Jumat, Mei 29, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 705

Atasi Kekeringan Di NTB, Puan Minta Pemerintah Temukan Solusi Jangka Panjang

Gerak News, Jakarta- Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah memikirkan solusi jangka panjang untuk mengatasi kekeringan di sejumlah wilayah di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ia mengatakan, bantuan air bersih yang hanya menjadi solusi jangka pendek tak cukup untuk membantu kehidupan masyarakat yang kerap dilanda kekeringan.

“Hanya bantuan air bersih yang terbatas saja tidak cukup, tapi bagaimana memastikan adanya peningkatan infrastruktur agar menjadi solusi jangka panjang. Apalagi ini sudah berlangsung lama,” ujar Puan dalam keterangannya, Sabtu (2/11/2024).

Di sisi lain, Puan mengingatkan dampak kekeringan terhadap masyarakat.

Kekeringan dapat berdampak panjang bagi kehidupan masyarakat, termasuk menimbulkan penyebaran penyakit.

“Akses air bersih yang sangat terbatas telah berdampak langsung pada kesehatan masyarakat. Ini bisa menimbulkan risiko tinggi penyebaran penyakit dan berdampak pada kesejahteraan hidup rakyat,” tutur dia.

Selain Lombok, kekeringan juga terjadi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kemudian Kota Cilegon, Banten, dan Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. Puan mendesak pemerintah juga memikirkan langkah-langkah preventif karena lokasi kekeringan biasanya terjadi di wilayah dengan struktur geografis perbukitan.

“Perlu ada langkah preventif dari pemerintah, terutama penguatan pada fasilitas dalam bentuk sarana prasarana bagi masyarakat terdampak, misalnya, perbanyak penampungan air,” kata Puan.

“Dalam jangka panjang, ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan air akan memperparah kemiskinan dan menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat,” imbuh dia.

Redaksi Gerak News

Gus Falah Apresiasi Kesuksesan Pertamina Lampaui Target Reduksi Emisi Karbon

Gerak News, Jakarta- Anggota DPR-RI Nasyirul Falah Amru (Gus Falah) mengapresiasi kesuksesan PT Pertamina mereduksi emisi karbon sebesar 1.289.703 ton CO2eq atau 110 persen dari target 2024 sebesar 1,09 juta ton CO2eq, selama periode Januari hingga September 2024.

Gus Falah menyatakan, inisiatif Pertamina terkait lingkungan hidup, sosial serta tata kelola telah mendorong proses dekarbonisasi secara optimal.

“Keberhasilan ini membuktikan Pertamina berkomitmen menjalankan inisiatif dekarbonisasi di seluruh lini, untuk mendukung target bangsa ini mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060,” ungkap Gus Falah, Senin (4/11/2024).

Anggota Fraksi PDI Perjuangan itu mengatakan keberhasilan ini menunjukkan seluruh subholding Pertamina serius dalam pengurangan emisi karbon.

Hal itu dibuktikan oleh dijalankannya 128 program inisiatif dekarbonisasi oleh Subholding Upstream. Kemudian ada juga 60 inisiatif program yang diikuti Subholding Refining and Petrochemical.

Pertamina khan juga telah bergabung dalam inisiatif global untuk pengelolaan emisi metana yang lebih terkontrol, ini juga mendorong dekarbonisasi secara lebib sistematis oleh Pertamina,” ujar Gus Falah.

Maka, kesuksesan Pertamina ini patut kita apresiasi. Karena ini buah dari keseriusan Pertamina lakukan berbagai inisiatif dalam mendorong dekarbonisasi,” pungkasnya.

Doc. GerakNews TV @2024

Redaksi Gerak News

Guntur Soekarnoputra Tegaskan ‘Istana Batutulis’ Adalah Rumah Pribadi Soekarno

Gerak News, Jakarta- Putra pertama Presiden RI Soekarno, Guntur Soekarnoputra memberikan klarifikasi mengenai pemahaman yang salah tentang ‘Istana Batutulis’ di Bogor. 

Dalam peluncuran buku berjudul ‘Sangsaka Melilit Perut Megawati: Humaniora, Sejarah dan Budaya Nasionalisme Internasionalisme’ di Grand Sahid Hotel, Jakarta, Minggu (3/11/2024), Guntur menjelaskan ihwal bangunan yang sering disebut sebagai ‘Istana Batutulis’ bukanlah istana negara, melainkan rumah pribadi yang dibangun untuk Soekarno.

Guntur menegaskan, semasa hidupnya, Bung Karno tidak memiliki rumah pribadi. 

“Bung Karno itu dari dulu sampai meninggal itu, gak punya rumah,” ujar Guntur. 

Melihat kondisi tersebut, Sultan Hamengkubuwono IX berinisiatif menggalang dana untuk membangun rumah bagi presiden pertama Indonesia tersebut.

Rumah yang kini dikenal sebagai Rumah Batutulis itu akhirnya terwujud melalui sumbangan yang dikumpulkan oleh para pengusaha kala itu. 

Sayangnya, banyak orang yang salah kaprah dengan menyebut Rumah Batutulis sebagai Istana Batutulis. 

“Celakanya, orang-orang awam kita ini, apalagi yang pengamat sosial politik itu, menganggap rumah Batutulis itu istana,” lanjutnya.

Guntur menegaskan bangunan tersebut tidak pernah menjadi bagian dari istana kepresidenan atau Sekretariat Negara. 

Ketika ditanya kembali apakah bangunan tersebut merupakan istana, ia menjawab tegas.

“Bukan, rumah Batutulis.” pungkasnya.

Redaksi Gerak News

Puti Guntur Harap Sang Ayah Terus Jadi Pemikir Dan Pejuang Patriotik

Gerak News, Jakarta- Acara peluncuran dan bedah buku karya Guntur Soekarnoputra, yang bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-80 Guntur Soekarnoputra digelar di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (3/11/2024).

Buku Guntur berjudul Sang Saka Melilit Perut Megawati: Humaniora, Sejarah, dan Nasionalisme Internasionalisme diluncurkan dalam acara tersebut.

Putri Guntur, Puti Guntur Soekarno berharap agar Guntur terus menjadi pemikir dan pejuang yang patriotik.

Saya harapkan semoga Papa tetap sehat, selamat panjang umur, bahagia bersama keluarga besar, bersama anak cucu, teman-teman dan sahabat dan tentu Papa menjadi pelita bagi kami, pemikir pejuang, pejuang pemikir, yang selalu patriotik, yang selalu mengajarkan kita bagaimana ide dan gagasan Bung Karno,” ujar Puti.

Sebagai anak, Puti mengakui semangat Guntur yang tak tertandingi dalam menulis, sering menghasilkan tulisan-tulisan yang ia sebut “surat merah.

“Apa itu surat merah? Jadi kalau Pak Guntur itu suka menganalisa, analisa dalam tulisannya itu bisa sifatnya humaniora, bisa sifatnya sosial politik, bisa sifatnya budaya, nasionalisme atau internasionalisme,” ungkapnya.

“Maka tulisan-tulisan kemudian ditulis dan ditaruh di dalam map merah dan dikirimkan ke saya yang namanya surat-surat merah dari Papa. Dan Alhamdulillah hari ini, Papa bisa mewujudkan apa yang menjadi analisa pikirannya,” tambah Puti.

Puti Guntur mengungkapkan bahwa buku ini adalah karya keempat Guntur sejak pandemi Covid-19.

Buku edisi keempat ini berjudul Sang Saka Melilit Perut Megawati, satu judul yang tentunya sangat patriotik. Jika kita nanti membaca isi dari cerita tersebut,” ujar Puti.

“Tentunya kita akan mengetahui perjalanan dari sangsaka bendera pusaka kita, sangsaka merah putih, yang dijahit oleh ibunda dari Bapak Guntur Soekarno, ibunda dari Ibu Megawati, Bapak Guruh yang menjahit bendera pusaka kita. Dan perjalanan bendera pusaka kita, tetap tegak berdiri di Negara Kesatuan Republik Indonesia.” lanjutnya.

Puti menjelaskan bahwa buku ini memiliki nilai sejarah yang luar biasa dan mengandung simbol keberlanjutan perjuangan untuk menjaga keutuhan NKRI.

Bahwa keberadaan sangsaka merah putih dan perjalanannya sudah menjadi takdir untuk dibawa dan dijaga oleh Ibu Megawati Soekarnoputri untuk keutuhan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Puti menambahkan bahwa Guntur enggan disebut sudah “berusia 80” dan lebih suka disebut “baru 80 tahun,” mengingat semangat dan kreativitasnya yang masih tinggi.

“Dengan beragam aktivitas beliau, Alhamdulillah kami keluarga sangat mensyukuri bahwa Bapak Guntur tetap memiliki kreativitas, tetap memiliki semangat dan selalu menjalankan hobi-hobinya, salah satunya bermusik, bermain gitar, menyanyi, dan salah satu kegiatan yang sangat produktif yaitu menulis buku yang berjudul Sang Saka Melilit Perut Megawati,” jelas Puti.

Acara ini turut dihadiri
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno.

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta nomor urut 03, Pramono Anung – Rano Karno, serta Mantan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly juga turut hadir dalam acara ini.

Redaksi Gerak News

Sukses Temukan Dua Reservoir, Gus Falah: PHR Cakap Lakukan Eksplorasi

Gerak News, Jakarta- Anggota DPR-RI Nasyirul Falah Amru (Gus Falah) menyatakan keberhasilan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menemukan dua reservoir/sumur primer migas pemukul besar (big hitter), di dua lapangan Wilayah Kerja (WK) Rokan, membuktikan kecakapan PHR dalam melakukan eksplorasi.

Gus Falah menyatakan, pencapaian ini membuktikan kecakapan PHR melakukan eksplorasi dengan mengoptimalkan potensi lapangan-lapangan tua di WK Rokan.

“PHR juga terbukti cakap melakukan digitalisasi data sumur serta inovasi-inovasi selaras dengan karakter sumur di lapangan masing-masing,” ujar Gus Falah, Jumat 1 November 2024.

Politisi PDI Perjuangan itu melanjutkan, kesuksesan PHR ini menimbulkan optinisme akan produksi dari  lapangan-lapangan primer lainnya yang dioperasikan PHR.

Apalagi, ujarnya lagi,  kedua lapangan itu memiliki kecenderungan karakter geologis reservoir dengan tingkat produktivitas minim.

Inovasi PHR menggunakan teknologi digitalisasi untuk seluruh data sumur lapangan berbasis Artificial Intelligence, menunjukkan PHR memang serius dalam menyukseskan eksplorasi,” ujar Gus Falah.

“Diharapkan, kesuksesan serupa diraih PHR juga di beberapa sumur lain yang saat ini sedang dalam tahap uji alir,” pungkasnya.

Doc. GerakNews TV @2024

Redaksi Gerak News

Detik Detik Truk Ugal Ugalan Tabrak Belasan Kendaraan Bermotor Di Tangerang

Gerak News, Jakarta – Kecelakaan Maut yang melibatkan truk kontainer dengan pelat B 9727 ULU dengan belasan kendaraan lainnya telah terjadi di tangerang, kemarin Kamis 31 Oktober 2024.

Peristiwa tersebut sempat terekam kamera dashboard mobil yang melintas di Jalan KH Hasyim Ashari, Cipondoh, Tangerang.

Dalam rekaman tersebut, truk kontainer itu dikendarai secara ugal-ugalan di jalan dua arah. Truk tersebut terlihat ingin menyalip mobil yang ada di depannya dengan kecepatan tinggi.

Sementara itu, terlihat pengendara motor memberi isyarat kepada pengendara mobil untuk menghindari truk yang melaju di belakangnya.

Namun belum sempat menghindar, truk kontainer tersebut menabrak bagian belakang mobil dan motor yang ada di depannya ikut menjadi korban. Bukannya berhenti, sopir truk kembali melaju dengan kecepatan tinggi.

Dalam video lain yang direkam warga, truk kontainer berbelok melawan arus hingga menyebabkan sejumlah kendaraan tertabrak.

Enggan berhenti, sopir truk kembali tancap gas meski sudah banyak korban yang ditabrak.

Terdengar sorakan pengendara lain yang kesal melihat ulah sopir truk ugal-ugalan hingga menyebabkan kecelakaan beruntun.

Hingga akhirnya pelarian sopir truk terhenti di depan Tugu Adipura karena berhasil dikepung warga di Tugu Adipura, Kota Tangerang setelah dikejar-kejar.

Geram dengan ulah sopir yang mengemudi ugal-ugalan hingga menabrak belasan kendaraan. Warga kemudian menghakimi sang sopir hingga babak belur.

Doc. GerakNews TV @2024

Redaksi Gerak News

Korsleting Diduga Jadi Penyebab Kebakaran Pabrik Di Bekasi

Gerak News, Jakarta- Korsleting diduga menjadi penyebab kebakaran yang melanda pabrik pakan ternak PT Jati Perkasa Nusantara di Jalan Pondok Ungu, Kelurahan Pejuang, Medan Satria, Kota Bekasi, Jumat (1/11/2024) pukul 07.00 WIB.

“Kebakaran itu karena korsleting dugaannya,” ujar petugas keamanan pabrik, Rivaldi, di lokasi kejadian.

Akibat insiden ini, satu karyawan yang identitasnya belum diketahui dilaporkan terluka. Korban telah dilarikan ke Rumah Sakit Ananda menggunakan mobil ambulans yang berada tidak jauh dari lokasi.

“Kalau korban kita belum tahu, tapi tadi yang kita lihat satu,” tambahnya.

Hingga pukul 10.15 WIB, kepulan asap masih terlihat membumbung tinggi di area dalam pabrik yang memproduksi pakan ternak tersebut.

Asap berwarna hitam pekat itu diduga berasal dari sebuah bangunan yang terbakar. Sebanyak 14 mobil pemadam kebakaran dari Kota Bekasi telah diterjunkan untuk memadamkan api.

Saat ini, petugas masih berupaya memadamkan kebakaran yang melanda bangunan di area dalam pabrik.

Doc. GerakNews TV @2024

Redaksi Gerak News

Menteri HAM Tegaskan Tak Punya Program 100 Hari

Gerak News, Jakarta- Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menyatakan tidak memiliki program 100 hari, tetapi memiliki program lima tahun yang ditetapkan sebagai kondisi darurat untuk membangun rakyat, bangsa, dan negara.

“Kami tidak punya program 100 hari. Kami punya program emergency condition (keadaan darurat) untuk membangun rakyat, bangsa, dan negara selama lima tahun kalau dipertahankan,” ujar Pigai pada rapat kerja bersama Komisi XIII DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis.

Padahal, pada Rabu (23/10), Pigai mengatakan bahwa dirinya akan fokus pada pemantapan struktur dan penataan sistem di Kementerian HAM dalam 100 hari bekerja di Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Berikutnya, Pigai akan melakukan penempatan personel di Kementerian HAM.

“Andaikan saya menyatakan program 100 hari adalah tata laksana, revitalisasi organisasi, dan pembangunan organisasi dan pengisian staf maka saya sudah selesai (dalam) tujuh hari,” katanya.

Pigai menceritakan bahwa rapat perdana yang ia pimpin saat baru dilantik menjadi Menteri HAM adalah menyusun organisasi, bukan mendengarkan masukan dari staf.

“Saya langsung pimpin, langsung bikin. Rancangan yang mereka (Kementerian HAM) siapkan, langsung saya susun, coret ini masukan, coret ini masukan, saya susun lagi, masukan ke atas,” kata Pigai.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelum dirinya berangkat ke Magelang, Jawa Tengah, untuk mengikuti pembekalan Kabinet Merah Putih, Kementerian HAM sudah mengadakan pertemuan lebih kurang 6–7 kali.

“Hampir 90 persen struktur organisasi kami, tugas pokok dan fungsi sudah selesai,” tambahnya.

Ia memperkirakan pada Senin (4/11) atau Selasa (5/11) pekan depan, Kementerian HAM akan melaksanakan pelantikan untuk struktur baru.

Oleh karena itu, Pigai menyatakan Kementerian HAM tidak memiliki program 100 hari dan menempatkan lima tahun sebagai kondisi darurat sehingga seluruh pegawai Kementerian HAM harus dalam kondisi siap untuk melayani kebutuhan publik.

Selama lima tahun ke depan, Pigai menegaskan Kementerian HAM berkomitmen untuk berada di garis terdepan dalam rangka memastikan kebijakan-kebijakan HAM sampai kepada orang-orang yang membutuhkan, yang layak mendapatkan, serta orang-orang yang berada di ujung pembangunan.

Doc. GerakNews TV @2024

Redaksi Gerak News

Kebijakan Kemasan Polos Pada Rokok Diminta Dikaji Ulang

Gerak News, Jakarta- Asosiasi konsumen rokok elektronik meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mengkaji ulang kebijakan penyeragaman kemasan polos tanpa identitas merek pada rokok elektronik dan rokok.

Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (Akvindo) Paido Siahaan menyatakan aturan yang tertuang dalam Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (RPMK) tentang Pengamanan Produk Tembakau dan Rokok Elektronik itu melanggar hak konsumen untuk mendapat informasi yang akurat.

Menghilangkan elemen merek (brand) dan informasi pada kemasan tanpa pembedaan antara rokok elektronik dan rokok , menurut dia, mengurangi kemampuan konsumen untuk mendapatkan informasi produk sehingga dapat memutuskan produk yang tepat.

“Kemenkes seharusnya mempertimbangkan hak konsumen untuk memperoleh informasi yang lengkap dan jelas terhadap produk yang mereka pakai,” katanya dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Dikatakannya Produk turunan dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang Pelaksanaan Undang-Undang (UU) Kesehatan 17/2023 itu dinilai melanggar hak-hak konsumen rokok elektronik.

Padahal, rokok elektronik merupakan produk alternatif yang memiliki profil risiko lebih rendah dibandingkan dengan rokok. Hal ini telah dibuktikan oleh berbagai studi ilmiah.

“Jika dilihat dari perspektif konsumen dan pengurangan bahaya, penerapan aturan kemasan polos tanpa pembedaan antara rokok elektronik dan rokok bisa dianggap tidak memberikan kesempatan yang adil bagi perokok dewasa untuk mengakses produk yang lebih rendah risiko,” kata Paido Siahaan.

Sekretaris Aliansi Vaper Indonesia (AVI) Wiratna Eko Indra Putra menjelaskan mengacu Undang Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, pemerintah sudah menjamin hak masyarakat dalam aspek keamanan dan informasi yang jelas terhadap barang yang dikonsumsinya.

Berdasarkan acuan tersebut, lanjutnya, pelaku usaha diminta untuk memasang label yang memuat, antara lain, nama barang, ukuran, berat bersih (netto), tanggal pembuatan, serta keterangan lainnya bukan hanya memuat mengenai peringatan kesehatan.

“Peninjauan ulang sangat dibutuhkan dan sebisa mungkin melibatkan seluruh pihak terkait, jangan hanya melibatkan pihak yang dianggap akan sependapat dengan kebijakan yang ditetapkan hingga merugikan pihak lain yang juga berhubungan dengan peraturan tersebut,” katanya..

Dengan dipaksakannya kebijakan kemasan polos tanpa merek, menurut dia Kemenkes justru seperti menyamakan rokok elektronik dengan rokok sehingga menerapkan strategi yang bertolak belakang dalam upaya menurunkan prevalensi merokok di Indonesia.

Kondisi tersebut, dikatakannya bisa menyebabkan konsumen beralih ke produk ilegal maupun kembali mengonsumsi rokok.

“Pemerintah sudah berupaya cukup keras untuk menekan angka perokok di Indonesia. Hanya saja, mungkin, lebih baik langkah yang diambil jangan terlalu terburu-buru hingga terkesan dipaksakan, yang dapat berdampak merugikan kepada pihak lainnya,” katanya.

Doc. GerakNews TV @2024

Redaksi Gerak News

Retno Marsudi Resmi Jadi Utusan Khusus PBB Urusan Air

Gerak News, Jakarta- Menteri Luar Negeri RI periode 2014—2024 Retno Marsudi secara resmi memulai tugas sebagai Utusan Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres untuk Urusan Air pada 1 November.

Hal tersebut ia sampaikan melalui unggahan foto diri di media sosial Instagramnya, sebagaimana dipantau di Jakarta pada Jumat (1/11). Foto tersebut menampilkan Retno sudah dengan bendera PBB di belakangnya.

Hari ini, 1 November 2024, saya memulai peran baru saya sebagai Utusan Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk isu air yang paling pertama,” ucap Retno dalam pernyataan yang mendampingi unggahan foto dirinya.

Retno pun menyerukan supaya komunitas global menempatkan isu air di pucuk tertinggi agenda politik global dan bekerja sama untuk memastikan air menjadi maslahat bersama untuk semua.

“Air adalah nyawa,” kata dia, menegaskan.

Sekjen PBB Antonio Guterres menunjuk Retno Marsudi sebagai utusan khususnya untuk isu air, sebuah jabatan baru, pada 13 September 2024. Penunjukan Retno membuatnya menjadi orang Indonesia pertama yang ditunjuk sebagai utusan khusus Sekjen PBB.

Sejumlah tugas yang akan dilakukan Retno sebagai Utusan Khusus Sekjen PBB di antaranya adalah memperkuat kemitraan dan upaya bersama untuk memajukan agenda air dunia, termasuk menindaklanjuti hasil UN Water Conference 2023.

Selain itu, ia bertugas meningkatkan kerja sama dunia dan sinergi antara proses internasional dalam mendukung target air internasional, termasuk SDG 6 dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030.

Retno juga diamanahi untuk memperjuangkan masalah air supaya menjadi agenda politik utama baik, di dalam maupun luar PBB, serta memobilisasi aksi dan sumber pendanaan guna menangani krisis air dunia dan mendorong pemenuhan target dunia terkait air.

Dalam pernyataan penunjukan Retno, Sekjen PBB turut mengakui peran Retno sebagai Menlu RI dalam diplomasi global dalam 10 tahun terakhir, khususnya dalam penyelenggaraan Forum Air Dunia ke-10 di Bali pada Mei lalu, di mana deklarasi tingkat menteri berhasil disepakati.

Sedari awal, Retno telah menyebut bahwa jabatan barunya akan diemban mulai 1 November 2024, setelah tanggung jawabnya sebagai menteri luar negeri di Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo selesai.

Redaksi Gerak News