Energi Juang News, Jakarta- Aktivitas vulkanik kembali terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada Jumat dini hari, 29 Mei 2026. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat tiga gunung api mengalami erupsi dalam rentang waktu berbeda sejak Kamis malam hingga dini hari.
Ketiga gunung tersebut ialah Gunung Ile Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, Gunung Ibu di Maluku Utara, dan Gunung Semeru di Jawa Timur. Masing-masing gunung masih berada dalam status aktivitas vulkanik yang berbeda.
Erupsi Gunung Ile Lewotolok
Gunung Ile Lewotolok meletus pada Kamis, 28 Mei 2026, sekitar pukul 23.17 waktu setempat. PVMBG melaporkan tinggi kolom abu mencapai sekitar 100 meter di atas puncak gunung yang memiliki ketinggian 1.523 meter di atas permukaan laut.
Petugas pengamatan gunung api mencatat kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan mengarah ke tenggara. Erupsi juga terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 19 milimeter selama 36 detik.
PVMBG menyebut terjadi lontaran material pijar di sekitar radius puncak gunung. Saat ini, Gunung Ile Lewotolok berstatus Level II atau Waspada.
Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius dua kilometer dari pusat erupsi. Warga juga diminta mewaspadai potensi guguran lava dan awan panas di sejumlah sektor, terutama selatan, tenggara, barat, dan timur laut.
Selain itu, warga di sekitar gunung diimbau menggunakan masker dan pelindung mata untuk mengurangi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan.
Gunung Ibu dan Semeru Juga Meletus
Beberapa jam setelahnya, Gunung Ibu di Maluku Utara mengalami erupsi pada Jumat, 29 Mei 2026, pukul 00.10 waktu setempat. Tinggi kolom abu tercatat mencapai 600 meter di atas puncak gunung setinggi 1.925 mdpl.
Kolom abu terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal dan bergerak ke arah timur laut. Aktivitas erupsi terekam dengan amplitudo maksimum 20 milimeter selama 55 detik.
PVMBG menetapkan status Gunung Ibu pada Level II atau Waspada. Masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah aktif, termasuk perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah utara.
Sementara itu, Gunung Semeru di Jawa Timur meletus pada pukul 00.33 WIB. Kolom abu mencapai sekitar 700 meter di atas puncak gunung yang memiliki ketinggian 4.376 mdpl.
Abu vulkanik terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah utara serta barat laut. Erupsi Semeru terekam dengan amplitudo maksimum 22 milimeter selama 2 menit 39 detik.
Imbauan PVMBG untuk Warga
Saat ini, Gunung Semeru berada pada status Level III atau Siaga. PVMBG meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak.
Warga juga diminta menjauhi area 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan tersebut berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer.
Selain itu, radius lima kilometer dari kawah Semeru dinilai rawan terhadap lontaran batu pijar. PVMBG juga mengingatkan potensi bahaya awan panas, guguran lava, dan lahar di sejumlah aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung.
Redaksi Energi Juang News



