Energi Juang News,Lamongan- Dunia per-YouTube-an dihebohkan dengan keputusan menonaktifkan fitur AdSense karena didatangi oleh petugas yang disinyalir Dirjen Pajak.
Ipda Purnomo seorang anggota Polres Lamongan pengelola akun “Purnomo Belajar Baik” dengan 2,7 juta subscriber mengalokasikan sepenuhnya pendapatan dari akun youtube untuk membiayai panti rehabilitasi ODGJ.
Awalnya petugas datang bermodal membawa surat tugas resmi dan kalkulator, meminta klarifikasi serta rincian detail mengenai seluruh aset dan pendapatan pribadi secara detil hingga riwayat pendapatan digitalnya selama beberapa tahun terakhir.
Curiga dengan maksud dan tujuan petugas, Ipda Purnomo ambil langkah jitu dengan menggembok lapak dolarnya, dan membiarkan mereka menghitung angin saja.
Kunjungan yang mirip sensus finansial akhirat ini sempat bikin Ipda Purnomo tertekan hingga berniat menghapus seluruh akun media sosialnya secara permanen.
Ipda Purnomo menegaskan bahwa keluarganya adalah warga yang taat pajak. Dalam benaknya panti rehabilitasi ODGJ miliknya secara tidak langsung membantu pemerintah memberikan hak hidup layak warga negaranya, tapi kenapa dihitung pajak?.
Sebagai Youtuber yang seluruh pendapatan dari platform digital tersebut ia alokasikan sepenuhnya untuk membiayai panti rehabilitasi ODGJ.
Keputusan menonaktifkan AdSense ini ditegaskan murni untuk menjaga niat awal aksi kemanusiaannya dan menghindari fitnah atau prasangka buruk dari publik yang menuduhnya mencari keuntungan pribadi.
Meskipun tidak lagi mendapatkan penghasilan dari YouTube, Ipda Purnomo memastikan bahwa kegiatan sosial menolong sesama akan tetap berjalan seperti biasa tanpa ada yang berubah.
Pak Polisi berhasil membuktikan bahwa merawat ODGJ adalah panggilan jiwa, dan aksi tutup fitur AdSense ini sukses menyindir halus sistem birokrasi.
Redaksi Energi Juang News




