Energi Juang News,Ponorogo- Di depan Presiden Prabowo pimpinan Ponpes Gontor tetap memilih pendidikan sebagai jalan utama dalam membangun generasi, peradaban umat, serta bangsa.
Terbukti Ponpes pemimpinnya bisa bicara luwes, tidak ada adegan jilat menjilat, tidak tersandra oleh apapun, serta ketika bersikap tegas.
Pidato Pimpinan Ponpes Darussalam Gontor tersebut menarik perhatian luas karena , dinilai memuat sentilan atau kritik halus yang ditujukan kepada pihak pemerintah. Awas Bisikan Angin Surga yang Bocor ke publik.
Salah satu momen yang paling banyak disorot adalah saat KH Hasan Abdullah Sahal mengekspresikan kesiapannya untuk dikritik maupun didemo secara terbuka.
Di balik nada canda yang dibawakannya, Kiai Hasan secara mendalam menyinggung persoalan integritas, gaya hidup para pejabat, ambisi kekuasaan, hingga pentingnya keteladanan seorang pimpinan.
Menggambarkan dakwah santai sosok Kyai yang aslinya membuat kuping pejabat merah.
Menurut pandangan Kiai Hasan, figur seorang pimpinan tidak sewajarnya cuma pandai memberikan nasihat atau ceramah kepada orang lain.
Pemimpin tertinggi dalam urusan menuntut orang lain berbenah, sementara diri sendiri bebas aturan itu juga salah.
“Maaf ya Pak Presiden, saya ngomong tidak enak.”sorry yee…”katanya. Pesannya sederhana tapi menohok, itulah yang tersirat dari pernyataan dalam sambutannya.
Meski disampaikan lewat gaya penyampaian guyon, isi pesan utama pidato tersebut menekankan pentingnya menjaga integritas serta tidak menjadikan materi, jabatan, dan popularitas sebagai muara utama kehidupan.
Kalau boleh pake istilah, Integritas jangan diukur dari berapa banyaknya Harta,Tahta, Wanita yang terkumpul.
Redaksi Energi Juang News









