Energi Juang News, Kalbar – Kelompok masyarakat adat di Kalbar baru-baru ini resmi menggugat Presiden RI dan Gubernur Kalbar karena dinilai “lalai berat” mengurus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Sebuah langkah yang sangat berani, sekaligus bikin kita mikir seputus asa apa hingga sampai harus membawa masalah udara ke meja hijau.
Ketidakhadiran wakil pemerintah dalam sidang perdana banyak yang menduga para pejabat tinggi kita absen karena terjebak macet.
Tapi di Kalimantan, alasan “terjebak asap” jauh lebih masuk akal.
Gugatan warga adat tidak mungkin terjadi kalau manfaat festival budaya yang menghasilkan devisa.
Tapi kalau festival asap ini menghasilkan penyakit ISPA akut, berbahaya bagi masyarakat yang menghirupnya.
Dalam dokumen gugatan, warga menuntut pemulihan lahan gambut dan jaminan kesehatan.
Lagipula, absennya Presiden dan Gubernur di sidang pertama itu mencerminkan nilai luhur bangsa kita yaitu Kekompakan dalam segala hal.
Majelis hakim akhirnya memutuskan untuk menunda sidang untuk waktu yang lama dan warga diminta bersabar.
Redaksi Energi Juang News




