Rabu, Mei 27, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 761

Kunjungi Al Manglih, Paramitha Mohon Doa Dari Kiai Nur Hasan

Gerak News, Brebes- Anggota DPR-RI asal Brebes, Paramitha Widya Kusuma, adalah tokoh yang menilai Pondok Pesantren sebagai tempat istimewa.

Tak heran, bila Paramitha sering mengunjungi pesantren di Brebes, serta memohon wejangan dan doa dari ulama pengasuh pesantren.

Karena itu juga, baru-baru ini Paramitha mengunjungi Pondok Pesantren Al Manglih di Cipanas, Kedungoleng, Paguyangan, Brebes.

Dalam kunjungan tersebut, Paramitha bersilaturrahmi dengan Kiai Nur Hasan.

Saya merasa bahagia, bisa mendapat wejangan dari beliau, ini adalah hal berharga bagi saya untuk terus berkhidmat pada umat dan masyarakat,” ujar Paramitha.

Kader PDI Perjuangan itu melanjutkan, berkunjung ke pesantren itu bagaikan memenuhi ‘dahaga jiwa’ nya akan curahan wejangan dan doa dari sang kiai.

Paramitha pun mengungkapkan penilaian yang sama, ketika dirinya mengunjungi pesantren-pesantren sebelumnya.

Dia mengungkapkan, di Ponpes Al Manglih ini dirinya melihat limpahan ilmu dan ketakwaan.

“Semoga pak Kiai, keluarga beserta para santri diberkahi karunia kesehatan dan kesejahteraan oleh Allah SWT,” ujarnya.

Dalam kunjungan itu, selain Paramitha hadir juga beberapa tokoh lain. Seperti Ketua DPC PDI Perjuangan Brebes Indra Kusuma, serta Politisi PDI Perjuangan Brebes Nur Bintang.

Redaksi Gerak News

Ansy Lema: Politik Itu Pasang Badan Untuk Rakyat!

Gerak News, Kupang- Bakal calon gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Yohanis Fransiskus Lema (Ansy Lema) menegaskan, politik itu pasang badan untuk rakyat.

“Politik itu, berjuang untuk rakyat,” tegas Ansy, dalam sebuah talkshow baru-baru ini.

Ansy pun mencontohkan ketika dirinya berhasil memperjuangkan paket bantuan untuk petani di Sumba berupa unit pengolah pupuk organik.

Dengan bantuan itu, para petani itu bisa mengembangkan pupuk organik.

Ansy menceritakan, ada seorang bapak yang memeluknya sambil menangis.

Bapak itu mengatakan, ‘pak Ansy kami malu. Kami tidak kenal pak Ansy, kami tidak pilih pak Ansy. Tapi bahkan bantuan pak Ansy tiba 6 bulan sebelum pak Ansy datang kesini,” ungkap Ansy.

“Itulah politik, politik itu memberi diri untuk rakyat,” ujarnya.

Ansy Lema memang dikenal kerap memperjuangkan kepentingan warga NTT, khususnya kaum petani, peternak dan nelayan selama menjadi Anggota Komisi IV DPR-RI sejak 2019 hingga 2024.

Kini, Ansy ingin berbuat lebih banyak lagi untuk NTT dengan memimpin NTT, apabila rakyat NTT menghendakinya.

Redaksi Gerak News

Gus Falah: SKK Migas Terbukti Serius Genjot Eksplorasi

Gerak News, Jakarta- Anggota Komisi VII DPR-RI Nasyirul Falah Amru atau Gus Falah menilai penjajakan yang dilakukan SKK Migas dengan sejumlah perusahaan global skala minor atau independent small oil and gas producer  membuktikan keseriusan SKK Migas dalam menggenjot eksplorasi.

Gus Falah menilai, penjajakan SKK Migas dengan perusahaan skala minor itu bisa mendorong kegiatan eksplorasi di sejumlah blok migas dalam negeri. 

SKK Migas memang memiliki target investasi eksplorasi sebesar 1,8 miliar dolar AS pada tahun ini, upaya penjajakan itu bisa dimaknai sebagai wujud keseriusan mereka menggenjot eksplorasi,” ungkap Gus Falah, Selasa 23 Juli 2024.

Politisi PDI Perjuangan itu menyatakan, SKK Migas sudah teruji menggenjot eksplorasi.

Pada 2023, misalnya, SKK Migas berhasil mendapatkan total penemuan sumber daya sebesar 1.711,77 juta setara minyak (MMBOE).

“Penemuan itu terbesar selama 23 tahun terakhir, jadi SKK Migas memang telah teruji dalam eksplorasi,” ujar Gus Falah.

“Karena itu, saya optimistis upaya penjajakan mereka dengan beberapa perusahaan global skala minor bisa mendorong eksplorasi di negeri ini hingga target tahun ini tercapai,” pungkasnya.

Sebelumnya, SKK Migas tengah mendekati sejumlah perusahaan global skala minor untuk berinvestasi di Indonesia. 

Beberapa perusahaan migas yang didekati SKK Migas itu di antaranya Posco International asal Korea Selatan, Woodside Energy yang berbasis di Singapura, EnQuest asal Inggris, DIALOG perusahaan publik terdaftar di Malaysia dan Valeura Energy Inc. yang berkantor pusat di Singapura.

Redaksi Gerak News

Abidin Fikri: Jangan Tertinggal, Kader Bangsa Harus Masukkan Pancasila Dalam Kebijakan!

Gerak News, Jakarta- Anggota MPR-RI Abidin Fikri menegaskan, di era kemajuan sains, riset dan teknologi, kader bangsa tidak boleh tertinggal.

Hal itu terutama dalam mengoperasionalkan atau mempraktikkan Pancasila masuk ke dalam kebijakan nasional. Abidin menegaskan, kader bangsa harus mumpuni dalam hal kompetensi, karakter, dan kapasitasnya.

Hal itu dikatakan Abidin dalam sosialisasi empat pilar yang digelar bersama pengurus DPP Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Kegiatan itu dilakukan untuk menguatkan pemahaman Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

”Tentu sebagai bangsa yang memiliki anugrah keberagaman dan melimpahnya sumber kekayaan alam kita harus memanfaatkannya untuk tujuan-tujuan nasional, seperti yang termaktub dalam pembukaan UUD NRI 1945,” jelas Abidin Fikri.

Abidin Fikri menerangkan, persatuan dan kesatuan nasional yang menjelma dalam praktek gotong royong tetap penting dirawat dimanapun kita berada.

“Karena dengan tetap rukun bersatu kita telah memenuhi satu syarat bagi kondusifnya anak bangsa untuk meningkatkan kualitas kompetensi, karakter dan kapasitasnya,” ucapnya.

Menurut Abidin Fikri, anak bangsa harus senantiasa memperkokoh keyakinan diri agar dapat terus meneladani api perjuangan Bung Karno sebagai presiden pertama Indonesia. Serta dapat menjalankan Pancasila dalam tiap sendi kehidupan. Misalnya, terus bekerja keras menambah tenaga bagi kaum marhaen agar dapat terbebas dari belenggu kemiskinan.

”Kita harus meneruskan ajaran Bung Karno, baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang,” ujar Abidin Fikri.

Redaksi Gerak News

Soal Sentimen Negatif Terhadap NU, PBNU Imbau Tak Perlu Risau

Gerak News, Jakarta- Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil) mengingatkan Nahdliyin agar tidak perlu risau karena adanya sentimen negatif terhadap NU di media sosial akhir-akhir ini.

“Teman-teman NU tidak usah terlalu risau dengan sentimen di medsos. Memang percakapan di medsos tidak bisa diabaikan tetapi juga jangan terlalu terfiksasi atau terpaku oleh isu di medsos. Isu di medsos cepat datang dan pergi dan apa yang terjadi di medsos tidaklah mencerminkan realitas sehari-hari,” kata Gus Ulil melalui akun X pribadinya, dikutip Gerak News pada Selasa (23/7/2024).

Gus Ulil juga menjelaskan soal posisi politik PBNU saat ini yang dekat dengan pemerintahan Presiden RI Joko Widodo, yang sebentar lagi tidak menjabat. Ia menilai bahwa setiap kubu yang berpihak pada Presiden Jokowi saat ini sudah pasti rentan menjadi obyek kritik dan serangan, walau baginya ini bagian yang biasa dalam setiap pertarungan politik.

“Cuitan kali ini hendak saya tujukan kepada teman-teman NU untuk sedikit ‘ngedem-ngedem’ dan melerai perasaan mereka (Nahdliyin),” jelasnya.

Gus Ulil mengatakan, ⁠NU adalah ormas besar sehingga setiap dinamika apa pun yang terjadi di dalam organisasi ini, pasti akan memantik reaksi dan komentar dari publik.

“Kita harus memaklumi hal ini. Komentar-komentar itu, baik positif atau negatif, harus dimaknai sebagai pertanda bahwa NU penting, karena itu menjadi pusat perhatian,” katanya.

Menurut Gus Ulil, reaksi publik seperti itu perlu dimaklumi sehingga jika ada yang perlu dijelaskan seperti kasus kunjungan lima Nahdliyin ke Israel, maka harus dijelaskan.

Kalau sudah dijelaskan kok masih dicerca terus, ya dibiarkan saja. Namanya juga netizen. Kalau tidak ada cercaan memang tidak seru,” jelasnya.

Menanggapi fenomena itu, Gus Ulil meminta agar seluruh Nahdliyin tetaplah aktif seperti biasa sehingga dapat memperkuat organisasi di segala tingkatan.

“Kritik-kritik dari luar harus kita anggap sebagai pupuk penyubur semangat,” tegasnya.

⁠Gus Ulil menegaskan, NU sebagai organisasi belum pernah menjadi solid dan kokoh dari pusat sampai ke bawah seperti di zaman Gus Yahya saat ini. Sebab kaderisasi berjalan begitu intensif saat ini di seluruh Indonesia, sehingga pembenahan lembaga-lembaga dan badan otonom (banom) sedang berlangsung dengan serius saat ini.

Dengan segala kekurangannya, PBNU di bawah Gus Yahya berjalan kompak dan solid saat ini,” katanya.

Lebih lanjut, Gus Ulil mengatakan bahwa serangan-serangan kepada PBNU saat ini justru mengingatkannya pada era KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang memimpin PBNU pada 1984-1999.

“Di zaman Gus Dur dulu, NU mengalami situasi serupa: menjadi sasaran kritik dari begitu banyak pihak, karena Gus Dur berani mengambil keputusan yang kadang kontroversial, dan berani berpikir non-linier,” katanya.

Bagi Gus Ulil, hal itu menjadi sebuah keberanian yang menjadi bakat tersendiri bagi PBNU untuk bertindak non-linier yang diwarisi ke Nahdliyin sejak dulu hingga sekarang.

Ia menilai, tindakan itu positif karena bisa menghidupkan diskusi, perdebatan, polemik, dan kontroversi sehingga suasana jadi hidup. Islam pun jadi dinamis.

“Kalau ingin tidur nyaman dan tidak kontroversial, ya diam saja dan jadilah sosok yang menyenangkan semua pihak. Tetapi dengan begitu, anda tidak menjadi apa-apa,” tutupnya.

Redaksi Gerak News

Tujuh Partai Non Parlemen Dukung Paramitha Pimpin Brebes

Gerak News, Brebes- Forum Lintas Partai Non Parlemen (FLIPnp) Kabupaten Brebes, resmi menyatakan dukungannya kepada bakal Calon Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma.

Surat dukungan Flip diserahkan langsung perwakilan 7 partai yang tidak mempunyai kursi di DDRD Brebes, kepada Ketua DPC PDI Perjuangan Indra Kusuma di rumah pribadi Paramitha Widya Kusuma, Senin (22/7/2024)

Ketujuh partai non parlemen yang memberi dukungan tersebut, yakni PSI, Partai Bulan Bintang (PBB), Perindo, Partai Garuda, Partai Gelora, Partai Ummat dan Partai Buruh.

Hari ini, kami yang tergabung dalam FLIPnp atau Forum Lintas Partai Non Parlemen, resmi mendukung Paramitha Widya Kusuma, sebagai calon Bupati Brebes,” ujar Koordinator Flip Brebes, MA Faiz Rizky, yang juga Ketua DPC PBB Kabupaten Brebes.

Dia mengatakan, dukungan kepada Paramitha diberikan setelah seluruh anggota Flip melaksanakan pertemuan pada 12 Juli lalu.

Pertemuan menyepakati Flip mendukung Paramitha Widya Kusuma untuk G1 Brebes. Di sisi lain, FLIPnp melihat Paramitha mempunyai pengalaman sebagai anggota DPR RI, sehingga dinilai mampu memimpin Brebes untuk lebih baik.

Selain itu, Program Brebes Beres yang dibawa Paramitha dinilai sangat baik untuk Brebes. Hal itu dibutuhkan pemimpin daerah yang mempunyai kemampuan mumpuni.

“Kami menilai, Paramitha mempunyai kemampuan yang mumpuni, karena sudah berpengalaman di legislatif. Ini yang membuat kami sepakat mendukungnya,” tandasnya.

Dia mengungkapkan, keberadaan FLIPnp diyakini akan semakin memperkuat untuk menghantarkan Paramitha menjadi Bupati Brebes. Mengingat FLIPnp jika digabungkan mempunyai kekuatan 31.000 suara.

“Atas dukungan ini, nantinya siapa pun pasangannya kami serahkan sepenuhnya kepada Mba Mitha (Paramitha),” ucapnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes, Indra Kusuma mengatakan, pihaknya mengapresiasi atas dukungan yang diberikan para parpol non parlemen tersebut. Itu menjadi bukti, jika parpol lain juga percaya dengan PDI Perjuangan Brebes.

“Dukungan ini sebagai suatu kepercayaan dari partai lain sebagai perwujudan masyarakat untuk mempercayakan kepemimpinan Brebes ke depan pada kader PDI Perjuangan,” pungkasnya.

Redaksi Gerak News

Kunjungi Pesantren Al-Ikhlas, Paramitha Bersilaturahmi Dengan KH Abdul Wahid

Gerak News, Brebes- Anggota DPR-RI asal Brebes, Paramitha Widya Kusuma berkunjung ke Pondok Pesantren Al – Ikhlas, Dukuh Karang Sempu, Desa Winduaji, Paguyangan, Brebes, baru-baru ini.

Dalam kesempatan itu, Paramitha bersilaturahmi dengan pengasuh Pesantren Al-Ikhlas, KH. Abdul Wahid.

Sebagaimana kunjungannya ke berbagai pesantren lainnya sebelum ini, Paramitha pun mengungkapkan kebahagiaannya.

”Bagi saya, bersilaturahmi dengan ulama Brebes seperti Kiai Abdul Wahid, adalah kebahagiaan karena saya peroleh berbagai manfaat tak ternilai, seperti ilmu, wejangan serta doa,” ungkap Paramitha.

Kader PDI Perjuangan itu melanjutkan, Ponpes Al-Ikhlas sebagai tempat yang penuh ilmu dan ketakwaan, memunculkan kedamaian bagi siapapun yang mengunjunginya.

Tak terkecuali dirinya.

“Ketika saya datang di Pondok Pesantren ini, sebagaimana pesantren-pesantren lainnya, saya melihat limpahan ilmu dan ketakwaan yang memunculkan kedamaian bagi siapapun yang datang,” ungkapnya.

Dalam kunjungan itu, selain Paramitha hadir juga beberapa tokoh lain. Seperti Ketua DPC PDI Perjuangan Brebes Indra Kusuma, serta Politisi PDI Perjuangan Brebes Nur Bintang.

Pada kesempatan sama Nur Bintang mengungkapkan, sejak dulu dirinya mengenal Paramitha, Anggota Komisi VII DPR-RI itu selalu menyempatkan diri sowan ke para kiai atau ulama di Brebes.

“Selain silaturahmi, beliau selalu meminta doa restu, apalagi kalau terkait hajat-hajat besar,” ujarnya.

Redaksi Gerak News

Ansy Lema Ungkap Banyak Orang NTT Yang Susah Makan

Gerak News, Kupang- Bakal calon gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Yohanis Fransiskus Lema (Ansy Lema) menyatakan, sangat banyak orang NTT yang untuk bisa makan sehari-hari saja susah.

Ansy mengungkapkan, tingginya angka kemiskinan dan stunting merupakan masalah besar di NTT.

“Saya sering turun ke kampung-kampung, sedih. Sangat banyak orang NTT, yang untuk makan sehari-hari saja mereka susah,” ungkap Ansy dalam sebuah talkshow, baru-baru ini.

Kader PDI Perjuangan itu melanjutkan, masyarakat NTT tak pernah meminta kemewahan.

Warga NTT, sambung Ansy, hanya meminta hal-hal sederhana diperjuangkan para pemimpin dan wakil rakyat mereka.

“Saya cinta NTT, saya akan terus berjuang demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat NTT,” tegas Ansy.

Redaksi Gerak News

Gus Falah: PHE Serius Wujudkan Produksi Nasional 1 Juta Barel

Gerak News, Jakarta- Anggota Komisi VII DPR-RI Nasyirul Falah Amru atau Gus Falah menyatakan Pertamina Hulu Energi (PHE) serius dorong pemenuhan target produksi nasional 1 juta barel minyak per hari yang awalnya direncanakan terwujud pada 2030.

Belakangan, kemungkinan target itu terwujud pada 2033.

Gus Falah mengungkapkan, keseriusan itu tampak dari rencana anak usaha PHE, yakni PHE Offshore North West Java (ONWJ) melaksanakan proyek pengembangan Lapangan OO-OX.

Keseriusan PHE sudah tampak ketika sampai akhir kuartal 1 tahun ini, produksi minyak mereka tercatat sebesar 548 ribu barel per hari. Dan ketika mereka mau kembangkan OO-OX, terlihat mereka semakin serius,” ujar Gus Falah, Senin 22 Juli 2024.
 
Politisi PDI Perjuangan itu melanjutkan, PHE memang punya komitmen untuk menyokong 50–55 persen produksi minyak dalam pemenuhan target 1 juta barel minyak per hari.

Dan keseriusan mewujudkan komitmen itu ditunjukkan bukan hanya dalam produksi, tapi eksplorasi.

Hingga Maret 2024, sambung Gus Falah, PHE telah menyelesaikan pengeboran 3 sumur eksplorasi dan163 sumur pengembangan. Jadi, dalam eksplorasi, PHE telah mencapai total temuan sumber daya 2C sebesar 140 Juta Barel Minyak Ekuivalen/Setara Minyak (MMBOE).

“Eksplorasi ini khan kunci juga dalam meningkatkan produksi, jadi PHE sudah melakukan langkah terintegrasi untuk mewujudkan target nasional,” ujar Gus Falah.

Sebagai informasi, Lapangan OO-OX diperkirakan mampu menambah produksi minyak nasional sebanyak 2.996 BOPD dan gas bumi sebanyak 21,26 MMSCFD.

Lapangan ini diproyeksikan mulai berproduksi pada kuartal I- 2026.

Redaksi Gerak News

KAI Commuter Tegaskan Tak Beri Ruang Pada Pelecehan Seksual

Gerak News, Jakarta- PT KAI Commuter memastikan tidak akan memberi ruang bagi pelaku dan terus berupaya mencegah terjadinya pelecehan seksual terhadap penumpang, terutama wanita.

“KAI Commuter tidak akan memberikan ruang untuk tindakan Pelecehan Seksual di Commuter Line,” ungkap VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus. Sabtu (20/7/24).

Joni Martinus menyampaikan bahwa cara ini dilakukan untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual, dan akan berpihak kepada korban dan mendampinginya jika ingin melaporkan ke pihak kepolisian, dan mendukung hukuman sesuai UU terhadap pelaku kejahatan tersebut.

Untuk kenyamanan wanita, KAI menyediakan sejumlah layanan yang dikhususkan untuk perempuan. Salah satunya kereta khusus wanita (KKW) sejak 2010 lalu.

Di KKW, wanita tanpa adanya lawan jenis yang diharapkan dapat memberikan keamanan lebih.


Fasilitas khusus wanita lainnya adalah ruang lakstasi yang berada di area stasiun Commuter Line. KAI Commuter saat ini memiliki sebanyak 27 ruang laktasi di stasiun-stasiun besar yang ada di wilayah Jabodetabek.


Di stasiun-stasiun lain yang belum memiliki ruang laktasi, para pengguna yang akan menyusui anaknya atau sekedar melakukan pumping (memompa) ASI tidak perlu khawatir, karena bisa melakukan hal tersebut di ruang kantor yang ada di area stasiun.

“Pengguna bisa langsung menghubungi petugas untuk meminjam tempat jika ingin menyusui anaknya atau melakukan pumping ASI di area stasiun,” ungkap Joni Martinus

Tidak hanya itu, KAI Commuter juga mendukung kesetaraan gender dengan menugaskan petugas pengamanan atau sekuriti wanita. keberadaan petugas sekuriti wanita ini diharapkan bisa memberikan rasa nyaman bagi pengguna dari kaum hawa saat berinteraksi, dalam situasi yang memerlukan bantuan atau bimbingan. Di samping juga agar bisa menjadi sumber terpercaya bagi perempuan.

“Semua inovasi dan layanan yang diberikan kepada pengguna wanita ini merupakan komitmen KAI Commuter untuk selalu lebih baik lagi dalam melayani seluruh penggunanya,” tutup VP Corporate Secretary KAI Commuter.

Redaksi Gerak News