andalkan Perangkat Darurat
Pratikno menjelaskan bahwa layanan komunikasi juga perlahan bangkit kembali seiring beroperasinya kembali sebagian besar jaringan darat di wilayah Sumatera. Jaringan komunikasi juga berangsur membaik meskipun di wilayah terpencil masih mengandalkan dukungan perangkat darurat seperti Starlink, radio HT, dan telepon satelit,” tambahnya.
Pemanfaatan teknologi satelit dan perangkat radio ini menjadi penopang utama koordinasi lapangan, baik untuk distribusi logistik maupun evakuasi warga di daerah yang jalur daratnya masih terputus. Dengan adanya konektivitas darurat tersebut, pemerintah menilai informasi dari titik-titik terdampak dapat lebih cepat diterima pos komando, sehingga keputusan penanganan dapat diambil secara lebih tepat waktu.
Air Bersih Kembali Mengalir, Aceh Masih Tertinggal
Selain kelistrikan dan komunikasi, pemenuhan kebutuhan air bersih di Sumatera Barat dan Sumatera Utara dilaporkan sudah banyak yang kembali terlayani setelah sebagian fasilitas produksi dan distribusi diperbaiki. Namun di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Aceh, distribusi air bersih masih mengandalkan tangki hidran umum dan fasilitas darurat karena sistem perpipaan serta sebagian sumber air mengalami kerusakan dan pencemaran akibat banjir.
Kondisi tersebut membuat sebagian warga di daerah yang paling terdampak masih bergantung pada pasokan air bersih yang dikirim secara berkala, sembari menunggu perbaikan menyeluruh pada jaringan perpipaan dan instalasi pengolahan. Pemerintah mengingatkan bahwa pemulihan sektor air bersih menjadi salah satu prioritas karena sangat terkait dengan kesehatan masyarakat di masa pascabencana.
Sumatera Jadi Prioritas Nasional Penanganan Bencana
Pratikno menegaskan bahwa pemerintah telah menjadikan kawasan Sumatera sebagai salah satu prioritas nasional dalam penanganan bencana banjir dan longsor kali ini. Berbagai sumber daya dari kementerian dan lembaga, termasuk TNI, Polri, serta pemerintah daerah, dikerahkan untuk mempercepat pemulihan layanan dasar hingga ke wilayah terpencil.
Upaya pemulihan dilakukan secara terpadu, mulai dari pembukaan kembali akses jalan, pemulihan jaringan listrik, penguatan layanan kesehatan, hingga penyaluran logistik dan bantuan sosial bagi korban. “Berkat kerja keras seluruh komponen bangsa, telah tercapai cukup banyak kemajuan dan perkembangan yang signifikan,” ungkapnya.
Redaksi Energi Juang News



