Energi Juang News, Banten- Wartawan yang menjadi korban dugaan pengeroyokan oleh oknum polisi, hingga korban harus dilarikan ke RS saat meliput aksi unjuk rasa.
Insiden tersebut terjadi ketika jurnalis dari media Ekbisbanten.com ini sedang meliput aksi unjuk rasa disaat ada Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-500 Kabupaten Serang sukses digelar dengan sangat meriah dan penuh kejutan.
Namun, alih-alih pesta kembang api biasa, panitia tak resmi dari oknum aparat tampaknya memilih konsep yang lebih ekstrem: atraksi smackdown langsung di lapangan dengan target utama seorang jurnalis.
Adalah Kosasih Sukmawijaya, atau yang akrab disapa Aden, seorang wartawan dari Ekbisbanten.com yang beruntung mendapatkan paket “liputan plus” mendadak dikeroyok oknum aparat.
Kosasih Sukmawijaya alias Aden, saat ini mengalami luka lebam pada bagian wajah dan pelipis, serta cedera pada tangan dan kaki hingga harus dilarikan ke RS Drajat Prawiranegara.
Selain mengalami kekerasan fisik, Aden mengaku bahwa telepon genggam (handphone) milik pribadinya juga turut disita oleh aparat yang melakukan pengeroyokan.
Para jurnalis lain yang ingin meliput acara serupa, kelengkapan tidak hanya membawa kartu pers dan kamera, tetapi juga helm motor berstandar SNI, baju zirah abad pertengahan, dan BPJS Kesehatan yang aktif ya.
Redaksi Energi Juang News




