Energi Juang News, Jakarta- Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo merespons wacana pemakzulan atau impeachment terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Mantan Gubernur menilai fokus saat ini harus tertuju pada penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan yang masih belum padam.
“Bagaimana kalau hari ini kita konsentrasi pada asap yang sudah mulai mendapatkan protes dari (negara) tetangga. Karena penting mendapatkan perhatian dari seluruh pemegang otoritas politik,” kata Ganjar, Minggu (11/10/2026).
Wacana impeachment terhadap Gibran ini mencuat seiring putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan tidak ada bukti tamat SMA yang dilaporkan Gibran saat mendaftarkan diri sebagai calon wakil presiden pada Pemilu 2024. Setelah putusan MK itu, pihak penggugat akan melakukan audiensi ke DPR dan MPR serta partai politik dalam membahas impeachment untuk Gibran.
Ganjar menilai penanganan karhutla saat ini harus menjadi prioritas pemerintah. Dia menyinggung sejumlah negara tetangga yang telah melayangkan protes karena ikut terdampak api karhutla Kalimantan.
“Kita malu sebagai bangsa tidak bisa membereskan ini dengan segera,” kata Ganjar.
Sebelumnya, para penggugat syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat mendaftar Pilpres 2024 akan melakukan audiensi ke DPR, DPD, hingga MPR usai Mahkamah Konstitusi memutus gugatannya tak diterima. Denny Indrayana mengatakan pihaknya sedang menyusun surat untuk meminta waktu kepada lembaga legislatif tersebut.
Redaksi Energi Juang News




