Energi Juang News, Riau- APPLE menggandeng World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia untuk memperkuat konservasi lanskap Bukit Tigapuluh di Sumatera yang menjadi rumah harimau, orangutan, dan gajah Sumatera. Kolaborasi ini berfokus pada pemanfaatan teknologi pemantauan hutan dan satwa liar sekaligus mengurangi ancaman pembalakan liar di kawasan tersebut. Vice President Environment, Policy, dan Social Initiatives Apple Lisa Jackson menyebut kerja sama ini sebagai dukungan nyata untuk restorasi ekosistem hutan hujan tropis sekaligus perlindungan masyarakat setempat.
Dalam keterangan tertulisnya pada Senin (15/12/2025), Lisa Jackson mengatakan pihaknya “bangga membantu melindungi masyarakat serta satwa liar yang bergantung pada ekosistem berharga ini.” Apple akan menyediakan perangkat, infrastruktur server, dan dukungan teknologi lain yang dapat dimanfaatkan tim lapangan WWF Indonesia saat patroli dan memantau pergerakan satwa di Bukit Tigapuluh. Dukungan ini juga diproyeksikan memperkuat kemampuan WWF dalam mengidentifikasi titik-titik rawan pembalakan liar dan aktivitas ilegal lain di dalam dan sekitar kawasan hutan.
Kemitraan ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Apple untuk memitigasi krisis iklim melalui konservasi dan transisi energi bersih. Perusahaan teknologi tersebut sebelumnya telah menetapkan target menuju netral karbon, salah satunya dengan mengurangi emisi dan mendukung perlindungan kawasan bernilai konservasi tinggi di berbagai negara. Melalui langkah ini, Apple berupaya menunjukkan bahwa investasi teknologi dapat berjalan seiring dengan pemulihan alam dan perlindungan keanekaragaman hayati.
CEO WWF Indonesia Aditya Bayunanda menyebut lanskap Bukit Tigapuluh sebagai “harta karun keanekaragaman hayati global” karena menjadi habitat penting bagi spesies ikonik yang terancam punah. Menurut dia, kolaborasi dengan Apple memperlihatkan kekuatan kemitraan antara lembaga konservasi, komunitas adat, dan sektor swasta dalam mempercepat kerja-kerja perlindungan hutan di lapangan. Ia menegaskan bahwa dukungan teknologi akan memperkuat program pemantauan dan penegakan hukum terhadap kejahatan kehutanan di kawasan tersebut.
WWF Indonesia akan memanfaatkan dukungan ini untuk mempercepat program pemantauan hutan dan satwa, termasuk melalui inisiatif Eyes on the Forest dan survei kamera jebak (camera trap). Teknologi yang disediakan Apple akan membantu tim WWF mendokumentasikan keberadaan harimau, orangutan, dan gajah Sumatera, sekaligus memetakan area yang harus segera direstorasi. Dengan cara ini, konservasi Bukit Tigapuluh diharapkan tidak hanya menyelamatkan satwa langka, tetapi juga menjamin keberlanjutan hidup masyarakat adat yang telah lama menjaga hutan.
Redaksi Energi Juang News



