Kamis, Mei 28, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 726

PT LIB Kecam Kericuhan Penonton Pasca Persib VS Persija

Gerak News, Bandung- Operator Liga Indonesia, yakni PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) mengecam keras kasus kericuhan penonton yang terjadi di Bandung pada Senin.

Aksi kericuhan itu dilakukan oleh sejumlah oknum penonton pada pertandingan pekan keenam Liga Indonesia 2024/2025, antara Persib Bandung menjamu Persija Jakarta di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.

Pada kericuhan itu, sejumlah penonton di tribun Selatan dan Utara turun ke lapangan, dan melakukan penyerangan terhadap petugas steward.

“Dengan tegas kami sangat menyesalkan munculnya insiden tersebut,” kata Direktur Operasional LIB, Asep Saputra, seperti dikutip dari laman resmi LIB.

Menindaklanjuti insiden itu, LIB akan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk mengusut tuntas kasus ini dan memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang terlibat.

“Kami berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. Ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak,” sambung Asep.

LIB juga mengajak seluruh stakeholder sepak bola Indonesia untuk bersama-sama menciptakan lingkungan sepak bola yang aman, nyaman, dan sportif.

“Kepada seluruh suporter, kami mengimbau untuk selalu menjaga ketertiban dan sportivitas dalam mendukung tim kesayangan,” pungkasnya.

Kerusuhan penonton di Stadion Si Jalak Harupat pada Senin merupakan dampak dari beberapa masalah yang melilit Persib Bandung.

Masalah pertama terjadi saat Persib menjamu Port FC di ajang AFC Champions League 2, di Stadion Si Jalak Harupat, Kamis (19/9). Saat itu seorang penggemar Persib diduga mendapat intimidasi dari seorang petinggi klub serta mendapat tindak kekerasan dari dua orang pemain Persib. Rekaman video mengenai kejadian ini sudah tersebar luas di media sosial.

Sehari berselang, atau pada Jumat (20/9), muncul dugaan bahwa seorang penggemar Persib yang berjenis kelamin perempuan mendapat pelecehan dari steward yang berjaga pada pertandingan tersebut.

Sejumlah penggemar Persib sudah melakukan demo dan orasi ke Graha Persib di Jalan Sulanjana untuk menuntut klarifikasi pada Sabtu (21/9), tetapi saat itu jajaran manajemen klub tidak menemui mereka.

Redaksi Gerak News

Gus Falah: Intoleransi ASN Di Bekasi, Bukti Pancasila Belum Dihayati

Gus Falah: Gugatan Di PTUN Dicabut, Bukti PDI Perjuangan 'Kebal Serangan'

Gerak News, Bekasi- Politisi PDI Perjuangan Nasyirul Falah Amru (Gus Falah) menyatakan terjadinya tindak intoleransi yang dilakukan oleh seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Bekasi, membuktikan banyak abdi negara belum menghayati Pancasila.

Gus Falah menyatakan, ASN seharusnya memegang teguh prinsip kebangsaan. Sehingga, tidak sepatutnya ASN bertindak intoleran.

Seorang ASN seharusnya memegang teguh nilai-nilai empat pilar kebangsaan kita, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika serta NKRI. Dan salah satu esensi dari empat pilar kebangsaan kita adalah toleransi terhadap perbedaan, termasuk perbedaan agama” tegas Gus Falah, Senin 23 September 2024.

Tokoh Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) itu juga menyatakan, seorang ASN harus menjadi pengobar semangat toleransi, bukannya justru berpikir dan bertindak intoleran.

Ketika ASN sudah melakukan tindak intoleran yang melanggar prinsip kebangsaan, maka sudah seharusnya ASN itu diberi sanksi.

Sebab ketika melanggar prinsip-prinsip empat pilar kebangsaan, berarti ASN itu sudah melanggar sumber dari segala sumber hukum, sekaligus sumber hukum tertinggi,” tegas Gus Falah.

Aksi intoleransi di Perumnas 2, Kelurahan Kayuringin, Kecamatan Bekasi Selatan itu dilakukan seorang perempuan yang saat ini memiliki jabatan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) kota Bekasi.

Dia merasa terganggu dengan aktivitas ibadah tetangganya, lalu meluapkan kemarahannya. Kepada sejumlah orang dihadapannya, dia juga sempat mempertanyakan izin penggunaan rumah untuk beribadah.

Redaksi Gerak News

Danai Pelatihan AI, Google Kucurkan Ratusan Juta Dolar

Gerak News, New York- CEO Google Sundar Pichai mengumumkan pendanaan baru sebanyak 120 juta dolar AS atau sekitar Rp1,8 triliun untuk pendidikan dan pelatihan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) di seluruh dunia saat berbicara dalam konferensi tingkat tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sebagaimana dikutip dalam siaran TechCrunch, Pichai dalam Konferensi Tingkat Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Masa Depan pada Sabtu (21/9) menyoroti empat peluang besar yang dia lihat pada AI dan pembangunan berkelanjutan.

Peluang besar yang dia maksud yaitu membantu orang mengakses informasi dalam bahasa mereka sendiri, mempercepat penemuan ilmiah, memberikan peringatan dan pemantauan terkait bencana iklim, serta mendorong kemajuan ekonomi.

Pichai ingin menghindari “kesenjangan AI” global dan menyampaikan bahwa Google sedang membuat Dana Peluang AI Global senilai 120 juta dolar AS.

Pendanaan tersebut akan menyediakan pendidikan dan pelatihan AI di komunitas-komunitas di seluruh dunia bekerja sama dengan organisasi nirlaba dan lembaga swadaya masyarakat lokal.

Pichai juga mengemukakan bahwa “regulasi produk cerdas yang dapat mengurangi kerugian” dan penolakan terhadap dorongan proteksionis nasional diperlukan agar kesenjangan AI tidak melebar dan pemanfaatan AI dapat dioptimalkan.

Redaksi Gerak News

Misteri 7 Mayat Di Kali Bekasi, Ini Kata Polisi

Gerak News, Bekasi- Polisi baru menerima data 4 pihak keluarga terkait kasus penemuan 7 mayat remaja laki-laki yang mengambang di Kali Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat. Data itu nantinya akan dicocokkan untuk proses identifikasi.

“Baru 4 keluarga yang datang. Masih proses identifikasi penyesuaian dengan data keluarga,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Audy Joize Oroh, Senin (23/9/2024).

Identitas 7 jenazah itu belum disampaikan pihak kepolisian karena memang proses identifikasi masih berlangsung. Polisi juga masih berupaya mengumpulkan data pihak keluarga dari 3 jenazah lainnya.

Tujuh mayat remaja laki-laki itu ditemukan pada pukul 07.00 WIB, Minggu 22 September 2024. Kepala Pelaksana BPBD Kota Bekasi Priadi Santoso mengatakan lokasi penemuan 7 mayat itu di Kali Bekasi di belakang Masjid Al Ikhlas yang berada di salah satu perumahan di Jatirasa, Jatiasih, Bekasi. Priadi menyebut 7 mayat itu ditemukan oleh 2 orang saksi dari komunitas kucing yang sebenarnya sedang mencari kucing yang hilang.

Polisi lalu bergerak melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto terjun langsung ke lokasi. Dari hasil penelusuran sementara, Karyoto menduga 7 orang yang ditemukan tewas itu sebelumnya menceburkan diri karena takut adanya patroli polisi pada Sabtu, 21 September 2024.

Saat itu pukul 03.00 WIB polisi berpatroli di sekitar lokasi dan mengamankan 15 orang yang diduga hendak tawuran. Dari 15 pemuda itu, 3 di antaranya ditetapkan sebagai tersangka karena membawa senjata tajam.

Di sisi lain, ada informasi yang menyebutkan para pemuda itu kumpul-kumpul untuk merayakan ulang tahun tapi Karyoto masih mendalami keterangan itu.

“Tadi informasinya katanya ulang tahun, ulang tahun mana kuenya? Mana tempatnya? Kan tidak mungkin ulang tahun di sini. Yang mesti dipertanyakan adalah kenapa 03.00 WIB adik-adik kita ini ada berada di sini,” kata Karyoto.

“Menurut informasi sekilas adalah bahwa ini adalah salah satu yang menjadi kemarin malam itu yang sudah bisa diambil keterangan memang mereka menceburkan diri ke sungai karena adanya ketakutan, ketakutan adanya patroli yang lewat atau yang menegur, menegurnya sejauh mana ini sedang kami dalami oleh Propam,” imbuhnya.

Redaksi Gerak News

GMNI Bekasi Kutuk Intoleransi Oknum ASN Terhadap Warga Kristen

Gerak News, Bekasi- Christianto Manurung selaku ketua DPC GMNI Bekasi menegaskan, bahwa negara Indonesia memiliki sejarah yang panjang dalam merebut kemerdekaan.

Dan hingga diumur yang ke 79 bangsa ini dapat menjalankan aktivitas sehari-hari sebagai warga negara itu berkat keberagaman yang dituangkan dalam Bhineka Tunggal Ika.

“Negara kita terdiri dari banyaknya suku, budaya dan agama.
Di era saat ini harusnya masyarakat dapat memahami dan menghormati perbedaan dari segala aspek, karena hal itupun sudah diatur dalam UUD 1945 dan menjadi bagian dari Hak Asasi Manusia. Seperti yang tertulis dalam pasal 28 E
“Setiap  orang  bebas  memeluk  agama  dan  beribadat  menurut  agamanya”,” tegasnya.

Bahkan untuk menjamin hak tersebut, pemerintah pusat membuat Surat Keputusan Bersama (SKB) 2 menteri/Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dalam dalam memelihara Kerukunan Umat Beragama.

“Namun sayangnya hari ini, masih ada praktik intoleran yang terjadi di kalangan masyarakat khususnya di kota Bekasi. Padahal sebelumnya kota Bekasi mendapatkan penghargaan kota Toleran Kedua se-Indonesia,” tegas Christianto.

Mirisnya kali ini perilaku intoleransi tersebut diduga dilakukan oleh oknum penyelenggara negara atau pejabat ASN di dinas pariwisata dan kebudayaan kota Bekasi.

Dalam video yang beredar, oknum ASN tersebut mempermasalahkan beberapa masyarakat Kristen yang menjalankan ibadah dihari Minggu. Karena dianggap tempatnya tidak memiliki izin, bahkan melontarkan beberapa perkataan tercela.

Dari hal tersebut tentu kami GMNI mengutuk keras perilaku tersebut, dan meminta kepada PJ walikota Raden Gani Muhammad agar menindak tegas oknum tersebut.

Perilaku tersebut tidak boleh dibiarkan, ingat kebebasan beribadah itu adalah HAM, apapun alasannya kita harus menghargai orang yang sedang menjalankan ibadah. Jangan kita mengedepankan hal yang sifatnya administratif, tapi kita tidak menjalankan hal yang sifatnya subtantif,” tegasnya.

Melihat sebentar lagi Pilkada, kami juga berpesan untuk pemimpin kota Bekasi kedepan, harus orang yang tidak memiliki catatan buruk atau keterlibatan dalam perilaku intoleran. Siapapun yang terpilih nanti harus merupakan sosok nasionalis, yang berkomitmen merawat keBhinekaan. Serta menjadikan Pancasila sebagai Philosophische grondslag dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.

Redaksi Gerak News
.

Terpilih Sebagai Presiden Sri Lanka, Tokoh Marxis Serukan Ini

Gerak News, Kolombo-  Setelah terpilih sebagai presiden baru Sri Lanka, Anura Kumara Dissanayake yang berhaluan marxis menyerukan persatuan di antara berbagai kalangan masyarakat di negara itu pada Minggu (22/9).

Dissanayake, yang maju sebagai calon dari partai National People’s Power, meraup 55,89 persen suara dalam putaran kedua penghitungan suara pemilihan presiden pada Sabtu.

Putaran kedua dilakukan karena pada penghitungan pertama tidak ada calon yang meraih 50 persen suara untuk memenangi pemilihan secara langsung, menurut pengumuman resmi pada Minggu.

Dalam pidato kemenangannya, Dissanayake, pria berusia 55 tahun, mengajak semua warga Sri Lanka, termasuk orang Sinhala, Tamil, dan Muslim untuk bersatu.

Dia mengatakan bahwa “sebuah kebangkitan baru akan muncul dari kekuatan dan visi bersama ini.”

“Mimpi yang telah kita jaga selama berabad-abad akhirnya menjadi kenyataan,” katanya.

Menurut dia, pencapaian tersebut adalah hasil dari upaya kolektif ratusan ribu orang Sri Lanka.

“Komitmen Anda semua telah membawa kita sejauh ini, dan untuk itu, saya sangat berterima kasih,” kata dia di X. “Kemenangan ini milik kita semua.”

Dissanayake dijadwalkan akan dilantik sebagai presiden ke-9 negara Asia Selatan itu pada Senin (23/9).

Redaksi Gerak News

Sekjen PBB Tegaskan Israel Dan Hamas Tak Tertarik Gencatan Senjata

Gerak News, New York-  Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Ahad (22/9) mengatakan bahwa baik Israel maupun kelompok Palestina Hamas tidak tertarik pada gencatan senjata di Jalur Gaza.

“Baik Israel maupun Hamas sebenarnya tidak menginginkan gencatan senjata. Maksud saya, apa yang dirundingkan cukup masuk akal dan kedua pihak seharusnya berada dalam posisi untuk menerima. Hingga kini, kami melihat bahwa setiap kali ada perkembangan baru, muncul beberapa rintangan baru,” ungkap Guterres

“Bagi saya jelas bahwa kedua pihak tidak tertarik pada gencatan senjata dan itu menjadi sebuah tragedi sebab ini adalah perang yang harus dihentikan,” tambahnya dalam wawancara dengan CNN.

Pada 7 Oktober 2023, Israel menghadapi serangan roket yang belum pernah terjadi sebelumnya yang berasal dari Jalur Gaza.

Di waktu bersamaan, pejuang Hamas menyusup ke daerah-daerah perbatasan, menembaki anggota militer dan warga sipil serta melakukan penyanderaan.

Otoritas Israel menyebutkan sekitar 1.200 orang tewas selama terjadi serangan tersebut.

Angkatan bersenjata Israel (IDF) meluncurkan Operasi Pedang Besi di Jalur Gaza seraya mengumumkan pengepungan penuh terhadap daerah kantong tersebut.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober lalu sudah mencapai 41.000 orang lebih.

Redaksi Gerak News
.

Film ‘Kupu-Kupu Kertas’ Segera Tayang, Kapan?

Gerak News, Jakarta-  Setelah tertunda penayangan di Bioskop pada Febuari 2024 lalu. Denny Siregar Production bekerja sama dengan Maxima Pictures akan menayangkan kembali film ‘Kupu-kupu Kertas’ pada tanggal 26 September 2024.

Film Kupu Kupu Kertas pun menggelar gala premiere pada Kamis, 19 September 2024 di XXI Epicentrum Jakarta.

Para pemain senang karena pecinta film Indonesia bisa menikmati kisah cinta dua ideologi dalam film Kupu Kupu Kertas.

“Udah ditunggu, sekarang banyak yang excited, bisa nonton film ini lagi,” ujar Amanda Manopo di Kuningan, Kamis (19/9/2024) Malam.

Amanda Manopo mengaku tahu betul alasan di balik penarikan film Kupu Kupu Kertas.

“Film ini pernah tayang sebelumnya pas bulan Februari dan kita sempat tidak tayang lagi pasti ada satu hal dan lainnya,” kata Amanda Manopo.

“Aku enggak bisa jelaskan, mungkin bisa dijelaskan tapi aku nggak mau jadi topik pembicaraan nantinya,” lanjutnya.

Selain itu, Amanda menilai film ini memiliki pesan moral dan pembelajaran sejarah Indonesia di era sebelumnya.

“Kalau misalkan pesan-pesan, apa yang terjadi di Kupu Kupu Kertas ini ternyata pernah terjadi di tahun 1965. Dalam film ini, kami gambarkan sebuah rasa, sebuah perjuangan,” jelas Amanda Manopo.

Sementara Samo Rafael, yang memerankan Rasyid, mengungkapkan bahwa fokus utamanya dalam memerankan tokoh tersebut adalah menggali konflik internal yang terjadi pada tahun 1965.

“Jadi gue fokusin lebih ke dramanya aja. Drama itu bukan cuma cinta-cintanya, tapi juga konflik, civil war is drama (perang sipil adalah drama),” ujarnya

Aktor berdarah Indonesia-Prancis itu menilai, film ini memberikan dia kesempatan untuk melihat sejarah dari perspektif yang berbeda.

“Yang gue ambil lebih ke belajar dari perspektif orang lain pada zaman itu,” ungkapnya.

Diketahui Film ini berlatar dan mengangkat sejarah yang terjadi di Banyuwangi dan Bondowoso, Jawa Timur pada 1965. Sebuah kisah cinta yang terhalang akibat perbedaan ideologi, Ning (Amanda Manopo) dan Ihsan (Chicco Kurniawan) tidak mempermasalahkan perbedaan dalam latarbelakang keluarga mereka.

Busok (Reza Oktovian) datang layaknya jagoan demi memikat hati Ning yang telah jatuh ke pelukan Ihsan.

Perselisihan yang membara, cinta yang mendebarkan, dan romansa yang tak terlupakan bersatu dalam ‘Kupu-Kupu Kertas,’ karya Emil Heradi.

Film ini menampilkan pemain utama seperti Chicco Kurniawan sebagai Ikhsan, Amanda Manopo sebagai Ning, dan Iwa K sebagai Rekoso.

Jajaran pemeran lainnya yaitu Reza Oktovian sebagai Busok, Samo Rafael sebagai Rasyid, Fajar Nugra sebagai Zul, Ayu Laksmi sebagai Sulastri, serta Ony Serojawati Hafiedz sebagai Aida.

Redaksi Gerak News
.

Kasus Penganiayaan Di Pesantren Habib Rizieq Naik Status

Gerak News, Bogor-  Polisi telah menaikkan status kasus dugaan penganiayaan di Pondok Pesantren (Ponpes) Markaz Syariah, milik Habib Rizieq Shihab, ke tahap penyidikan. Polisi akan memanggil para pengurus serta santri yang menjadi saksi kejadian tersebut pekan depan.

“Pemanggilan saksi kita sedang membuat undangan, mudah-mudahan bisa segera kami kirimkan, paling lambat besok, untuk hadir seminggu kemudian, berarti kurang lebih di hari Selasa atau Rabu,” ujar Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Teguh Kumara, Kamis (19/9/2024).

Teguh menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan yang diberikan ibu korban, saksi-saksi yang akan dipanggil itu adalah orang yang menyaksikan langsung kejadian penganiayaan yang dialami M (17).

“Nah pemeriksaan pelapor itu ibu korban itu sudah kita laksanakan akhirnya muncul beberapa keterangan dan muncul beberapa nama yang dinyatakan ya atau diberikan keterangan ibu korban itu saksi pada saat kejadian, beberapa di antaranya itu teman-teman santrinya korban dan beberapa di antaranya saksi pengurus,” katanya.

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa terlapor jumlahnya satu orang, yang diduga senior dari korban. “Korbannya satu, terlapor atau si diduga pelakunya satu,” katanya.

Pondok Pesantren (Ponpes) Markaz Syariah milik Habib Rizieq Shihab (HRS) di Megamendung, Bogor, mengungkap penyebab santri berinisial M (17) diduga dianiaya senior. Penganiayaan diduga terjadi karena korban mencuri celana dalam milik seniornya itu.

“Bahwa N terduga pelaku penganiayaan, melakukan penganiayaan dengan alasan kesal karena korban M diduga mencuri celana dalam milik N,” kata pengacara Habib Rizieq, Aziz Yanuar, Kamis (19/9).

Pihak Ponpes menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut untuk diproses hukum oleh penegak hukum. Pihaknya menyebutkan telah berupaya melakukan mediasi, tapi pihak keluarga korban tak hadir.

“Kedua belah pihak serta Ponpes telah sepakat untuk mediasi pada waktu yang disepakati bersama guna menyelesaikan secara kekeluargaan. Namun pihak keluarga korban tidak hadir dalam mediasi tanpa adanya alasan yang jelas setelah adanya kesepakatan waktu bersama,” tuturnya.

Redaksi Gerak News
.

Terungkap, Kota Pertama Di Dunia Bukan Muncul Di Mesopotamia

Gerak News, London-  Bukti arkeologi baru menunjukkan bahwa kota-kota pertama di dunia tidak muncul di Mesopotamia atau Asia Tengah, tetapi ada di Ukraina.

Dalam terbitan terbaru surat kabar Swiss Neue Zürcher Zeitung (NZZ), para peneliti membicarakan tentang temuan sisa-sisa ‘kota terbesar di dunia’ berupa pecahan tembikar yang berserakan.

Situs besar Trypillia ini berasal dari tahun 4000 SM di Ukraina, yang menjadikannya pemukiman perkotaan tertua di dunia.

Penemuan arkeologi ini tidak hanya mendorong asal-usul kota kembali ke masa lalu, tetapi juga memicu perdebatan sengit tentang organisasi sosial awal, keberlanjutan, dan identitas sebenarnya kota itu.

Arkeolog dari Kiel University Joseph Muller, mulai meneliti pemukiman raksasa di Ukraina ini pada tahun 2011, berdasarkan penelitian dasar yang dilakukan pada tahun 1960-an.

Lebih dari 250 situs pertama kali diidentifikasi oleh seorang topografi militer yang menampilkan pola vegetasi yang menarik seperti formasi konsentris yang mengisyaratkan konstruksi manusia.

Para peneliti menggunakan teknik geomagnetik dan mengungkap struktur tersembunyi di bawah permukaan Bumi, termasuk penemuan megasitus Trypillia yang mencakup lebih dari 100 hektar.

Situs-situs besar Trypillia, yang merupakan salah satu kota terencana paling awal yang diketahui, tidak seperti pusat perkotaan modern.

Seperti dilansir U-krane, lokasi tersebut berbentuk lingkaran atau oval dan rumah-rumahnya tersusun dalam lingkaran konsentris, dengan jalan raya atau koridor lebar di antaranya.

“Ini adalah kota-kota pertama yang direncanakan oleh umat manusia,” demikian pernyataan NZZ Swiss yang menyebutkan bahwa lokasi terbaik adalah yang ukurannya lebih besar dari Monaco dan dapat dibandingkan dengan Central Park di New York, Amerika Serikat.

Berdasarkan bukti, rumah-rumah itu terbuat dari kayu dan tanah liat dan kemungkinan besar telah terbakar dalam konflik di masa itu.

“Makam-makam individu adalah sesuatu yang digunakan sekelompok orang yang menguburkan untuk menunjukkan peran mereka kepada orang lain. Refleksi struktur sosial ini tidak ada di sini,” kata Müller.

“Jika tidak ada makam yang ditandai dengan cara yang ramah bagi para arkeolog, itu tidak berarti bahwa pemujaan terhadap orang mati tidak ada,” tambahnya.

Penemuan baru ini telah menantang asumsi kita sebelumnya tentang urbanisasi mana yang terjadi pada periode akhir sejarah manusia.

Redaksi Gerak News
.