Energi Juang News, Jakarta – Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperlihatkan foto-foto perempuan dan anak-anak yang tewas akibat serangan Israel di podium PBB. Saat berpidato di Majelis Umum PBB di New York, hari Rabu (23/9/2026), Pezeshkian juga memperlihatkan foto anak-anak yang tewas dalam serangan terhadap sekolah di Minab serta ilmuwan dan warga sipil Iran yang tewas akibat serangan Israel
Presiden Iran Pezeshkian juga menyoroti serangan Israel terhadap warga Palestina seraya bertanya.
“Akankah Anda menutup mata terhadap serangan-serangan semacam itu?” Ia menyatakan bahwa “setidaknya 35.000 warga sipil tak berdosa telah dibantai di Gaza” dan menuduh Israel merampas akses warga Palestina terhadap “makanan, air minum, obat-obatan, dan layanan kesehatan yang memadai.”
Presiden Pezeshkian juga menegaskan serangan terhadap Iran adalah pengkhianatan besar terhadap diplomasi dan perdamaian. Sebelum berangkat ke New York, Pezeshkian mengungkapkan akan mempertahankan posisi Iran serta berbicara mengenai penderitaan rakyatnya, dugaan kejahatan yang dilakukan pihak lawan, dan terkikisnya kepercayaan dalam perundingan.
“Kami akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk menyampaikan pesan Iran mengenai posisi sebagai korban kepada masyarakat internasional,” ujarnya.
“Kami dengan tegas akan menegaskan yampaikan kepada mereka yang memusuhi kami bahwa, terlepas dari segala ketidakadilan dan perlakuan tidak adil yang kami hadapi, rakyat Iran tetap teguh mempertahankan pendirian mereka,” tambah Pezeshkian.
Pezeshkian juga menyinggung pelanggaran yang dilakukan AS setelah gencatan senjata dan meneken nota kesepahaman dengan Iran. AS gagal menghormati komitmen dalam negosiasi dan perjanjian. Menurut Pezeshkian, dunia yang aman dan damai perlu menghormati hak setiap bangsa dan individu.









