Rabu, Mei 27, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 755

Jusuf Kalla dan Din Syamsudin Hadiri Pemakaman Ismail Haniyeh

jk menghadiri pemakaman haniyeh

Jusuf Kalla melihat Ini adalah momentum yang pas, bersatunya Fatah dan Hamas

Energi Juang News, Jakarta – Pada Kamis 1 Agustus yang lalu, Jusuf Kalla (JK) dan Din Syamsudin bertolak ke Doha untuk menghadiri pemakaman petinggi Hamas Ismail Haniyeh.

Pada kesempatan setelahnya di hari Jum’at 2 Agustus, rombongan Jusuf Kalla lebih dulu menunaikan shalat Jumat di mesjid negara Qatar, lalu di lanjutkan shalat jenazah. Sebagai salah satu dari sejumlah wakil beberapa negara Islam yang datang melayat ke Doha, JK berkesempatan berdoa di pusara Ismail Haniyeh.

“Kita berharap peristiwa kematian Tokoh Hamas ini menjadi momentum persatuan Rakyat Palestina, khususnya persatuan antara Fatah dan Hamas. Persatuan keduanya merupakan syarat mutlak bagi kekuatan Palestina,” kata JK yang di kutip melalui Detik News, Jumat (2/8/2024).

Di lansir kantor berita Reuters dan Al Arabiya, para pelayat berkumpul di masjid besar Imam Muhammad ibn Abd al-Wahhab di sebelah utara Doha. Mereka yang hadir termasuk Khaled Meshaal, yang di perkirakan akan menjadi pemimpin politik baru Hamas. Para pejabat senior Hamas lainnya dan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani juga hadir.

Haniyeh di makamkan di sebuah pemakaman di kota Lusail, sebelah utara Doha. Peti jenazah Haniyeh, yang di bungkus bendera Palestina, di bawa melintasi masjid melewati ratusan orang bersama dengan peti jenazah pengawalnya, yang tewas dalam serangan yang sama di Teheran, ibu kota Iran pada hari Rabu lalu.

Pejabat senior Hamas, Khalil Al-Hayya sebelumnya mengatakan dalam konferensi pers bahwa Haniyeh tewas karena rudal yang menghantamnya di wisma tamu negara di Teheran, tempat ia menginap. Saat itu, Haniyeh berada di Iran untuk menghadiri pelantikan presiden baru negara tersebut.

Pemerintah Iran dan Hamas sama-sama menuduh Israel melakukan pembunuhan itu dan telah bersumpah untuk membalas dendam. Israel sendiri hingga kini tidak mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut ataupun membantahnya.

Redaksi Energi Juang News

Karolin Margret Konsisten Bantu Petani Tingkatkan Produktivitas

Gerak News, Landak- Karolin Margret Natasa dikenal sebagai tokoh yang konsisten membantu petani di Kabupaten Landak meningkatkan produktivitasnya.

Hal itu dia tunjukkan dengan bukti-bukti nyata, baik dikala dirinya menjabat sebagai Bupati Landak, maupun ketika sekarang mengemban amanat sebagai Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Landak.

Suatu hari di tahun 2021, misalnya, Karolin yang kala itu menjabat sebagai Bupati Landak menyerahkan bantuan benih padi untuk para petani di Kecamatan Sompak.

Bantuan sebanyak 31,5 ton benih padi itu bersumber dari APBN dan APBD Kabupaten Landak.

Lalu pada 2022, Bupati Karolin pernah memberikan 132 unit alat mesin pertanian (alsintan) dan bantuan benih kepada para petani di Landak.

Pemberian alsintan itu bertujuan agar para petani Landak dapat meningkatkan produktivitas pertanian. Dengan meningkatnya produktivitas, kesejahteraan petani maupun masyarakat secara umum.

Dalam kurun waktu lima tahun kepemimpinannya, yakni 2017-2022, bantuan alsintan yang diberikan Karolin selaku Bupati tercatat sebanyak 3.479 unit dan tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Landak.

Hasilnya, selama kurun waktu tersebut Kabupaten Landak sudah menjadi lumbung padi di Kalimantan Barat. Hal itu terbukti ketika Januari hingga April 2022 produksi sudah mencapai 810.416 ton gabah kering giling (GKG).

Kini, sebagai Ketua HKTI Kabupaten Landak Karolin Margret tak henti mendukung petani. Pada Oktober 2023, bersama Penjabat (Pj) Bupati Landak Samuel, Karolin menyerahkan bantuan benih padi sebanyak 7.850 ton kepada kelompok tani di tiga kecamatan yang ada di Kabupaten Landak.

Bantuan benih padi tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Landak melalui Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kabupaten Landak, yang disalurkan oleh HKTI.

Karolin memang mengatakan bahwa HKTI terus mendorong dan memberikan masukan kepada pemerintah agar dapat membuat suatu kebijakan yang tepat untuk para petani.

Fakta-fakta itu membuktikan bahwa Karolin mendorong produktivitas petani dengan kerja nyata. Kerja yang digerakkan oleh pemikiran Karolin, bahwa ketika produktivitas petani meningkat, maka kesejahteraan masyarakat umum pun melesat.

Redaksi Gerak News

PBNU Resmikan Platform DIGDAYA Persuratan NU

Gerak News, Jakarta- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) meresmikan platform DIGDAYA Persuratan NU (Digitalisasi Data dan Layanan NU) di Lobby Gedung PBNU, Senen, Jakarta Pusat pada Kamis (1/8/2024) sebagai langkah awal transformasi digital. 

Peluncuran DIGDAYA Persuratan NU ini merupakan tindak lanjut dari apa yang telah disampaikan Gus Yahya pada konferensi pers hasil sidang pleno pada Ahad (28/7/2024) yaitu per tanggal (1/8/2024) ini seluruh kegiatan administrasi persuratan Nahdlatul Ulama tidak lagi tercetak dalam kertas dan sudah melalui aplikasi DIGDAYA Persuratan NU.

Pemrosesan hal administratif berupa persuratan secara digital ini sebagai bagian awal dari rencana strategis transformasi digital NU.   Dalam peresmian tersebut, Gus Yahya menyampaikan digitalisasi merupakan hal yang penting untuk menjalankan struktur lembaga yang melayani jam’iyah dengan skema layaknya pemerintahan.

“Tanggung jawab struktural kepada jami’yah adalah memberikan pelayanan layaknya pemerintah kepada rakyat. Tanggung jawab itu diwujudkan dengan kinerja organisasi yg dapat melayani jamaah sebaik-baiknya melalui konsolidasi tata kelola, agenda, dan sumber daya,”

Menurut Gus Yahya, transformasi digital ini merupakan salah satu cara untuk mengelola organisasi dengan efektif dan penuh tanggung jawab.  Selain itu, transformasi digital juga merupakan kebutuhan wajib yang harus dilaksanakan agar PBNU terhindar dari disfungsi organisasi.

Gus Yahya menyebutkan bahwa ke depannya penggunaan aplikasi digdaya NU juga akan terintegrasi dengan platform NU Online Super App.

Dalam peresmian tersebut, hadir pula Wakil Ketua Umum PBNU KH Amin Said Husni sebagai  pengarah tim transformasi digital NU. Amien menyampaikan bahwa sebagian dari roadmap (peta jalan) transformasi digital NU sudah akan segera diluncurkan dan menandakan era baru manajemen persuratan Nahdlatul Ulama.

“Pada hari ini sebagian dari roadmap transformasi digital Nahdlatul Ulama sudah akan segera di-launching dan akan menandakan era baru manajemen persuratan dan dokumen di lingkungan NU,” kata Amin.

Sebagai tahap awal, hal administratif seperti penulisan naskah, penandatanganan surat, pemberian stempel, pengiriman, hingga pengarsipan melalui DIGDAYA NU akan diimplementasikan di lingkungan kantor PBNU.

Untuk tahap berikutnya, implementasi persuratan digital ini akan menjangkau lapisan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU). Kiai Amin menyampaikan bahwa untuk mempersiapkan para pimpinan di tingkat wilayah dalam pengimplementasian DIGDAYA NU, telah diselenggarakan Digital Leadership Academy (DLA) beberapa waktu lalu.

Redaksi Gerak News

Raih Emas Olimpiade, Simone Biles Ucapkan Ini

Gerak News, Jakarta- Medali emas Olimpiade keenam Simone Biles tergantung di lehernya, begitu pula seekor kambing kecil yang berkelap-kelip, sebagai pengingat bagi dirinya yang dipuji sebagai pesenam terhebat sepanjang masa (the greatest of all time atau GOAT).

“Saya pikir, oke, kalau berjalan lancar kami akan memakai kalung kambing,” kata Biles setelah memenangi final all-around yang menegangkan untuk medali emas keduanya di Olimpiade Paris, seperti disiarkan AFP, Jumat.

“Saya tahu orang-orang akan tergila-gila dengan hal itu, tapi pada akhirnya sungguh gila bahwa saya menjadi perbincangan para atlet terhebat, karena saya masih berpikir saya adalah Simone Biles dari Spring, Texas, yang suka jungkir balik.”

Biles yang telah meraih 39 medali dunia dan Olimpiade — 29 di antaranya emas — belum pernah terkalahkan dalam kompetisi all-around sejak 2013 — ketika ia memenangi medali pertamanya.

Dia memenangi empat medali emas di Olimpiade Rio 2016 dan tampaknya siap untuk meningkatkan warisan Olimpiadenya di Tokyo tiga tahun lalu sebelum dia mengundurkan diri dari sebagian besar nomor yang dia ikuti karena dilanda hambatan mental yang oleh para pesenam disebut sebagai “twisties”.

“Sudah delapan tahun,” kata Biles tentang kesenjangan antara medali emas Olimpiade yang dia raih.

“Rasanya luar biasa. Saya sedikit naif dalam prosesnya. Jadi saya lebih mengapresiasi kerajinan saya.”

Biles yang tidak yakin apakah akan kembali ke panggung dunia setelah Olimpiade Tokyo memuji pelatih Cecile dan Laurent Landi, serta keluarganya.

Ia juga memuji dirinya sendiri karena telah bekerja keras mengatasi masalah kesehatan mental dengan kemampuannya untuk kembali dari hampir dua tahun absen dan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Biles membutuhkan seluruh kekuatan mentalnya setelah kesalahan pada palang bertingkat membuatnya berada di posisi ketiga pada pertengahan final, meskipun hanya tertinggal 0,267 poin dari pemimpin poin pesenam Brasil Rebeca Andrade.

“Saya sedikit kecewa dengan penampilan saya di palang bertingkat. Biasanya tidak seperti itu cara saya mengayun,” kata Biles.

“Saya bukan pemain palang bertingkat terbaik. Saya tidak seperti Suni (Lee) atau Kaylia (Nemour), tapi, sepertinya, saya bisa mengayun di beberapa palang.”

Setelah beberapa menit untuk “berpusat kembali dan memfokuskan kembali” Biles melewati balok keseimbangan dengan solid untuk mendapatkan kembali keunggulan, memastikan kemenangan dengan senam lantai.

“Saya tidak percaya saya berhasil melakukannya,” ujar Biles, menambahkan bahwa dia menantikan tiga final lagi – senam lompat, balok, dan lantai.

“Sekarang waktunya bersenang-senang dan bagian tersulitnya sudah berakhir.”

Biles juga punya mainan kambing yang ia simpan di kamarnya di kampung atlet Olimpiade “hanya untuk pengingat seperti ‘Kamu bisa melakukannya. Kamu pernah melakukannya sebelumnya, jadi ayo.’

Redaksi Gerak News

Tepat, Terdakwa Ronald Tannur Dicekal Ke Luar Negeri

Gerak News, Jakarta- Pakar hukum pidana Abdul Fickar Hadjar menilai upaya pencekalan terdakwa pembunuhan Dini Sera Afrianti, Gregorius Ronald Tannur untuk bepergian ke luar negeri sudah tepat.

Adapun rencana pencekalan tersebut sedang dikoordinasikan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Timur.

“Upaya pencekalan diperlukan karena kasus tersebut ada dalam proses kasasi,” kata Abdul di Jakarta, Jumat.

Dalam proses kasasi, ia menuturkan penerapan putusan bebas Ronald akan diperiksa apakah sudah tepat atau belum, sehingga pencekalan diperlukan untuk memperlancar upaya kasasi.

Meski fakta tidak akan kembali diperiksa, ia menjelaskan pengajuan kasasi bisa dilakukan ke Mahkamah Agung (MA) karena dalam putusan bebas pihak-pihak yang tidak puas tidak bisa lagi mengajukan banding atau pemeriksaan fakta ulang.

Dengan demikian, kata dia, putusan bebas Ronald di Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur, itu bukan berarti tidak bisa diuji karena masih ada dua tingkat lagi, yaitu kasasi dan peninjauan Kembali (PK).

“Bahkan putusan bebas itu jika sudah mempunyai kekuatan hukum mengikat, namun apabila ditemukannovum (keadaan atau bukti baru) bisa diajukan PK,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly saat ditemui di Jakarta, Kamis (1/8), mempersilakan apabila terdapat permintaan pencekalan Ronald dari Kejaksaan maupun aparat penegak hukum lainnya (APH).

“Pokoknya kalau APH sudah minta cekal, langsung saja diajukan ke Direktorat Jenderal Imigrasi. Selesai itu,” kata Yasonna.

Tak hanya Petugas Imigrasi, Menkumham menegaskan bahwa seluruh APH, bahkan petugas pajak sekalipun sebenarnya bisa mencekal seseorang apabila memang diperlukan.

Sebelumnya pada Kamis (25/7), Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya menyatakan kasasi terkait vonis tidak bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya yang membebaskan Gregorius Ronald Tannur (32) terdakwa perkara pembunuhan.

Redaksi Gerak News

Tayang Di Bioskop, ‘Heartbreak Motel’ Menjelma Dari Novel Jadi Film

Gerak News, Jakarta- Film Heartbreak Motel akhirnya resmi tayang di bioskop pada hari ini, Kamis 1 Agustus 2024. Film tersebut diadaptasi dari novel karya Ika Natassa.

Bahkan judul novel dan film tersebut pun sama. Heartbreak Motel adalah film bergenre drama. Tentu saja dalam film ini terdapat aktor-aktor ternama yang memerankannya.

Selain itu ada tiga nama toko utama dalam film Heartbreak Motel, yakni Laura Basuki sebagai Ava Aesandra, Chicco Jerikho sebagai Raga dan Reza Rahadian sebagai Reza Malik.

Selain itu ada juga beberapa aktor ternama lainnya, seperti Sheila Dara Aisha, Pierre Gruno, Sita Nursanti, Luna Maya, Jeremy Thomas, Maya Hasan, Dwi Yan, Sarah Sechan dan Cornelio Sunny.

Film ini disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko dan sudah resmi tayang di bioskop seluruh Indonesia pada hari ini. Dengan aktor-aktor ternama di dalamnuya, tentu film tersebut membuat kalian penasaran.

Ava adalah seorang aktris yang memiliki kiprah sangat panjang di dunia entertaiment, mulai dari model hingga menjadi aktor ternama. Bahkan Ava juga sudah memenangkan kontes kecantikan.

Lalu, iapun mulai tertarik dengan seni peran dan memainkan banyak film ternama. Namun Ava memiliki masalah dalam dirinya.

Ia masih teringat dengan masa lalunya. Ava merasa trauma dan sering menyendiri. Lalu untuk menutupi hal tersebut Ava menemukan sebuah tempat, yaitu Heartbreak Motel.

Setiap kali Ava merasa kesepian, ia pasti datang ke Heartbreak Motel untuk menerinya ketenangan. Lalu di Heartbreak Motel, Ava bertemu dengan Raga yang bekerja di penginapan tersebut.

Ava merasa nyaman dengan Raga karena sosoknya yang tulus dan sederhana. Namun secara tiba-tiba Ava kedatangan masa lalunya.

Reza adalah mantan kekasih Ava yang kembali datang ke kehidupan Ava setelah ia merasa nyaman dengan Raga. Ava pun harus menentukan pilihannya antara Raga atau Reza.

Redaksi Gerak News

Buku Memoir Britney Spears Akan Dijadikan Film Biopik

Gerak News, Jakarta- Buku memoir karya Britney Spears bertajuk “The Woman In Me”rencananya akan diangkat menjadi sebuah film biopik. Universal diinformasikan menjadi studio film yang tertarik untuk mengadaptasi buku tersebut.

Sebelumnya ada beberapa studio besar yang tertarik mengadaptasi memoir milik Britney Spears. Namun Universal-lah yang akhirnya emenangkan hak untuk mengangkat “The Woman In Me” ke dalam layar lebar melalui sebuah lelang.

Britney Spears dalam akun X-nya menginformasikan kabar membahagiakan tersebut.

“Saya sedang mengerjakan proyek rahasia dengan Marc Platt. Dia selalu (berhasil) membuat film favorit saya… pantau terus ya.” Tulisnya.

Marc Platt sebelumnya telah memproduseri film-film hits seperti “La La Land” (2016) dan live action “The Little Mermaid” (2023). Ia juga pernah menjadi eksekutif produser untuk live action “Aladdin” (2019).

Sementara itu nama sutradara yang muncul untuk membuat adaptasi memoir Britney Spears adalah Jon Chu. Jon sebelumnya telah menyutradarai versi layar lebar dari ‘Wicked’ yang dibintangi Ariana Grande dan Cynthia Orivo.

Kabar ini tentu saja membuat fans Britney Spears semakin penasaran. Memoir Britney Spears “The Woman In Me” sebelumnya menjadi buku yang laris karena memuat banyak cerita personal sang princes of pop

Redaksi Gerak News

Gus Falah Apresiasi PHE Yang Kembangkan Desa Energi Berdikari

Gerak News, Jakarta- Anggota Komisi VII DPR RI Nasyirul Falah Amru atau Gus Falah mengapresiasi PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang telah mengembangkan puluhan Desa Energi Berdikari.

Gus Falah mengatakan, desa energi berdikari merupakan strategi jitu untuk mendorong transisi energi.

“Desa energi berdikari ini menjadi strategi jitu untuk mengoptimalkan penggunaan energi baru terbarukan, sebab sebagian besar sumber energi terbarukan memang berada di wilayah perdesaan,” ujar Gus Falah, Jumat 2 Agustus 2024.

Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, desa juga menjadi penentu kesuksesan transisi energi karena merupakan basis rakyat marhaen.

Sebab, kesuksesan transisi energi juga dipengaruhi oleh penggunaan energi bersih secara masif di perdesaan.

Sumber energi bersih itu kebanyakan di desa, dan kesadaran masif akan penggunaannya juga harus muncul di kalangan masyarakat perdesaan,” ujar Gus Falah.

“Disitulah makna penting desa dalam transisi energi. Sehingga pengembangan desa energi berdikari dari PHE juga menjadi penting,” pungkasnya.

Sebagai informasi, hingga 2023 telah ada 28 program desa yang dikembangkan PHE.

Redaksi Gerak News

Kantor HAM PBB Prihatin Dengan Penindasan Di Sudan Selatan

Gerak News, Jakarta- Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa pihaknya sangat prihatin dengan eksekusi sewenang-wenang di Sudan Selatan, praktik yang ia katakan pelanggaran berat terhadap hak untuk hidup.

“Eksekusi di luar hukum merupakan pelanggaran berat terhadap hak untuk hidup dan proses hukum yang wajar, termasuk pengadilan yang adil,” kata Juru Bicara Kantor HAM PBB, Thameen Al-Kheetan dalam pernyataan yang dikutip Kamis.

Al-Kheetan mengatakan sebanyak 76 orang, termasuk dua anak-anak, dieksekusi oleh pasukan penembak tanpa melalui proses pengadilan  antara Januari 2023 dan Juni tahun ini. Jumlah tersebut hampir mencapai dua kali lipat jumlah korban pada periode yang sama tahun lalu.

“Orang-orang dihadapkan kepada tentara dan pasukan penembak atas berbagai tuduhan pelanggaran, seperti pembunuhan, pemerkosaan, perampokan ternak, perselisihan rumah tangga, dan kekerasan antarkomunitas,” ucapnya.

Dia menekankan bahwa eksekusi harus segera dihentikan dan pemerintah harus melakukan investigasi yang cepat dan tidak memihak serta meminta pertanggungjawaban para pelaku.

Tak hanya itu, Kantor HAM PBB menyuarakan kekhawatiran tentang penerapan hukuman mati yang terus berlanjut.

Kantor tersebut menilai bahwa sangat penting bagi otoritas Sudan Selatan untuk memberlakukan moratorium eksekusi dengan tujuan menghapus hukuman mati.

Redaksi Gerak News

Karolin Margret, Pemimpin Yang Terbukti Berpihak Pada Petani

Gerak News, Landak-Calon Bupati Landak Karolin Margret Natasa adalah pemimpin yang memiliki rekam jejak keberpihakan pada petani.

Karolin, ketika mengemban amanat sebagai Bupati Landak pada 2018, pernah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 tentang Penyelenggaraan Usaha Perkebunan.

Dalam perda tersebut, perusahaan perkebunan sawit yang memiliki izin usaha wajib mengalokasikan lahannya sebesar 30 persen untuk petani plasma.

Untuk diketahui, aturan terkait alokasi lahan plasma 30 persen untuk petani Landak ini lebih tinggi dibanding daerah lain yang biasanya hanya 20 persen.

Karolin sendiri kala itu menegaskan kebijakan itu adalah bentuk keberpihakan kepada rakyat yang berada di sekitar kebun.

Karolin yang kader PDI Perjuangan itu berharap, investasi perkebunan tidak hanya sekadar berorientasi pada keuntungan, namun juga bertanggung jawab meningkatkan taraf hidup masyarakat maupun petani.

Karolin berpendapat, perusahaan tidak rugi dengan mengalokasikan 30 persen lahan untuk petani plasma. Sebab para petani itu juga bagian dari perusahaan dan jika dibina dengan baik akan membesarkan perusahaan.

Tapi, sekelompok pengusaha sawit tak senang dengan kebijakan Karolin itu. Beberapa pengusaha yang tergabung dalam Forum Pengusaha Sawit melayangkan gugatan uji materil terhadap Perda Nomor 2/2018 ke Mahkamah Agung (MA) pada bulan Juni 2020.

Namun, gugatan itu gagal. MA memutuskan Perda ini dinyatakan tidak bertentangan dengan Pasal 58 Ayat 1 Undang-undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan dan Pasal 5 huruf a, huruf d, huruf e dan Pasal 6 ayat 1 huruf i Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.

Keberpihakan Karolin terhadap para petani Landak, sejatinya adalah wujud pelaksanaan ideologi PDI Perjuangan. Ideologi PDI Perjuangan, yakni Pancasila 1 Juni 1945, yang berlandaskan nilai-nilai Marhaenisme memang mengamanatkan seluruh kader untuk memperjuangkan hak-hak kaum Marhaen.

Dan para petani Landak, adalah bagian dari kaum Marhaen Indonesia. Maka, ketika berpihak pada petani Landak, Karolin telah menjadi pembela kaum Marhaen.

Redaksi Gerak News