Rabu, Mei 27, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 756

Polisi Tangkap Pemilik Daycare Yang Diduga Aniaya Balita

Gerak News, Depok- Polisi telah menangkap Meita Irianty alias Tata Irianty, pemilik daycare Wensen School sekaligus influencer parenting atas dugaan penganiayaan terhadap balita berusia 2 tahun. Meita terancam hukuman 5 tahun penjara.

“Kita kenakan UU Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014, Pasal 80 ayat 1 dan ayat 2. Ancaman hukumannya, maksimal 5 tahun,” kata Kapolres Metro Depok Kombes Arya Perdana, Kamis (1/8/2024).

Arya mengatakan, sesuai UU Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 Pasal 80 ayat 1 dan ayat 2, tersangka terancam maksimal 5 tahun penjara apabila korban mengalami luka berat. Namun apabila mengalami luka ringan, tersangka terancam 3 tahun 6 bulan.

“Jadi, ini memang, banyak orang yang menanyakan, ‘kok ancaman hukumnya cuma sekian?’. Karena, memang di UU-nya, ancaman maksimalnya itu 5 tahun kalau mengakibatkan luka berat. Tapi, kalau tidak mengakibatkan luka berat, maka ancaman hukumannya 3 tahun 6 bulan di ayat satu itu,” ucapnya.

Diketahui sebelumnya, polisi menangkap pemilik tempat penitipan anak atau daycare yang berlokasi di Jalan Alternatif Cibubur Kav. Ruko DDN, Harjamukti, Cimanggis, Depok, Jawa Barat berinisial MI.

“Kita sudah melakukan penangkapan terhadap yang bersangkutan. Tersangka MI ditangkap di rumahnya,” kata Kapolres Metro Depok, Kombes Arya Perdana, Rabu (31/7/2024).

Menurut Arya, tersangka ditangkap pada Rabu (31/7/2024) sekitar pukul 22.00 WIB berdasarkan keterangan dari empat saksi dan sejumlah alat bukti.

“Bahwa yang bersangkutan mengakui dia adalah orang yang ada di dalam CCTV itu. Jadi, yang bersangkutan tidak menyangkal,” kata Arya.

Redaksi Gerak News

Rayakan 30 Tahun Berkarya, Band Gigi Gelar “GIGINFINITY”

Gerak News, Jakarta- Grup band GIGI akan menggelar konser bertajuk “GIGINFINITY” sebagai perayaan 30 tahun berkarya pada industri musik tanah air dengan menampilkan sesuatu yang berbeda dan menggandeng musisi lintas generasi pada 24 Agustus 2024 di Istora Senayan, Jakarta.

Show and Creative Director “GIGINFINITY” Edy Khemod saat konferensi pers “GIGINFINITY” di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Rabu menyebutkan konsep konser kali ini bukan hanya soal romantisme, tapi juga mengenai bagaimana GIGI ke depannya.

“Jadi saat kita diberikan konsep dan berangkat dari konsep itu, konser ini bukan hanya soal romantisme, tapi juga soal bagaimana GIGI ke depannya. Apa yang akan bikin GIGI berkelanjutan terus? ya menurut kita generasinya,” kata Edy.

Lebih lanjut Edy menjelaskan bahwa pembedanya dengan konser GIGI sebelumnya adalah pada konser kali ini akan ditunjukkan regenerasi dan dampak musik GIGI terhadap para generasi muda, sehingga para musisi muda diajak ikut serta turut memberikan penghargaan dengan membawakan tribute lagu GIGI.

Selain regenerasi, selebrasi juga dilakukan dengan menghadirkan musisi senior untuk ikut merayakan genapnya umur band kelahiran 1994 itu.

Tak sampai di situ, konser ini juga dipersiapkan dengan konsep tiga, seperti tiga chapter, tiga jam, adanya desain panggung yang berkaitan, hingga eksplorasi cahaya dan LED yang sebelumnya belum pernah ada dan diharapkan bisa menjadi sesuatu yang menarik.

“Konser GIGINFINITY satu bukti bahwa GIGI masih punya spirit tanpa batas. Kami masih ada keinginan untuk berbuat sesuatu seperti perform dan tetap berkarya,” kata vokalis band GIGI Armand Maulana.

Adapun, tiket konser “GIGINFINITY” terbagi dalam 5 kategori dengan rincian harga Bronze Rp450 ribu, Silver Rp600 ribu, Gold Rp1.250 ribu, Platinum Rp2.250 ribu, dan Festival Rp650 ribu.

Tiket konser dapat dibeli melalui giginfinity.id dan aplikasi MyPertamina dengan berbagai promo menarik yang ditawarkan.

Redaksi Gerak News

Film Garapan Kevin Costner Tayang Perdana Di Festival Venesia

Gerak News, Jakarta- Film garapan aktor Kevin Costner “Horizon : An American Saga — Chapter Two” akan tayang perdana di Festival Film Venesia pada bulan September setelah perilisannya di Amerika Serikat dibatalkan.

Ditulis laman Variety, Rabu (31/7) ini, bab kedua dari film epik Barat ini dibatalkan awal bulan ini dari rencana perilisannya pada 16 Agustus di bioskop-bioskop Amerika setelah bagian pertama “Horizon”, yang berbiaya 100 juta dolar Amerika, hanya memperoleh 11 juta dolar AS pada minggu pembukaannya.

“Chapter Two” yang disutradarai dan dibintangi Costner bersama Sienna Miller, Sam Worthington, Jena Malone, dan Danny Huston ini, akan tayang perdana di Lido tanpa kompetisi pada 7 September.

Penayangan perdana dunia akan didahului lebih awal di hari yang sama dengan pemutaran film pertama “Horizon”, yang diluncurkan dari Cannes pada bulan Mei dan disambut dengan tepuk tangan meriah selama tujuh menit.

“Horizon: An American Saga” produksi New Line Cinema merupakan gambaran yang beragam tentang perluasan dan penyelesaian Perang Saudara di Amerika Barat. Selain menyutradarai dan membintangi film, Costner juga menjadi penulis bersama Jon Baird (“The Explorers Guild”) dan menjadi produser melalui Territory Pictures miliknya.

“Mimpi saya adalah menayangkan ‘Horizon: An American Saga — Chapter Two’ di Festival Film Venesia,” kata Costner dalam sebuah pernyataan.

Costner mengatakan, keputusan untuk menayangkan ‘Chapter One’ lebih awal dan kemudian pemutaran perdana dunia ‘Chapter Two’ malam itu menunjukkan bukan hanya keyakinan mereka pada cara kerja kedua film tersebut, tetapi juga dukungan mereka terhadap visi sang sutradara.

“Saya berutang budi kepada Alberto Barbera atas keberanian dan kepemimpinannya dalam berkomitmen pada perjalanan sinematik ini,” katanya.

Barbera menambahkan penambahan terbaru pada jajaran film di Festival Film Venesia ini memberikan penghormatan yang tulus dan penuh hormat kepada proyek visioner dari seorang aktor dan sutradara hebat.

“Ia menginvestasikan dirinya dalam rekonstruksi epik tahun-tahun yang penting bagi berdirinya negara ini, menggali lebih dalam mitos untuk mencari keaslian yang mampu memulihkan sepotong sejarah dalam realitasnya yang kompleks dan kontradiktif,” kata Barbera.

Festival Film Venesia edisi ke-81 akan berlangsung pada 28 Agustus-7 September.

Redaksi Gerak News

Densus 88 Tangkap Tiga Terduga Teroris Di Batu

Gerak News, Batu- Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur Komisaris Besar Polisi Dirmanto menyebutkan ada tiga terduga teroris yang ditangkap oleh Detasemen Antiteror (Densus) 88 Polri di Jalan Hasanudin Gang 26, Dusun Jeding, Desa Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur.

“Tiga orang sementara ini statusnya masih diamankan,” kata Kombes Pol. Dirmanto di Kota Batu, Kamis.

Kabidhumas mengungkapkan bahwa penangkapan tiga terduga teroris merupakan hasil penyelidikan oleh Densus 88 Antiteror di Kota Batu.

Jadi, sejak beberapa hari lalu Densus 88 Mabes Polri melakukan serangkaian penyelidikan di wilayah Batu,” ujar dia.

Kombes Pol. Dirmanto menyebut identitas pelaku serta jaringan teroris masih menunggu hasil penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) lebih lanjut.

Selain itu, kata dia, seluruh keterangan terkait dengan penangkapan dan informasi tiga terduga teroris merupakan wewenang dari Mabes Polri.

Ia menegaskan bahwa Polda Jawa Timur hanya memberikan bantuan dalam penyelidikan dugaan teroris di Kota Batu dengan menerjunkan tim laboratorium forensik dan Tim Penjinak Bom Sat Brimob ke lokasi penyelidikan.

“Ditunggu saja, ditunggu nanti dari Divisi Humas Polri yang akan menjelaskan lengkap. Semuanya masih dalam pendalaman,” ucapnya.

Densus 88 Antiteror Polri bersama Polda Jawa Timur menggeledah di salah satu rumah yang berlokasi di Jalan Hasanudin Gang 26, Dusun Jeding, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur.

Penggeledahan itu setelah ditangkapnya terduga teroris pada Rabu (31/7) malam.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Kota Batu AKP Rudi Kuswoyo membenarkan kejadian tersebut. Kendati demikian, pihaknya hanya membantu pengamanan lokasi sejak kemarin malam.

Redaksi Gerak News

Ansy Lema: NU Punya Komitmen Kuat Pada Kebhinekaan

Gerak News, Kupang- Calon gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Yohanis Fransiskus Lema atau Ansy Lema mengatakan dirinya mengenal Nahdlatul Ulama (NU) sebagai komunitas yang punya komitmen kuat pada kebhinekaan dan keberagaman.

Ansy menilai NU juga punya komitmen menjaga Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal itu dikatakan Ansy ketika bersilaturahmi dengan Pengurus Cabang NU Manggarai Barat, baru-baru ini.

“Terus terang, saya menganggap NU ini adalah mitra. Mitra dalam pendidikan, mitra dalam pemberdayaan rakyat, mitra macam-macam. Dan saya tidak mungkin bisa melakukan itu sendiri. Jadi karena teman-teman NU melakukan itu, menurut saya, kita harus saling bergotong royong,” kata Ansy Lema di Kantor Cabang NU Manggarai Barat.

Ansy melanjutkan, hal itu senapas dengan spirit dirinya secara pribadi dan juga sebagai kader PDI Perjuangan. Dia menilai, NU adalah sebuah entitas masyarakat yang harus diajak untuk bersama membangun jembatan dialog dan komunikasi.

Ansy Lema mengaku semakin menemukan benang merah dengan NU ketika dikaitkan dengan komunitas gereja Katolik. Sebagai alumni Seminari Pius XII Kisol, yang konsep pendidikannya mirip pesantren, dia menyadari betul gereja katolik dan NU sama-sama punya komitmen pada pendidikan anak bangsa.

“Jadi gereja itu terbukti telah menjalankan fungsi edukasi, menjalankan fungsi pemberdayaan ekopnomi rakyat, dan gereja ini betul-betul inklusif, terbuka, menjalin komunikasi. Dan Ansy Lema ini adalah sosok yang memang melintas batas, cocok sama NU, cocok sama gereja Katolik,” katanya.

Maka dari itu, Ansy Lema menganggap penting silaturahminya ke Kantor Cabang NU Manggarai Barat ini, yang beralamat di Jalan Sakura Wae Mata, Labuan Bajo, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, sebagai bagian mempertebal dukungan untuk maju di kontestasi Pilgub NTT 2024.

Ansy mengungkap bahkan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri pernah membela NU dan Muhammadiyah agar masuk nominasi Zayed Award for Human Fraternity (ZAHF) 2024.

Zayed Award didirikan pada tanggal 4 Februari 2019 sebagai kelanjutan dari pertemuan Imam Besar Al Azhar Ahmed Al Thayyeb dengan Paus Fransiskus di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, yang menghasilkan Deklarasi Abu Dhabi yang kemudian disebut dengan Dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Berdampingan. Zayed Award digelar untuk mengapresiasi individu dan entitas yang punya kontribusi besar terhadap kemajuan peradaban.

Terkait pembangungan, Ansy memberi contoh, salah satunya adalah pengembangan kawasan konservasi Taman Nasional Komodo yang menjadi ikon pariwisata Labuan Bajo.

Ansy Lema ingin pengembangan kawasan tersebut harus berbasis budaya, tidak mengesampingkan masyarakat lokal. Dia meyakini NU dan Gereja Katolik berkomitmen untuk itu. Apalagi pimpinan umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus, pernah menekankan prinsip-prinsip teologi tentang tanggung jawab lingkungan yang harus dilakukan untuk mengatasi krisis ekologi.

“Paus bilang dosa ekologis kita sudah terlalu banyak, ini saatnya kita melakukan pertobatan ekologis untuk membangun sebuah kesalehan ekologis. NU juga punya komitmen cukup kuat untuk itu, banyak jamaah NU yang berada di sekitar Taman Nasional Komodo,” kata Ansy.

Bicara Labuan Bajo, bicara NTT, bicara Manggarai Barat, ini khan satu kabupaten/kota yang sangat beragam, kota yang sangat plural, milik semua. Dan membangun NTT, membangun Manggarai Barat ini butuh sinergi dan gotong royong,” pungkasnya.

Redaksi Gerak News

BKPRMI Apresiasi Pemberian Izin Tambang Pada Ormas Keagamaan

Gerak News, Jakarta- Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) memberikan apresiasi atas pemberian izin konsesi tambang kepada organisasi masyarakat (ormas) keagamaan oleh pemerintah.

Namun, BKPRMI menyatakan belum berencana untuk mengikuti jejak NU dan Muhammadiyah dalam mengajukan izin tambang.

“Kami memberikan kesempatan terlebih dahulu kepada abang tertua kami, yaitu NU dan Muhammadiyah. Sebagai adik, kami ingin melihat dulu apakah hal ini dapat dijalankan dengan baik atau tidak. Jika iya, baru kami akan ikut,” kata Ketua Umum BKPRMI Said Aldi Al Idrus di kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (31/7/2024).

Said mengungkapkan bahwa BKPRMI juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas kesempatannya bagi ormas keagamaan untuk mengelola tambang.

Menurut Said, tidak masalah jika ormas memiliki badan usaha sendiri, mengingat ormas juga perlu mencapai kemandirian finansial.

Alasan BKPRMI belum mengajukan izin konsesi tambang adalah karena anggotanya lebih memilih mengelola tambang secara individu di luar organisasi.

“Berdasarkan kajian kami, sudah ada regulasi yang memungkinkan anggota mengelola tambang secara pribadi. Beberapa tambang di Sulawesi Utara dan Kalimantan Timur dikelola atas nama pribadi dan perusahaan milik anggota. Jadi, kami tidak meminta izin konsesi dari pemerintah karena kami sudah memiliki sendiri,” jelas Said.

Dia menuturkan, langkah NU dan Muhammadiyah yang memutuskan mengajukan izin konsesi tambang, tentu telah mempertimbangkan dengan matang upaya reklamasi lahan tambang.

“Pemerintah pasti sudah memikirkan regulasi, yang tidak hanya mengutamakan keuntungan, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan. Ormas sekelas NU dan Muhammadiyah pasti akan profesional dalam hal ini,” tutupnya.

Redaksi Gerak News

Sebelum Haniyeh, Keluarganya Sudah Jadi Korban Serangan Israel

Gerak News, Jakarta- Keluarga mendiang pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh sudah menjadi incaran Israel sejak kedua belah pihak berperang hingga memicu agresi Israel ke Jalur Gaza Palestina pada 7 Oktober lalu.

Sebelum Haniyeh tewas dalam serangan rudal di Teheran, Iran hari ini, ketiga putranya telah lebih dulu meninggal dunia dalam serangan Israel di Jalur Gaza.

Dikutip Al Jazeera, tiga putra Haniyeh yakni Hazem, Amir, dan Mohammad tewas usai mobil yang ditumpangi mereka dibom Israel di kamp Shati Jalur Gaza pada April lalu.

Sejak agresi Israel terhadap Jalur Gaza berlangsung, sudah ada lebih dari 60 anggota keluarga Haniyeh yang tewas dibunuh Israel.

Selain ketiga anaknya, pada Juni lalu, 10 anggota keluarga Haniyeh lainnya juga tewas akibat gempuran Israel di Gaza, termasuk empat cucu sang bos Hamas yang terdiri dari tiga anak perempuan dan satu anak laki-laki.

Sementara itu, putra Haniyeh yang masih hidup, Abdul Salam Haniyeh, menegaskan pembunuhan sang ayah tidak akan mengakhiri perlawanan Palestina terhadap Israel.

“Ayah saya selamat dari empat kali percobaan pembunuhan selama perjalanan hidup patriotiknya. Dan hari ini Allah telah menganugerahinya kesyahidan yang selalu ia harapkan,” ucap Abdul Salam menanggapi kepergian sang ayah.

“Ia sangat ingin membangun persatuan nasional dan berjuang untuk persatuan semua faksi Palestina dan kami menegaskan bahwa pembunuhan ini tidak akan menghalangi perlawanan, yang akan terus berjuang hingga kebebasan tercapai,” paparnya menambahkan.

Haniyeh, tewas dalam serangan udara di Teheran, Iran, pada Rabu (31/7) pagi waktu setempat.

Sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Namun, sebagian besar termasuk Hamas yakin bahwa Israel dalang di balik pembunuhan Haniyeh.

Haniyeh tengah berada di Teheran, Iran, untuk menghadiri pelantikan presiden baru Masoud Pezeshkian pada Selasa (30/7). Ia menempati salah satu kediaman veteran perang di utara Teheran selama berada di negara tersebut.

Media Iran melaporkan serangan udara menghantam kediaman Haniyeh di Teheran pada pukul 02.00 dini hari waktu setempat.

Menurut laporan media, serangan berasal dari “proyektil berpemandu udara”.

Sumber Iran yang mengatakan kepada media Lebanon pro-Hizbullah al Mayadeen menyebut proyektil tersebut ditembakkan dari luar Iran. Meski begitu, otoritas Iran belum mengonfirmasi hal ini.

Ismail Haniyeh merupakan kepala biro politik Hamas sejak 2017, menggantikan Khaled Meshaal. Haniyeh merupakan tokoh terkenal di Palestina, terutama usai menjabat Perdana Menteri pada 2006 menyusul kemenangan telak Hamas pada pemilu parlemen.

Haniyeh tinggal di pengasingan dan berpindah antara Turki dan Qatar. Dia bergabung dengan Hamas pada tahun 1987, saat peristiwa Intifada Pertama.

Redaksi Gerak News

Haniyeh Terbunuh, Hamas Bertekad Bebaskan Yerusalem Dari Israel

Gerak News, Jakarta- Militan sayap kanan Hamas berjanji bakal melakukan perang terbuka melawan Israel sampai tujuannya tercapai, yakni membebaskan Yerusalem dari campur tangan Perdana Menteri (PM) Israel Benyamin Netanyahu.

“Kami melancarkan perang terbuka untuk membebaskan Yerusalem dan siap membayar harga berapa pun,” kata pejabat senior Hamas, Sami Abu Zuhri, mengutip The Times Of Israel.

“Pembunuhan oleh pendudukan Israel terhadap Saudara Haniyeh adalah eskalasi serius yang bertujuan untuk menghancurkan keinginan Hamas. Namun kami akan tetap di jalur ini tanpa mempedulikan pengorbanan yang harus dilakukan dan kami yakin akan kemenangan,” tegas Zuhri

Komentar ini dilontarkan merespon kematian pemimpinnya, Ismail Haniyeh, yang diserang rudal Israel saat sedang berada di Iran usai menghadiri pelantikan presiden baru Iran, Masoud Pezeshkian.

Haniyeh dilaporkan tewas bersama seorang pengawalnya saat dini hari, pukul 2 pagi waktu setempat.

Media pemerintah Iran menjelaskan Haniyeh tewas lantaran diserang menggunakan proyektil berpemandu udara.

Saudara pemimpin, syahid, Mujahid Ismail Haniyeh, meninggal akibat serangan berbahaya Zionis di kediamannya di Teheran, setelah berpartisipasi dalam upacara pelantikan presiden baru Iran,” ungkap Hamas di Telegram.

Kematian Haniyeh juga diumumkan oleh Garda Revolusi Iran, yang merupakan sekutu Hamas.

Disebutkan oleh Garda Revolusi Iran bahwa kediaman yang ditinggali Haniyeh di Teheran telah diserang rudal proyektil berpemandu udara. dan dia terbunuh bersama salah satu pengawalnya.

Tidak ada seorangpun yang mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan itu tetapi analis di televisi pemerintah Iran menuding Israel sebagai dalang utama atas serangan itu.

Sementara itu merespon aksi pembunuhan yang menewaskan Haniyeh, Garda Revolusi Iran menambahkan bahwa serangan yang menewaskan pimpinan Hamas itu sedang diselidiki lebih lanjut.

“Penyebabnya sedang diselidiki dan akan segera diumumkan,” ujar laporan kantor berita Mehr.

Pertemuan darurat itu nantinya akan dihadiri Dewan Keamanan Nasional Tertinggi yang digelar kediaman pimpinan tertinggi Iran Ali Khamenei.

Tak hanya membahas penyelidikan kematian Haniyeh, Badan keamanan tertinggi Iran juga akan memutuskan tentang strategi Iran sebagai reaksi atas pembunuhan Pemimpin Senior Hamas, Ismail Haniyeh di Teheran.

Lebih lanjut pasca kematian Haniyeh diumumkan Hamas menyebut pihaknya tidak akan tinggal diam dengan apa yang dilakukan oleh Israel terhadap pimpinannya.

Anggota biro politik Hamas, Mousa Abu Marzook, melabeli aksi Tel Aviv ini sebagai aksi pengecut.

“Pembunuhan yang ‘pengecut’ terhadap Ismail Haniyeh tidak akan dibiarkan begitu saja,” ujarnya seperti dikutip Iran News.

Redaksi Gerak News

Abidin: Ketimpangan Kualitas RS Swasta Dan Pemerintah Harus Diselesaikan!

Gerak News, Jakarta- Anggota Komisi IX DPR RI Abidin Fikri mengakui ketimpangan kualitas rumah sakit (RS) swasta dan milik pemerintah masih menjadi ‘PR’ besar yang harus diselesaikan.

“Selama pemerintah tidak membenahi RS milik pemerintah sampai ke tingkat puskesmas pasti masyarakat akan lebih pilih RS Swasta,” ujar Abidin di Surabaya, baru-baru ini.

Berdasarkan data CEIC hingga 2021 jumlah rumah sakit umum di Indonesia yang dimiliki oleh Swasta dan non-Swasta sekira 1.496 unit. Jumlah itu lebih banyak dibanding jumlah rumah sakit milik pemerintah.

Belum lagi perbedaan pelayanan yang membuat rakyat lebih memilih berobat di rumah sakit swasta yang tentunya berdampak ke pendapatan APBN.

Abidin melanjutkan, persoalan kesehatan memang sangat kompleks. Dari sisi pemerintah, pihaknya telah berupaya memberikan pemerataan ke pelosok daerah. Namun belum maksimal karena keterbatasan anggaran.

Karena itu rumah sakit swasta hadir, membantu pemerataan tersebut. Sayangnya hal tersebut tak dibarengi dengan pemerataan layanan.

“Tapi peran swasta ini bukan berarti kita stop membenahi layanan kesehatan milik pemerintah, tetap harus dibenahi agar rakyat punya pilihan,” tutur politisi PDI Perjuangan itu.

Ia mencontohkan pada Universal Health Coverage (UHC) yang berlaku saat ini. Idealnya pemerintah bisa menanggung 40 persen dari total rakyat indonesia, namun kenyataannya masih jauh dari itu.

“Persoalannya adalah keuangan negara belum memadai. Jadi dari jumlah rakyat miskin misal 100 juta, 40 persennya ditanggung pemerintah, tapi kita belum bisa sampai ke angka itu,” ucapnya.

Untuk itu, Abidin mendorong pengoptimalan lewat pengawalan kebijakan. Salah satunya pada rencana kebutuhan kesehatan tahunan yang saat ini sedang digarap Kementerian Kesehatan.

“Itulah yang akan dibiayai pemerintah. Sepanjang rencana tahunannya benar, ya kita akan bisa lebih baik,” tuturnya.

Dari rencana kebutuhan kesehatan tahunan tersebut, pemerintah akan merumuskan kebutuhan tenaga medis hingga cakupan UHC ke seluruh daerah.

“Ini juga pemerjntah sangat hati-hati. Makin tinggi yang ditanggung BPJS Kesehatan membuktikan bahwa orang miskin tambah banyak, berarti ekonomi kita belum tumbuh,” pungkasnya. 

Redaksi Gerak News

Rakyat Palestina di Tepi Barat yang diduduki Zionis, memprotes pembunuhan Haniyeh

“Unjuk rasa berlangsung di beberapa kota dengan para demonstran berjanji bahwa perjuangan untuk kebebasan akan terus berlanjut. “

Gerak News, Jakarta-Warga Palestina telah berkumpul di berbagai lokasi di Tepi Barat yang diduduki untuk memprotes pembunuhan Ismail Haniyeh, pemimpin politik Hamas.

Haniyeh terbunuh di ibu kota Iran, Teheran, pada Rabu pagi bersama seorang pengawalnya ketika bangunan tempat ia menginap menjadi sasaran. Hamas menuduh Israel bertanggung jawab, meskipun Israel belum memberikan komentar.

Pembunuhan ini, yang terjadi sekitar 10 bulan setelah perang Israel di Gaza, memicu kejutan dan kemarahan di seluruh Palestina.

Di Tepi Barat, demonstrasi berlangsung di Ramallah, Hebron, Bethlehem, Nablus, Jenin, Tulkarem, Tubas, dan Qalqilya. Para pengunjuk rasa membawa bendera Palestina dan puluhan bendera hijau Hamas, serta meneriakkan, “Rakyat menginginkan Brigade Qassam,” merujuk pada sayap militer kelompok tersebut.

“Pembunuhan ini akan menyebabkan sedikit kebingungan tetapi perlawanan kami akan terus berlanjut. Akan ada lebih banyak pemimpin yang datang untuk mengambil tanggung jawab karena perjuangan ini bukan hanya milik kami, tetapi milik dunia,” kata seorang wanita di Ramallah kepada Al Jazeera.

“Kami telah terbiasa sepanjang hidup kami dengan pembunuhan para pemimpin faksi nasional kami, baik dari Hamas atau lainnya seperti Fatah atau gerakan kiri,” kata seorang pria, menambahkan bahwa perjuangan untuk kebebasan akan terus berlanjut.

Mahmoud Abbas, presiden Otoritas Palestina yang berbasis di Ramallah, mengutuk pembunuhan Haniyeh, menyebutnya sebagai “perkembangan berbahaya”.

Abbas menyerukan kepada rakyat Palestina “untuk bersatu, bersabar, dan teguh menghadapi pendudukan Israel”.

Dukungan terbuka di Ramallah untuk Hamas jarang terjadi. Ramallah adalah ibu kota administratif Tepi Barat yang diduduki dan diatur oleh Otoritas Palestina yang didominasi oleh Fatah, yang sudah lama berselisih dengan Hamas.

Israel mulai menyerang Gaza dengan janji untuk mengeliminasi Hamas dan membunuh para pemimpinnya setelah kelompok tersebut melancarkan serangan pada 7 Oktober di selatan Israel yang menyebabkan sekitar 1.139 orang tewas dan lebih dari 200 orang di tangkap.

Di Deir el-Balah, di pusat Gaza, warga Palestina yang berduka atas pembunuhan Haniyeh mengatakan bahwa pembunuhan tersebut akan memperumit upaya untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata.

“Orang ini bisa saja menandatangani kesepakatan pertukaran tahanan dengan Israel,” kata Saleh al-Shannar, yang terpaksa mengungsi dari rumahnya di Gaza utara, kepada The AP. “Mengapa mereka membunuhnya? Mereka membunuh perdamaian, bukan Ismail Haniyeh.”

Nour Abu Salam, seorang wanita yang mengungsi, mengatakan bahwa pembunuhan tersebut menunjukkan bahwa Israel tidak ingin mengakhiri perang dan menciptakan perdamaian di wilayah tersebut. “Dengan membunuh Haniyeh, mereka menghancurkan segalanya,” katanya.

Redaksi Gerak News