Energi Juang News, Jakarta-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyambut langsung Presiden China Xi Jinping di bandara, ditengah upaya meredakan ketegangan antara kedua negara adidaya terkait berbagai isu. Dalam beberapa waktu terakhir, kedua negara diterpa ketegangan, mulai dari masalah kecerdasan buatan (AI) dan perdagangan hingga konflik Iran.
Pada Kamis (24/9/2026), Trump dan Ibu Negara Melania berjabat tangan dengan Xi dan istrinya, Peng Liyuan. Presiden China itu turun dari pesawatnya di sebuah pangkalan udara militer AS di luar Washington, Joint Base Andrews.
Trump serta Xi kemudian berdiri berdampingan di landasan pacu diiringi musik dari korps musik militer. Setelah itu, dua pesawat pengebom B-1 melakukan atraksi terbang lintas atau flyover.
Sambutan langsung di bandara ini–sebuah penghormatan yang tidak didapatkan Trump saat ia mengunjungi Beijing pada bulan Mei–mengawali rangkaian acara megah selama tiga hari, yang mencakup atraksi terbang lintas lainnya serta jamuan kenegaraan di Gedung Putih. Enam jet tempur F-22 dan enam jet F-16 berjajar di landasan pacu sebagai unjuk kekuatan militer, sementara para pejabat AS secara harfiah membentangkan karpet merah bagi pemimpin China tersebut.
Harapan akan adanya terobosan besar terbilang rendah; para analis menilai tujuan utama dari rangkaian acara mewah ini adalah untuk menjaga gencatan senjata diplomatik dan perdagangan yang rapuh antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut.
Menurut media pemerintah China, Xi didampingi oleh orang kepercayaannya, Cai Qi, serta Menteri Luar Negeri Wang Yi, di antara pejabat lainnya. Namun, tidak ada CEO perusahaan China dalam delegasi Xi.
Redaksi Energi Juang News









