Energi Juang News, Israel- Serangan Israel di Gaza kembali memakan korban jiwa di tengah situasi yang belum benar-benar stabil. Insiden terbaru dilaporkan menewaskan tiga warga sipil dalam dua peristiwa terpisah. Ketegangan tetap berlangsung meski kesepakatan gencatan senjata sudah berjalan sejak beberapa bulan lalu.
Serangan Drone dan Penembakan Terpisah
Badan Pertahanan Sipil di Gaza melaporkan dua pria tewas setelah sebuah drone milik Israel menembakkan rudal ke arah sekelompok warga sipil. Serangan itu terjadi di dekat bundaran Kuwait, kawasan Zeitun, Kota Gaza.
Rumah sakit Al-Shifa mengonfirmasi telah menerima dua jenazah korban dari lokasi tersebut. Selain korban tewas, beberapa orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Dalam kejadian berbeda di Khan Yunis, seorang wanita dilaporkan tewas akibat tembakan pasukan Israel. Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah sakit Nasser.
Respons Militer Israel
Pihak militer Israel menyatakan belum mengetahui insiden penembakan yang menewaskan seorang wanita di Khan Yunis. Mereka juga menyebut tengah menyelidiki laporan terkait dua korban pria dalam serangan drone.
Konflik yang melibatkan Israel dan Hamas masih diwarnai saling tuding pelanggaran gencatan senjata. Kedua pihak kerap menyalahkan satu sama lain atas kekerasan yang terus terjadi.
Gencatan Senjata Belum Hentikan Kekerasan
Gencatan senjata yang dimulai sejak Oktober lalu memang meredakan perang besar yang pecah setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Namun, kekerasan sporadis masih terjadi hampir setiap hari.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, setidaknya 811 warga Palestina telah tewas sejak gencatan senjata diberlakukan. Data ini dinilai kredibel oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Di sisi lain, militer Israel melaporkan lima tentaranya tewas dalam periode yang sama.
Laporan dari AFP menyebutkan keterbatasan akses media di Gaza membuat verifikasi independen terhadap jumlah korban menjadi sulit dilakukan.
Redaksi Energi Juang News



