Energi Juang News, Jakarta – Pemadaman listrik berkepanjangan Senin (12/10/2026). menyebabkan aktivitas warga Batam terganggu, pasokan air bersih terhenti dan koneksi internet terganggu. Selama 15 jam lebih, warga menghadapi ketidakpastian di tengah kebutuhan dasar yang sulit dipenuhi.
Gangguan yang mulai terjadi sekitar pukul 06.20 WIB itu tidak hanya membuat rumah dan gedung gelap gulita. Seorang warga Nagoya, seperti dikutip Batamtoday, menggambarkan suasana Batam pada hari itu menyerupai malam pergantian tahun. Namun keramaian yang ada bukanlah perayaan, melainkan kondisi warga yang berupaya bertahan saat layanan dasar terhenti.
Sejak pagi hingga sekitar pukul 22.00 WIB, arus kendaraan di sejumlah ruas jalan Batam dilaporkan padat merayap dan menumpuk sehingga perjalanan warga menjadi lebih lama. Tagar Batamblackout ramai di media sosial sejak Senin sore. Video-video suasama kegelapan dan keresahan warga banyak diunggah di berbagain platform media sosial.
PLN Batam Bantah Pemadaman 3 Hari
PT PLN Batam menjelaskan pada hari Senin (12/10/2026) pukul 06.37 WIB terjadi gangguan pada system kelistrikan yang mengakibatkan pemadaman luas. Berdasarkan indikasi awal, gangguan diduga disebabkan oleh masuknya hwan liar ke area Gardu Induk Sungai Harapan sehingga memicu terjadinya gangguan pada sistem le;istrikan.
PLN Batam melakukan pemulihan secara bertahap melalui pemeriksaan dan penormalan pembangkit, sinkronisasi unit, serta pemulihan jaringan transmisi dan distribusi. Berdasarkan infografis kelistrikan PLN Batam pada Selasa (13/10/2026) pukul 04.00-05.00 WIB, sebanyak 406.083 dari total 411.219 pelanggan terdampak telah kembali menikmati pasokan listrik.
Dalam pesan tertulisnya hari Selasa (13/10/2026) Sekretaris Perusahaan PLN Batam Rudi Antono juga membantah ada informasi di media sosial dan pesan berantai tentang rencana pemadaman di Batam selama toga hari 12-14 Oktober 2026.
Sementara itu, seorang influencer dan Pendakwah Helmi Firdausi mengkritik blackout Batam dan kelangkaan BBM di Bali. Ia menulis: “Batam blackout, Bali langka BBM, Kalimantan dan Palembang dikepung asap. Negara begitu megah menyambut tamu, tetapi rakyat masih berjuang menghadapi bencana. Kemajuan bukan soal megahnya seremoni, melainkan hadirnya negara saat rakyat membutuhkan.”




