Selasa, September 22, 2026
spot_img
BerandaInternasionalChina Tolak Sanksi Sepihak AS tentang Larangan Maskapai Iran

China Tolak Sanksi Sepihak AS tentang Larangan Maskapai Iran

Energi Juang News, Jakarta – China menentang sanksi AS yang “ilegal” terhadap maskapai penerbangan Iran, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Guo Jiakun, Selasa (22/9/2026). Al Jazeera melaporkaan, pemerintah China mengecam tindakan pelarangan operasional maskapai Iran di seluruh dunia sebagai tindakan sepihak dan ilegal.

Menurut Guo Jiakun, China konsisten menolak sanksi sepihak ilegal yang tidak memiliki dasar hukum internasional atau pengesahani dari Dewan Keamanan PBB. China adalah mitra utama Iran baik dalam bidang ekonomi maupun politik, khususnya dalam menghadapi sikap permusuhan AS.

Sikap tegas China dikeluarkan hanya satu hari setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan pelarangan maskapai Iran di seluruh dunua. dalam sebuah wawancara televisi.

“Pada tanggal 23 September semua maskapai penerbangan Iran akan ditutup di seluruh dunia,” kata Bessent kepada CNBC seperti dikutip Al Jazeera.

“Jika mereka mendarat, Anda tidak bisa memberi mereka bahan bakar, tidak bisa memberi mereka layanan pendaratan, Anda tidak bisa menjual tiket kepada mereka atau Anda akan tersingkir dari sistem dolar,” kata Bessent.

Meski belum berlaku, sejumlah negara menangguhkan maskapai Iran. Georgia melarang maskapai penerbangan Iran memasuki wilayahnya. Di Turki, maskapai penerbangan Iran, Mahan Air, menangguhkan layanan atas permintaan Turki.

Irak dikabarkan juga akan menangguhkan penerbangan maskapai Iran menyusul pengumuman Departemen Keuangan AS. Departemen Keuangan juga menargetkan “dukungan” terhadap sektor penerbangan Iran, termasuk perusahaan-perusahaan yang berbasis di luar Iran.

AS terus berusaha menekan secara maksimal ke Iran. Sanksi ekonomi yang sudah berlangsung selama puluhan tahun memang berdampak pada ekonomi Iran. Namun hal ini tidak mempengaruhi sikap tegas Iran terhadap AS maupun Kawasan Timur Tengah. Perang yang dilancarkan AS dan Israel sejak Februari lalu atau hampir tujuh bulan, belum berakhir sama sekali.

Baca juga :  Presiden Iran Tegaskan Sudah Saatnya Perang dengan AS diakhiri

Bahkan dampak global akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran sebagai konsekuensi perang ini hingga kini masih dirsakan khususnya dalam pasokan minyak dan komoditas lainnya. Selat Hormuz merupakan jalur perairan penting untuk transit energi, yang menyebabkan harga minyak global melonjak seiring meluasnya konflik di Timur Tengah.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini


- Advertisment -spot_img

TERPOPULER

Recent Comments